Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya
Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Aku termasuk gadis yang sering ke salon dan modis, maka aku sudah tidak asing dengan tatapan nakal cowok-cowok di kampus kalau aku memakai pakaian yang ketat atau agak seksi, apalagi ketika ngedugem dimana aku memakai pakaian yang lebih terbuka. Dalam percintaan, secara jujur kuakui aku bukan type yang setia.

Aku sudah mempunyai pacar yang sedang kuliah di Amerika sehingga kami jarang bertemu. Kami sudah berjalan lebih dari tiga tahun dan aku mencintainya, tapi darah muda dalam diriku melibatkanku dalam beberapa hubungan one night stand dengan teman kuliah maupun teman dugem, bagiku semua itu hanya hubungan badan tanpa merubah perasaanku pada pacarku.

Kisahku ini terjadi pada pertengahan tahun 2016 yang lalu yaitu libur akhir semester. Waktu itu teman kostku sudah banyak yang pulang, di kostku hanya tersisa seorang pria, dan dua wanita termasuk diriku.

Yang dua itu tidak pulang karena ikut semester pendek, tapi aku belum pulang karena waktu itu di rumahku tidak ada siapa-siapa berhubung kedua orangtuaku sedang menghadiri pernikahan di kota lain dan kakakku satu-satunya sudah dua tahun yang lalu menikah dan ikut suaminya.

Jadi pemikiranku lebih baik kutunda kepulanganku sampai papa dan mamaku pulang 2-3 hari lagi, daripada kesepian di rumah mendingan kuisi waktuku untuk having fun bersama teman-temanku di Bandung.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Malam itu aku ngedugem di salah satu tempat dugem di jalan Cihampelas. Teman-temanku mencekoki minuman sementara aku tidak kuat minum, mereka bilang untuk merayakan kenaikan IPK-ku. Aku mabuk sehingga dalam perjalanan pulang dengan mobil Ocha aku numpang ke WC di rumah Risa waktu sampai di rumahnya karena tidak tahan mau muntah.

Setelah muntah akupun masih pusing-pusing sehingga terpaksa aku minta Risa untuk menginap di rumahnya semalam saja daripada pulang ke kost dalam keadaan sempoyongan, kan ga enak dilihat. Singkat cerita akupun menginap di rumah Risa malam itu dan baru terbangun besoknya, hari Minggu jam sebelasan. Kepalaku masih agak berat.

“Lu orang sih, nyuruh gua minum terus, aduh kaya mau mati aja kemarin rasanya tau !” omelku pada Risa.

“Hihihi, gapapa lah Na sekali-kali aja, kan kita baru selesai semester nih !” jawabnya tertawa kecil mengingat keadaanku kemarin.

Akhirnya setelah makan sedikit, Risa mengantarku pulang ke kostku di daerah Sukamekar. Kumasuki pintu gerbang kostku, suasananya sepi seperti beberapa hari terakhir. Di depan pos jaga aku berpapasan
dengan Yeyen, pegawai/ penjaga kostku yang berusia dua puluh limaan sedang ngobrol-ngobrol dengan dua orang pemuda yang kira-kira sebaya dengannya, aku tidak tahu siapa, mungkin temannya yang penduduk sekitar sini.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Aku tersenyum kecil sebagai basa-basi dan mereka membalasnya. Terasa sekali mereka memandangi tubuhku yang masih memakai pakaian seksi semalam berupa sebuah rok putih sejengkal di atas lutut dan tank top berdada rendah yang memperlihatkan sedikit belahan dadaku.

Aku mempercepat langkahku ke tangga, di dekat tangga akupun berpapasan lagi dengan pegawai kostku yang lain, si Putra yang masih berusia SMA, sekitar enam belas tahun, orangnya agak culun, berambut
cepak dan kerempeng, dia sering bertugas membelikan barang pesanan dan mengantar makanan untuk kami, para penghuni di sini.

“Eh… Neng, baru pulang yah,” sapanya sambil cengengesan.

Aku hanya menjawab iya saja lalu menaiki tangga, instingku mengatakan kalau dia berusaha mengintip rokku yang mini ketika aku naik, sempat terlihat sekilas olehku ketika sampai di lantai dua dan membelok.

Sampai di kamar, aku langsung membuka pakaianku dan masuk ke kamar mandi, langung kubuka shower dan kuguyur tubuhku dengan air dingin, segar sekali rasanya, udara di luar waktu itu lagi panas ditambah lagi panas alkohol masih sedikit terasa dari dalam tubuhku.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan apapun sambil mengelap rambutku dengan handuk. Kuambil celana dalam kuning dan kupakai.

Aku tidak menemukan baju barongku yang biasa kupakai tidur di gantungan di pintu, baru ingat kalau baju itu sudah kutaruh di tempat cucian. Karena malas mencari baju lain di lemari, akupun lantas melempar diriku ke kasur. Biar saja tidur hanya dengan celana dalam, apalagi cuacanya lagi panas, kipas anginnya juga kumatikan.

Kututupi tubuhku dengan selimut dan kupeluk guling kesayanganku untuk melanjutkan tidurku yang masih belum puas ditambah masih sedikit pening, maklumlah orang gak kuat minum disuruh minum banyak ya gini nih jadinya.

Entah berapa lama aku tertidur lelap sekali sampai kurasakan ada rasa geli pada tubuhku, secara refleks tanganku menepis dan menggulingkan tubuh ke arah lain. Namun perasaan itu datang lagi dengan lebih hebat, kali ini juga kurasakan pada paha dan dadaku seperti ada yang mengenyot.

Kali ini aku terbangun dan kaget sekali melihat ternyata benar-benar ada orang yang sedang mengenyot dadaku dan seseorang lainnya sedang menjilati pahaku. Spontan akupun menjerit, namun sebuah tangan membekap mulutku dari belakang.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Ketika aku meronta, gerakanku langsung terkunci oleh tangan-tangan yang memegangi kedua tangan dan kakiku. Aku mengedip-ngedipkan mata memperjelas pandanganku, aku makin terperanjat dengan keempat wajah menyeringai di atasku, wajah yang tak asing bagiku.

Yang dua adalah pegawai kostku, Yeyen dan Putra dan dua orang temannya yang kutemui di bawah tadi. Aku tidak habis pikir bagaimana mereka bisa masuk sini, padahal pintu sudah kukunci, tapi sekarang bukan waktunya memikirkan itu, sekarang harusnya memikirkan apa yang harus kulakukan menghadapi situasi ini.

“Halo Neng, maaf yah kita masuk sini diam-diam abis gak tahan liat body Neng yang bahenol,” kata Yeyen.
“Emmphh… eemhhh,” aku berusaha berteriak walau mulut masih dibekap sambil meronta ketika Yeyen meraba payudaraku.
“Udahlah Neng, gak usah ngelawan terus, di sini lagi gak ada siapa-siapa kok,” sahut orang yang membekapku yang berambut agak bergelombang dan matanya besar.

Dalam situasi makin kritis seperti ini aku mulai berpikir ulang, aku pernah membaca berita tentang pembunuhan di kost, melawan mereka yang sedang kalap mungkin saja malah mencelakakanku, bukankah lebih baik pasrah saja menuruti mereka.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Lagipula aku ini kan bukan perawan dan pria yang pernah main denganku bukan hanya pacarku, bedanya cuma mereka sama-sama WNI keturunan dan yang empat ini bukan. Yah, anggap saja tambah pengalaman seks lah, begitu pikirku positif.

Yang masih membuatku risau adalah apakah aku sanggup melawan empat orang sekaligus mengingat seumur hidup aku selalu bermain konvensional satu lawan satu. Mungkin sekaranglah waktunya bagiku untuk mencoba rasanya digangbang.

Seiring dengan birahiku yang mulai naik, rontaanku pun berangsur-angsur berkurang berganti menjadi kepasrahan. Darahku berdesir dan bulu-buluku merinding ketika tangan-tangan itu menggerayangi tubuhku, ciuman dah jilatan juga menghujani tubuhku.

Salah seorang teman Yeyen tadi menarik lepas celana dalamku. Keempat orang itu menelan ludah menyaksikan keindahan tubuhku yang sudah telanjang bulat, terutama Putra sepertinya ini baru pertama kali dia melihat tubuh wanita secara nyata.

“Anjrit, jembutnya lebat banget euy,” kata Yeyen sambil merabai kemaluanku yang berbulu lebat tapi rapi, karena sering kucukur rapi tepiannya agar tidak keluar-keluar kalau memakai baju renangku yang seksi.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Teman Yeyen yang rambutnya gondrong sebahu menciumi payudaraku, digigit dan disedot-sedotnya putingku yang sensitif. Kuncian mereka terhadapku mengendur dan tangan yang membekap mulutku juga sudah lepas.

Kepalaku menggeleng-geleng ketika Yeyen mau menciumku, tapi dia lalu memegangi kepalaku sehingga aku tak bisa lagi menghindari mulutnya. Rangsangan yang datang bertubi-tubi membuatku semakin horny dan mulutku pun membuka menerima serangan lidah Yeyen, mau tak mau aku harus beradaptasi dengan bau mulutnya.

Kumainkan lidahku mengimbangi lidahnya yang menari-nari di mulutku. Ketika asyik berciuman dengan Yeyen setidaknya ada dua jari yang bermain di vaginaku, aku tidak tahu siapa itu karena aku biasa memejamkan mata kalau berciuman agar lebih menghayati, selain itu tangan yang menggerayangiku ada empat pasang sehingga tidak sempat mengenalinya satu-satu.

Lama juga Yeyen menciumiku, itu dia lakukan sambil tangannya menjelajahi lekuk-lekuk tubuhku, hampir lima menit kira-kira, begitu mulutnya lepas aku akhirnya lega bisa kembali menghirup udara segar walau dengan nafas yang sudah memburu.

Ketika kubuka mata, kulihat di sebelah kananku teman Yeyen yang matanya besar itu sedang mengenyoti payudaraku dengan rakusnya, dia sudah membuka pakaiannya, aku melihat penisnya yang sudah tegang itu menggantung di selangkangannya.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Bentuknya panjang dengan kepalanya disunat. Iihhh… geli sekaligus terangsang membayangkan aku harus mengulum dan dimasuki benda itu. Si Putra sedang menjilat dan meraba tubuh bagian sampingku (sekitar perut, paha, dan dada), dia juga masih memakai kaos oblongnya tapi celananya sudah dibuka, penisnya yang juga bersunat lumayan juga untuk seumuran dia.

Ternyata yang daritadi mengorek vaginaku adalah si pemuda gondrong, kini dia bahkan mendekatkan wajahnya ke sana dan uuhh… lidahnya menyentuh bibir vaginaku dan terasa menggelitik nikmat tubuhku sampai aku menggeliat karena itu. Aku bingung apa yang kualami saat itu termasuk perkosaan atau bukan, dibilang ya bisa juga karena awalnya mereka yang memaksa, tapi dibilang tidak juga bisa karena toh aku juga mulai menikmatinya.

“Memeknya enak, wangi loh mmm… ssluurrpp…” sahut si gondrong di bawah sana.
“Oh, ya… nanti juga saya mau nyicipin yah, makanya cepet…” kata Yeyen.
“Jangan lama-lama yah, nanti kita kebagiannya bau jigong lu,” timpal si mata besar.

Kini Putra sudah mencaplok payudaraku dengan mulutnya, walau kelihatan culun jilatannya membuat putingku makin menegang.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Yeyen juga membuka pakaiannya hingga telanjang. Wah, anunya juga ga kalah gede dari kedua temannya, tinggal milik si gondrong saja yang belum kulihat karena dia masih sibuk menjilati vaginaku. Aku harus mengakui enak sekali diperlakukan seperti ini, dalam seks satu lawan satu aku tidak pernah merasakan bagian-bagian sensitifku dimainkan dalam waktu bersamaan.

“Uuhh… eeemm… aaahh…” aku tak tahan untuk tidak mendesah ketika lidah si gondrong menyapu bibir vaginaku, bukan cuma itu, jarinya pun ikut keluar masuk di sana. Hal itu berlangsung sekitar lima menit lamanya, kemudian Yeyen mengambil posisinya.

“Hayo sini, saya juga mau rasain, gantian dong!” katanya menyuruh si gondrong menyingkir.

Langsung Yeyen melumat bagian selangkanganku itu dengan bernafsu, tangannya memegangi kedua pahaku sambil mengisap dan menjilat, mulutnya terbenam di kerimbunan bulu kemaluanku, gayanya seperti makan semangka saja.

Serangannya lebih mantap dari si gondrong yang cenderung monoton, lidah si Yeyen sepertinya agak panjang sehingga ketika menyusup ke dalam vagina benda itu menyentuh klitorisku juga menjilati dinding kemaluanku, kontan akupun makin menggelinjang tak karuan.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Ketiga orang lainnya tertawa-tawa dan berkomentar jorok melihat reaksiku, mereka pun makin bersemangat mengerjaiku. Payudaraku sedikit nyeri ketika dipencet-pencet si mata besar dengan gemasnya.

Si gondrong yang kini sudah membuka bajunya berlutut di sebelahku memegangi penisnya untuk disodorkan padaku.

“Diisep Neng, enak loh,” suruhnya sambil menggosokkan kepala penis itu ke wajah dan bibirku. Walau sebenarnya geli dengan kemaluannya yang hitam dengan kepala kemerahan itu, aku tertantang juga untuk mencobanya, maka kugenggam batang itu dengan tangan kiri dan kuawali dengan menyapukan lidah pada kepala penisnya. Dia langsung mendesah keenakan karenanya.

Entah kekuatan apa yang membuatku demikian liar, padahal sebelumnya dekat-dekat orang seperti mereka saja aku enggan, apalagi untuk ML.

Awalnya aku sangat tidak nyaman dengan aroma penisnya, namun mau tidak mau aku harus membiasakan diriku. Aku berusaha tidak menghirupnya dan kuemuti dalam mulut sambil sesekali mengocok dengan tangan, kesempatan itulah yang kupakai untuk mengambil udara segar.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Sementara rasa geli pada vaginaku kian menjalari tubuhku, rasanya seperti mau pipis. Tubuhku menggelinjang, aku tidak tahan lagi dan mencapai orgasme pertamaku, dari vaginaku keluarlah lendir yang dijilatinya dengan lahap.

“Eh eh, gantian dong, saya juga mau ngerasain pejunya si Neng,” kata si Putra. Putra menggantikan posisi si Yeyen, dia menjilati sisa-sisa cairan kemaluanku. Jilatannya tidak selihai Yeyen, maklum karena dia masih hijau, baru pertama kalinya menikmati wanita. Dia lebih suka menyentil-nyentil klitorisku dengan lidahnya yang memberi rasa geli.

Sekarang Yeyen berlutut di sebelah ku dan meraih tanganku digenggamkan ke penisnya. Keras dan hangat, begitulah kesan pertama begitu jari-jariku melingkari batang itu.

Mulailah aku mengocok penis itu dengan tangan kiriku dan yang kanan memegangi milik si gondrong sambil mengoralnya. Si mata besar masih menyusu dengan nikmatnya pada payudaraku, sepertinya dia ketagihan dengan payudaraku yang montok itu.

Putra tidak lama menjilati vaginaku, posisinya digantikan oleh si mata besar yang tidak sabar menunggu giliran, karena paling kecil diapun mengalah pada temannya. Si mata besar mencium vaginaku dengan bernafsu dan terkesan terburu-buru. Aku dibuatnya semakin bergairah melayani kedua penis yang menodongku, secara bergantian kukocok dan kuoral menirukan apa yang pernah kulihat di film porno di rumah temanku.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Rasa jijikku pada penis hitam yang kepalanya seperti jamur itu perlahan-lahan sirna. Yeyen mengungkapkan ekspresi nikmatnya dengan meremas payudaraku yang digenggamnya, sedangkan si gondrong sambil menekan-nekan penisnya ke mulutku ketika gilirannya dioral seolah tidak rela melepaskannya.

Ditambah lagi Putra sedang asyik memainkan putingku, benda mungil berwarna merah kecoklatan itu dia pilin-pilin dengan jarinya sesekali juga dijilati. Si mata besar pun tidak lama-lama menjilati vaginaku, dia lalu bangkit berlutut di antara kedua pahaku dan menempelkan kepala penisnya di bibir vaginaku.

Kuhentikan sejenak aktivitas terhadap dua penis dalam genggamanku untuk memperhatikan penis si mata besar mendesak memasuki vaginaku. Kutahan nafasku sambil menggigit bibir, proses penetrasi itu
kuresapi dalam-dalam.

Setelah masuk sebagian, dia menghentakkan pinggulnya sehingga penis itu menghujam sampai mentok, spontan aku pun menjerit kecil dan merapatkan pahaku. “Waaah… enak pisan, sempit oi!” katanya setelah berhasil membobol vaginaku.

Tanpa buang waktu lagi dia menggenjotku, penis itu keluar-masuk vaginaku. Aku meneruskan kocokanku terhadap si gondrong dan Yeyen, rasa nikmat yang menjalari tubuhku semakin membuatku bersemangat mengocok kedua penis itu.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Si Putra juga makin seru mengisapi payudaraku sampai basah kuyup oleh ludahnya juga oleh ludah orang-orang yang tadi mengisapnya. Tak lama kemudian, ketika aku sedang mengulum penis Yeyen, sesuatu yang basah dan hangat menerpa wajah dan leherku dari samping.

Ow, ternyata si gondrong sudah keluar, kulepas sejenak penis Yeyen dari mulutku, semprotan berikutnya makin membasahi wajahku begitu aku menengok menghadap todongan benda itu. “Uhh…isepin yah Neng !” lenguhnya seraya menjejali mulutku dengan penisnya.

Dalam mulutku penis itu masih menyemburkan isinya dan itu kuhisapi tanpa memikirkan rasa jijik lagi walaupun baunya yang agak menyengat, mungkin karena saking terangsangnya sampai tidak sadar aku jadi seliar itu.

Sampai sejauh ini ponselku yang kutaruh di meja sana sudah berdering sekali dan dua SMS sudah masuk, kubiarkan saja karena tanggung. Aku dapat merasakan penis si gondrong menyusut di dalam mulutku dan pemiliknya terengah-engah. “Yee, payah lu, belum nojos udah ngecrot !” ledek Yeyen pada temannya.

“Enak pisan sih anjrit, sampe ga tahan,” balas si gondrong. Sekarang si mata besar mengajak ganti posisi, mereka lalu membalikkan tubuhku hingga telungkup. Akhirnya ganti posisi juga pikirku, aku sudah gerah daritadi berbaring telentang sambil dikerjai mereka, punggungku panas sekali rasanya dan benar saja keringatku sudah membasahi sprei di bawahku tadi.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Perutku diangkat dari belakang hingga posisiku seperti merangkak. Kutengokkan kepalaku ke belakang dan kulihat si mata besar kembali memasukkan penisnya ke vaginaku. Tusukan-tusukan kembali kurasakan, kali ini lebih cepat dan dalam.

Di depanku si Putra berlutut minta giliran merasakan mulutku. Akupun membuka mulut mempersilakan batang itu memasukinya. Kuemut benda itu tanpa menghiraukan lagi baunya, tidak terlalu besar tapi cukup keras, namanya juga barang ABG. Aku melirik ke atas melihat anak itu merem-melek menikmati kulumanku, lucu juga reaksinya yang amatiran itu.

“Gimana Cep, asyik ga diemot kontolnya ?”
“Si Putra udah gede euy !”

Celoteh-celoteh yang ditujukan pada si Putra itulah yang sempat kudengar waktu itu. Sambil terus mengoral Putra, akupun selalu menggoyang pantatku mengikuti genjotan si mata besar, terus terang rasanya enak sekali seperti diaduk-aduk.

Payudaraku yang menggelayut sedang dipegang-pegang si gondrong yang sedang mengistirahatkan penisnya. Tangan kananku menggenggam penis si Yeyen dan mengocoknya pelan.

“Pelan-pelan aja kocoknya Neng, gak pengen cepet-cepet ngecrot sih !” demikian katanya.
Sibuk sekali aku jadinya dan udara sekitarku serasa makin panas karena dikerubuti empat orang ini, mana badannya lumayan bau lagi.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Hanya birahi yang meninggilah yang mengalihkanku dari semua itu. Sekitar lima belas menit menggenjotku, si mata besar sepertinya mau keluar, kelihatan dari sodokannya yang makin cepat.

“Annjjiiinngg… aaahhh…!” lenguhnya panjang diiringi semprotan spermanya di dalam vaginaku yang tak bisa kutolak. Sialan juga nih orang pikirku, sembarangan main buang di dalam, gak minta izin atau omong dulu kek, padahal gak pake kondom, untung waktu itu aku tidak dalam masa subur, kalo iya kan amit-amit harus hamil sama orang-orang ginian.

Begitu penisnya lepas, aku merasa cairan hangat meleleh membasahi paha atasku. Yeyen langsung mengambil alih posisinya menusukkan penisnya padaku seolah dapat membaca apa yang ada dalam hati kecilku yang masih ingin digenjot karena belum mencapai klimaks alias tanggung.

Si Putra yang masih kuoral nampaknya makin menikmati saja, tanpa sadar dia memaju-mundurkan pinggulnya seakan sedang menyetubuhi mulutku. Dia mengeluarkan spermanya dalam mulutku saat Yeyen menggenjotku dengan ganasnya sehingga aku tidak bisa konsentrasi mengisap penis itu, maka cairan itupun meleleh sebagian di pinggir bibirku.

Setelah Putra melepas penisnya yang telah kubersihkan dari mulutku, lengan Yeyen mengangkat dadaku sehingga kini aku berlutut, Yeyen tidak berhenti menggenjotku sambil menopang tubuhku dengan lengannya yang melingkari perutku. Si mata besar sambil mengistirahatkan senjatanya menggerayangi payudaraku yang membusung dalam posisi itu.

Si gondrong memintaku kembali mengoral penisnya yang sudah mulai bangkit lagi, sepertinya dia suka dengan pelayanan mulutku. Kugenggam penisnya yang disodorkan padaku, ih… masih lengket-lengket bekas spermanya tadi, sedikit jijik aku dibuatnya namun aku juga tak kuasa menolaknya.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Serta merta kumasukkan benda itu ke mulutku, kujilati sisa-sisa spermanya hingga bersih. Di dalam mulutku benda itu semakin mengeras dan bergetar. “Pelan-pelan aja Neng, buat persiapan ngejos di bawah nanti,” katanya. Tak lama kemudian tubuhku kembali mengejang, seperti ada yang mau meledak di bawah sana.

Aku melepas kulumanku untuk melepaskan desahan yang tak bisa kutahan lagi, lendirku pun kembali keluar bersamaan dengan menggelinjangnya tubuhku. Orgasme kali ini terasa lebih panjang, Yeyen masih menggenjot sampai 2-3 menit kemudian hingga akhirnya diapun menghujam penisnya lebih dalam dan mempererat pelukannya.

Dia menggeram dan memuntahkan spermanya ke dalam vaginaku, hangat kurasakan di dalam sana. Kami break sebentar sekitar lima menitan. Saat itu Yeyen dan Putra memperkenalkan dua orang itu kepadaku, yang gondrong namanya Ahmad dan yang matanya melotot itu namanya Ifud, memang benar keduanya adalah teman mereka yang tinggal di pemukiman penduduk tak jauh dari sini.

Yeyen juga bercerita bagaimana mereka bisa masuk sini. Ternyata mereka iseng mengintipku waktu keluar dari kamar mandi tanpa busana tadi lewat lubang angin di atas pintu kamarku dengan memakai bangku tinggi.

Tadinya sih hanya sekedar mau ngintip, tapi tak lama kemudian waktu Ahmad dan Ifud mau pulang mereka ingin ngintip yang terakhir kali dan menemukanku telah terlelap hanya dengan memakai celana dalam dan selimut yang tersingkap.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Situasi kost yang sedang sepi dan nafsu setan mendorong mereka berencana memperkosaku. Maka setelah yakin aku benar-benar tidur, Yeyen mencongkel kaca nako yang tepat di sebelah pintu lalu meraih grendel sehingga mereka bisa masuk dan terjadilah seperti ini.

Aku sebenarnya marah mendengar semua itu, lancang sekali mereka berbuat begitu, ini kan pemerkosaan namanya, tapi mau marah gimana, toh aku juga menikmatinya, salahku juga berpakaian mencolok di depan mereka. Aku menatapi mereka satu-persatu yang memandangi tubuh telanjangku dengan tatapan kesal sekaligus berhasrat. Tidak tau mau omong apa deh, soalnya perasaanku benar-benar campur aduk sih.

“Bentar yah, mau cuci muka dulu,” kataku sambil bangkit dan melangkahkan kakiku dengan gontai ke kamar mandi. Di sana aku mencuci mukaku dari cipratan sperma agar aroma yang menyengat itu hilang. Keluar dari kamar mandi, kembali aku duduk di kasur dikelilingi mereka. Sudah tanggung untuk dihentikan, jadi kuikuti saja deh permainan mereka. Kali ini si Putra yang masih hijau itu minta diajari cipokan.

“Boleh yah Neng, soalnya saya pengen ngerasain dicium cewek itu kayak apa sih, apalagi cewek cakep kaya Neng,” pintanya. Mukaku memerah karena malu dan juga tersanjung akan pujiannya.
“Cium-cium-cium !” teman-temannya yang lain menyorakinya.
“Sssttt… jangan keras-keras dong, ada yang tau gimana?” kataku memperingatkan sehingga mereka mengurangi volumenya.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Aku memejamkan mataku seperti kebiasaanku berciuman menunggu Putra menciumku, pertama-tama aku merasa bahuku dipegang lalu menempellah bibirnya dengan bibirku. Teknik ciumannya benar-benar amatiran, kaku dan membosankan sekali, sehingga aku yang berinisiatif memainkan lidahku baru dia mulai bisa membalasnya. Aku melingkarkan tangan memeluknya dan percumbuan kami makin panas. Selama percumbuan itu juga aku merasakan tangan-tangan lain berkeliaran di sekujur tubuhku, mengelusi punggung, paha, payudara, dll.

Tidak jelas siapa yang melakukan karena aku memejamkan mata, yang jelas darahku mulai bergolak lagi karena belaian ditambah komentar-komentar jorok mereka. Ada seseorang memelukku dari belakang dan menjilati leherku, oohh… benar-benar sensasional, demikian rasanya pertama kali dikeroyok.

Lama juga aku berciuman sambil digerayangi, nafasku sampai naik-turun gak karuan karenanya. Setelah itu si Ahmad gondrong meminta jatahnya, dia berbaring telentang dan menyuruhku membenamkan penisnya pada vaginaku.

Akupun naik ke atas penisnya, benda itu kugenggam dan kueluskan pada kemaluanku dulu supaya nafsu si Ahmad mendidih. Kemudian baru aku mulai menjebloskannya perlahan-lahan.

“Ahhh… eeegghh…” desahku saat memasukkan penis itu, aku memejamkan mata dengan bibir membuka.
Setelah terasa mentok, akupun perlahan menaik-turunkan tubuhku. Ahmad juga mendesah kenikmatan karena penisnya dihimpit dinding vaginaku.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Gerak naik-turunku semakin cepat sehingga payudaraku ikut bergoncang-goncang. Dengan aku yang memegang kendali, si Ahmad kelihatan kelabakan, dia mendesah-desah gak karuan. Kelihatan sekali pengalaman seksnya masih di bawahku.

Dia julurkan tangannya meraih payudara kiriku, sepertinya dia gemas melihat payudaraku yang juga naik-turun itu. Dua orang lainnya duduk menonton liveshow kami, Yeyen sebelumnya telah turun ke bawah untuk memeriksa keadaan dan berjaga-jaga di pos jaga dekat gerbang.

Tak lama kemudian si Ifud mendekatiku dan berdiri di sebelah menyodorkan penisnya yang langsung kugenggam. Jadilah aku bergaya woman on top sambil mengocoki penis Ifud. Ahmad, ternyata tidaklah setangguh yang kukira. Tampang boleh sangar kaya preman, tapi dia orgasme dalam waktu yang relatif singkat, isi penisnya tertumpah dalam vaginaku. Aku paling senang ML di saat safe seperti ini, bebas dari rasa was-was walau pasanganku buang di dalam.

Awalnya Aku Diperkosa Namun Anehnya Aku Malah Menikmatinya – Cerita Becek.

Tanpa malu-malu lagi, kupanggil si Putra agar menuntaskan birahiku. Aku duduk di kasur membuka kedua pahaku seakan mempersilakan anak itu menusuknya, aku harus membimbing penisnya memasuki vaginaku karena ini pertama kalinya bagi dia. Setelah kepalanya menekan bibir vaginaku, kusuruh dia mendorong pantatnya.

Agen Poker OnlineAgen Domino99 OnlineAgen Capsa Susun OnlineAgen AduQ OnlineAgen BandarQ OnlineAgen Bandar Poker OnlineAgen Sakong OnlineAgen Bandar66 Online
“Ohhh… yess !” desahku ketika penis perjaka itu menghujam ke dalam. Selanjutnya yang kurasakan adalah gesekan-gesekan antara penisnya dengan dinding kemaluanku. Putra pun semakin menikmati persetubuhan pertamanya itu dengan makin cepat menusuk-nusukkan penisnya hingga akhirnya kamipun orgasme bersama atas bimbinganku tentang mengatur tempo genjotan.

Judi PokerJudi Domino99Judi Capsa SusunJudi AduQJudi BandarQJudi Bandar PokerJudi SakongJudi Bandar66
Sisa waktu sekitar sejam lebih ke depan aku terus disetubuhi mereka baik secara bergilir maupun barengan. Hingga akhirnya kami semua pun kelelahan bersimbah peluh. Wajahku sekali lagi belepotan sperma karena salah seorang membuangnya di sana ketika orgasme.

Keris99 – Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia
Sejak itu mereka sering memintaku melakukan hal yang sama lagi, terutama Putra dan Yeyen. Terkadang memintanya agak memaksa pula. Memang sih awal-awalnya aku cukup menikmati, tapi lama-lama kesal juga karena mereka makin gak tau diri, misalnya pernah satu malam Yeyen mengetuk pintu minta jatah lagi, sehingga mengganggu tidurku.

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

Silakan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: