Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli
Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

Aku bangun kesiangan. Kulirik jam dinding, ah… pukul 8 pagi. Suasana rumahku sepi. Tumben, pikirku. Segera aku meloncat bangun, mencari-cari istri dan anak-anakku. Tidak ada. Ahh… baru kuingat, hari Minggu ini ada acara di sekolah anakku mulai jam 9 pagi. Pantas saja mereka sudah berangkat. Istriku sengaja tidak membangunkan aku untuk ikut ke sekolah anakku, karena malamnya aku pulang kantor hampir pukul 4 pagi.

Yah, beginilah nasib auditor kalo lagi dikejar tengat laporan audit. Untung saja, ada anggota timku yang bisa mengurangi keteganganku. Ya, Agnes tentunya, yang semalam telah memberikan servis untukku. Baginya, bersetubuh dengan lelaki lain selain suaminya bukan hal yang tabu, karena dia sendiri juga tidak mempermasalahkan jika suaminya berkencan dengan wanita lain. Prinsip mereka, yang penting pasangan tidak melihat kejadian itu dengan mata kepala sendiri.

Aku tersenyum mengingat kejadian semalam. Sebenarnya jam 11 malam kami sepakat untuk pulang kantor, tapi ternyata aku dan Agnes sama-sama lagi horny. Akhirnya, terjadilah seperti yang sudah kuceritakan di atas. Tak terasa, aku mulai horny lagi. Kontolku pelan-pelan mengangguk-angguk dan mulai mengacung.

“Walah…repot bener nih,” pikirku.
“Lagi sendiri, eh ngaceng.”

Kebetulan, di rumah tidak ada pembantu, karena istriku, Indah, lebih suka bersih-bersih rumah sendiri dibantu kedua anakku. “Biar anak-anak gak manja dan bisa belajar mandiri. Lagian, bisa menghemat pengeluaran,” kilah istriku. Aku setuju saja.

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

Kurebahkan tubuhku di sofa ruang tengah, setelah memutar DVD BF. Sengaja kusetel, biar hasratku cepet tuntas. Setelah kubuka celanaku, aku sekarang hanya pakai kaos, dan tidak pakai celana. Pelan-pelan kuurut dan kukocok kontolku. Tampak dari ujung lubang kontolku melelehkan cairan bening, tanda bahwa birahiku sudah memuncak. Aku pun teringat Linda, sahabat istriku. Kebetulan Linda berasal dari suku Chinese. Dia adalah sahabat istriku sejak dari SMP hingga lulus kuliah, dan sering juga main ke rumahku. Kadang sendiri, kadang bersama keluarganya.

Ya, aku memang sering berfantasi sedang menyetubuhi Linda. Tubuhnya mungil, setinggi Agnes, tapi lebih berisi. Yang kukagumi adalah kulitnya yang sangat-sangat-sangat putih mulus, seperti warna patung lilin. Dan pantatnya yang membulat indah, sering membuatku ngaceng kalau dia berkunjung.

Aku hanya bisa membayangkan seandainya tubuh mulus Linda bisa kujamah, pasti nikmat sekali. Fantasiku ini ternyata membuat kontolku semakin keras, merah padam dan cairan bening itu mengalir lagi dengan deras. Ah Linda… seandainya aku bisa menyentuhmu.. dan kamu mau ngocokin kontolku. Begitu pikiranku saat itu.

Lagi enak-enak ngocok sambil nonton bokep dan membayangkan Linda, terdengar suara langkah sepatu dan seseorang memanggil-manggil istriku. “Ndah… Indah… aku dateng,” seru suara itu.

Oh my gosh, itu suara Linda. “Mau ngapain dia ke sini,” pikirku. Kapan masuknya, kok gak kedengaran? Linda memang tidak pernah mengetuk pintu kalau ke rumahku, karena keluarga kami sudah sangat akrab dengan dia dan keluarganya.

Belum sempat aku berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan diri, tau-tau Linda udah nongol di ruang tengah, dan… “AAAHHH… ANDREEEEW…!!!!,”jeritnya. “Kamu lagi ngapain?”

“Aku.. eh.. anu.. aku.. ee.. lagi.. ini…” aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Gugup. Panik. Sal-ting. Semua bercampur jadi satu. Orang yang selama ini hanya ada dalam fantasiku, tiba-tiba muncul di hadapanku dan straight, langsung melihatku dalam keadaan telanjang, gak pake celana, Cuma kaos aja. Ngaceng pula.

“Kamu dateng kok gak ngabarin dulu sih?” aku protes.
“Udah, sana, pake celana dulu! Pagi-pagi telanjang, nonton bf sendirian,lagi ngapain sih?” ucapnya sambil duduk di kursi di depanku.
“Yee… namanya juga lagi horny… ya udah mending coli sambil nonton bf. Lagian anak-anak sama mamanya lagi pergi ke sekolah. Ya udah, self service,” sahutku.
“Udah, Ndrew. Sana pake celana dulu. Kamu gak risih apa?”
“Ah, kepalang tanggung kamu dah liat? Ngapain juga dtitutupin? Telat donk,” kilahku.
“Dasar kamu ya. Ya, udah deh, aku pamit dulu. Salam aja buat istrimu. Sana, terusin lagi,” Linda beranjak dari duduknya, dan pamit pulang.

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

Buru-buru aku mencegahnya, “Lin, ntar dulu lah…”pintaku.
“Apaan sih, orang aku mau ngajak Indah jalan, dia nggak ada ya udah, aku mau jalan sendiri,” sahutnya.
“Bentar deh Lin. Tolongin aku, gak lama kok, paling sepuluh menit,” aku berusaha merayunya.
“Gila kamu ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Linda protes sambil melotot.
“Kamu jangan macem-macem deh, Ndrew. Gak mungkin donk aku lakukan itu,” sergahnya.
“Lin,” sahutku tenang.
“Aku gak minta kamu untuk melakukan hal itu. Enggak. Aku Cuma minta tolong, kamu duduk di depanku, sambil liatin aku coli.”
“Gimana?”

Linda tidak menjawab. Matanya menatapku tajam. Sejurus kemudian.
“Ok, Lin. Aku janji gak ndeketin apalagi menyentuh kamu. Tapi, sebelum itu, kamu juga buka bajumu dong, pake BH sama CD aja deh, gak usah telanjang. Kan kamu dah liat punyaku, please?” aku merayunya dengan sedikit memelas sekaligus khawatir.
“Hmmm… fine deh. Aku bantuin deh… tapi bener ya, aku masih pake BH dan CDku dan kamu gak nyentuh aku ya. Janji lho,” katanya.
“Tapi, tunggu. Aku mau tanya, kok kamu berani banget minta tolong begitu ke aku?”
”Yaaa.. aku berani-beraniin.. toh aku gak nyentuh kamu, Cuma liat doang. Lagian, kamu dah liat punyaku? Trus, aku lagi coli sambil liat BF.. lha ada kamu, kenapa gak minta tolong aja, liat yang asli?” kilahku
“Dasar kamu. Ya udah deh, aku buka baju di kamar dulu.”
“Gak usah, di sini aja,” sahutku.

Perlahan, dibukanya kemejanya dan… ah payudara itu menyembul keluar. Payudara yang terbungkus BH sexy berwarna merah menambah kontras warna kulitnya yang sangat putih dan mulus. Aku menelan ludah karena hanya bisa membayangkan seperti apa isi BH merah itu.

Seteah itu, diturunkannya zip celana jeansnya, dan dibukanya kancing celananya. Perlahan, diturunkannya jeansnya, sedikit ada keraguan di wajahnya. Tapi akhirnya, celana itu terlepas dari kaki yang dibungkusnya.

Wow… aku terbelalak melihatnya. Paha itu sangat putih sekali. Lebih putih dari yang pernah aku bayangkan. Tak ada cacat, tak ada noda. Selangkangannya masih terbungkus celana dalam mini berbahan satin, sewarna dengan BHnya. Sepertinya, itu adalah satu set BH dan CD.

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

“Nih, aku udah buka baju. Dah, kamu terusin lagi colinya. Aku duduk ya,” Linda segera duduk, dan hendak menyilangkan kakinya. Buru-buru aku cegah. “Duduknya jangan gitu dong…”
“Ih, kamu tuh ya… macem-macem banget. Emang aku musti gimana?” protes Linda. “Nungging, gitu?”
”Ya kalo kamu mau nungging, bagus banget,” sahutku.
“Sori ye… emang gue apaan,” cibirnya.
“Kamu duduk biasa aja, tapi kakimu dibuka dikit, jadi aku bisa liat celana dalam sama selangkanganmu. Toh veggy kamu gak keliatan?” usulku.
“Iya… iya… ni anak rewel banget ya. Mau coli aja pake minta macem-macem,” Linda masih saja protes dengan permintaanku.
“Begini posisi yang kamu mau?” tanyanya sambil duduk dan membuka pahanya lebar-lebar.
“Yak sip,” sahutku. “Aku lanjut ya colinya.”

Sambil memandangi tubuh Linda, aku terus mengocok kontolku, tapi kulakukan dengan perlahan, karena aku nggak mau cepet-cepet ejakulasi. Sayang, kalau pemandangan langka ini berlalu terlalu cepat. Aku pun menceracau, tapi Linda tidak menanggapi omonganku.

“Oh Liiiinnn… kamu kok mulus banget siiiihhh…” aku terus menceracau. Linda menatapku dan tersenyum. “Susumu montok bangeeeettttt… pahamu sekel dan putiiiihhhh.. hhhhh.. bikin aku ngaceng, Liiiiiinnn……” Linda terus saja menatapku dan kini bergantian, menatap wajahku dan sesekali melirik ke arah kontolku yang terus saja ngacai alias mengeluarkan lendir dari ujung lobangnya.

“Pantatmu, Liiiinnn… Seandainya aku boleh megang… uuuuhhhhh… apalagi kena kontolku… oouuufff… pasti muncrat aku…” aku merintih dan menceracau memuji keindahan tubuhnya. Sekaligus aku berharap, kata-kataku dapat membuatnya terangsang.

Linda masih tetap diam, dan tersenyum. Matanya mulai sayu, dan dapat kulihat kalau nafasnya seperti orang yang sesak nafas. Kulirik ke arah celana dalamnya… oppsss… aku menangkap sinyal kalau ternyata Linda juga mulai terangsang dengan aktivitasku.

Karena celana dalamnya berbahan satin dan tipis, jelas sekali terlihat ada noda cairan di sekitar selangkangannya. Duduknya pun mulai gelisah. Tangannya mulai meraba dadanya, dan tangan yang satunya turun meraba paha dan selangkangannya. Tapi Linda nampak ragu untuk melakukannya. Mungkin karena ia belum pernah melakukan ini di hadapan orang lain.

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

Kupejamkan mataku, agar Linda tau bahwa aku tidak memperhatikan aktivitasnya. Dan benar saja, setelah beberapa saat, aku membuka sedikit mataku, kulihat tangan kiri Linda meremas payudaranya dan owww… BH sebelah kiri ternyata sudah diturunkan… Astagaaa..!!! Puting itu merah sekali, tegak mengacung. Meski sudah melahirkan, dan memiliki satu anak, kuakui, payudara Linda lebih bagus dan kencang dibandingkan Agnes. Kulihat tangan kiri Linda memilin-milin putingnya, dan tangan kanannya ternyata telah menyusup ke dalam celana dalamnya.

“Sssshh… oofff… hhhhhh…” Kudengar suaranya mendesis seolah menahan kenikmatan. Aku kembali memejamkan mataku dan meneruskan kocokan pada kontolku sambil menikmati rintihan-rintihan Linda.

Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hangat, basah, lembut, menerpa kontol dan tanganku. Aku membuka mata dan terpekik. “Lin.. kamu..” leherku tercekat. “Aku nggak tega liat kamu menderita, Ndrew,” sahut Linda sambil membelai kontolku dengan tangannya yang lembut.

My gosh, perlahan impian dan obsesiku menjadi kenyataan. Kontolku dibelai dan dikocok dengan tangan Linda yang putih mulus. Aku mendesis dan membelai rambut Linda. Kemudian secara spontan, Linda menjilat kontolku yang sudah bene-bener sewarna kepiting rebus dan sekeras kayu. Dan… hap! Sebuah kejadian tak terduga tetapi sangat kunantikan, akhirnya kontolku masuk ke mulutnya. Ya, tongkolku dihisap Linda.

Sedikit lagi pasti aku memperoleh lebih dari sekedar cunilingis. Tak tahan dengan perlakuan sepihak Linda, kutarik pinggulnya dan buru-buru kulepaskan CDnya.

“Kamu mau ngapain, Ndrew?” Linda protes sambil menghentikan hisapannya. Aku tidak menjawab, jariku sibuk mengusap dan meremas pantat putih nan montok, yang selama ini hanya menjadi khayalanku.

“Ohh.. Lin.. boleh ya aku megang pantat sama memiaw kamu?” pintaku.
“Terserah, yang penting kamu puas.”

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

Segera kuremas-remas pantat Linda yang montok itu. Ah, obsesiku tercapai, dulu aku hanya bisa berkhayal, sekarang, tubuh Linda terpampang di hadapanku. Puas dengan pantatnya, kuarahkan jariku turun ke anus dan vaginanya. Linda merintih menahan rasa nikmat akibat usapan jariku.

“Achh… Liiiinn… enak bangeeeeett… sssshhh…” aku menceracau menikmati jilatan lidah dan hangatnya mulut Linda saat mengenyot kontolku. Betul-betul menggairahkan melihat bibir dan lidahnya yang merah menyapu lembut kepala dan batang kelelakianku.

Hingga akhirnya… “Liiinn… bibir kamu lembut banget sayaaaannggg….. aku… kach… aku…”
“Keluarin sayang… kontol kamu udah berdenyut tuh… udah mau muncrat yaaa…”
“I.. iiy.. iiyyaaa… Liiiiinnnnnnnnn… Ouuuuufuffffff… argggghhhhhhhhhh…”

Tak dapat kutahan lagi. Bobol sudah pertahananku. Crottt… crooottt… crooootttt… Spermaku muncrat sejadi-jadinya di muka, bibir dan dada Linda. Tangan halus Linda tak berhenti mengocok batang kejantananku, seolah ingin melahap habis cairan yang kumuntahkan. Ohhhh… my dream come true… Obsesiku tercapai. Pagi ini aku muncratin pejuhku di bibir dan muka Linda.

“Lin, kamu gak geli sayang…? Bibir, muka sama dada kamu kena spermaku?”
Linda menggeleng dengan pandangan sayu. Tangannya masih tetap memainkan kontolku yang sedikit melemas.
“Kamu baru pertama kali kan, mainin kontol orang selain suami kamu?”
“Iya, Ndrew. Tapi kok aku suka ya. Terus terang, bau sperma kamu seger banget. Kamu rajin makan buah sama sayur ya?” tanya Linda.
“Iya. Kalo gak gitu, Indah mana mau nelen sperma aku.”
“Aihhh…” Linda terpekik.
“Indah mau nelen sperma?”
Aku mengangguk. “Kenapa Lin? Penasaran sama rasanya? Lha itu spermaku masih meleleh di muka sama dada kamu. Coba aja rasanya,” sahutku.
“Mmmm… ccppp… ssllrppp….” terdengar lidah dan bibir Linda mengecap spermaku.

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

Dengan jarinya yang lentik, disapunya spermaku yang tumpah di dada dan mukanya, kemudian dijilati jarinya sampe bersih. Hmmm… akhirnya spermaku masuk ke dalam tubuhnya.

“Iya, Ndrew, sperma kamu kok enak ya. Aku gak ngerasa enek pas nelen sperma kamu.”
”Mau lagi…?”
“Ih… kamu tuch ya… masih kurang, Ndrew?”
“Lha kan baru oral belum masuk ke meqi kamu, Lin,” sahutku. ”Tuh, liat… bangun lagi kan?”
“Dasar kamu ya…”
”Bener kamu gak mau spermaku ? Ya udah kalo gitu, aku mau bersih-bersih dulu,” ancamku sambil bangkit dari kursi.
“Mau sih… Cuma takut kalo Indah dateng, gimana donk…” Linda merajuk.

Perlahan kuhampiri Linda, kuminta dia duduk di sofa, sambil kedua kakiya diangkat mengangkang. Kulihat meqinya yang licin karena cairan cintanya meleleh akibat perbuatan jariku.

“Hmmm… Lin… meqi kamu masih basah. Kamu masih horny dong,” tanyaku.
“Udah, Ndrew… cepetan deh… nanti istrimu keburu dateng. Lagian aku udah… Auuuwwww….!!!! Ohhh… Shhhhh…” Linda memiawik saat lidahku menari di ujung klitorisnya.
“Ndrewwww…. kamu gilaaa yaaa…” bisiknya samil menjambak rambutku.

Beceknya Sahabat Istriku Part 1 Ketahuan Sedang Coli – Cerita Becek.

Agen PokerAgen Domino99Agen Capsa SusunAgen AduQAgen BandarQAgen Bandar PokerAgen SakongAgen Bandar66
Kumainkan lidahku di kelentitnya yang udah membengkak. Jari ku menguak bibir vagina Linda yang semakin membengkak. Perlahan kumasukkan telunjukku, mencari G-spotnya. Akibatnya luar biasa. Linda makin meronta dan merintih. Jambakannya makin kuat. Cairan birahinya makin membasahi lidah dan mulutku. Tentu saja hal ini tak kusia-siakan. Kusedot kuat agar aku dapat menelan cairan yang meleleh dari vaginanya. Ya… aroma vagina Linda lain dengan aroma vagina istriku. Meskipun keduanya tidak berbau amis, tapi ada sensasi tersendiri saat kuhirup aroma kewanitaan Linda.

Judi PokerJudi Domino99Judi Capsa SusunAgen AduQJudi BandarQJudi Bandar PokerJudi SakongJudi Bandar66
“C’mon Ndrew… I can’t stand… ochhh.. ahhhhhh.. shhhh…. c’mon honey.. quick.. quick…” Aku paham, gerakan pantat Linda makin liar. Makin kencang. Kurasakan pula meqinya mulai berdenyut… “Sebentar lagi dia meledak,” pikirku.

Keris99 – Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia
“Ting tong” bel rumahku berbunyi.
“Mas.. mas Andrew..” suara wanita di depan memanggil namaku. Sontak kulepaskan jilatanku. Linda memandang wajahku dengan wajah pucat. Aku pun memandang wajahnya dengan jantung berdebar.

BERSAMBUNG.

Cerita Selanjutnya : Beceknya Sahabat Istriku Part 2 Ketahuan Sedang Ngentot

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

Silakan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: