Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi
Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Tolong ke ruangan saya sebentar,” sebuah pesan singkat dari dosen sekaligus pembimbing gua dulu. Dari ruang kerja kecil di sudut gedung dosen, gua beranjak ke sekretariat jurusan, menemui Bu Laras di ruangannya.

“Kamu, masih sibuk penelitian? Kelas banyak?” hardik bu Laras ketika gua sedang menutup pintu ruang sekretariat.
“Enggak sih bu, kenapa ya?” gua masih bingung dengan situasi ini.
“Saya boleh minta tolong, ambil alih kelas saya. Saya harus ke Aussie,” pinta beliau kemudian.

Ya, setahun setelah lulus gua masih mengabdi di kampus, membantu dosen penelitian dan mengajar di mata kuliah dasar. Bu Laras adalah salah satu dosen senior di jurusan gua, idealisme membuatnya dimusuhi jurusan. Dan gua bisa dibilang mahasiswa kesayangannya. Ia sendiri bukan hanya mengajar di kampus ini, namun juga memiliki status dosen di salah satu universitas di Adelaide.

Pembicaraan memakan waktu hingga 3 jam, karena gua harus mengajar di fakultas sebelah, dan bukan mata kuliah dasar, melainkan mata kuliah tingkat 3 dan menjadi bahan skripsi gua dulu. Bu Laras menunjuk gua sebagai penggantinya karena beliau menganggap gua kompeten untuk mengajar ini. Perkuliahan baru dimulai minggu depan. Jatah 2 kelas tambahan diberikan, membuat waktu istirahat dan penelitian gua berkurang, walau pundi keuangan bertambah. Mungkin di kampus ini gua terbilang satu dari beberapa dosen muda yang bengal (ga nurut peraturan). Mengajar dengan gaya urakan macam mahasiswa. Beliau sendiri yang pernah bilang kalau dosen dilihat dari otaknya, bukan gayanya. Nah, mata kuliah yang beliau berikan ini ada di fakultas sebelah, yang aturannya lebih ketat. Mengharuskan gua berpakaian lebih sopan (sedikit).

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Selasa, 9.30

Gua telat di hari pertama gua masuk. Kemeja pendek dilapis blazer untuk menutupi tattoo di tangan kiri gua menjadi style andalan. Masih stereotip kalo orang bertattoo itu urakan, walau di fakultas asal, gua bisa seenaknya ngajar memakai lengan pendek. Pintu gua buka, gua duduk di meja dosen sambil mengeluarkan daftar kehadiran. Beberapa mahasiswi agak tercengang, melihat dosen dengan jenggot tebal, rambut sebahu dan diikat.

“Selamat siang, bu Laras ga bisa menghadiri kuliah ini karena harus penelitian, saya wapol akan menggantikan beliau,” kata gua membuka kelas. Dari total 23 orang di kelas, mayoritas adalah pria, sial. Namun ada satu mahasiswi yang mencuri perhatian gua, dari daftar kehadiran gua tau namanya Clara. Duduk di baris tengah, dengan rambut sebahu yang digerai, perawakan tinggi padat. Mengenakan kemeja merah tipis dengan jeans. kulit kuning langsat cenderung putih dengan wajah khas metropolitan (muka anak gaul).

Suasana hening perlahan cair ketika gua mulai materi. Gua bukan tipikal dosen serius karena selama kuliah gua belajar kalau dosen terlalu serius cuma bikin stress. Mahasiswa juga menyadari kalau gua gak seseram penampakannya. Kelas ini termasuk kelas yang kooperatif. Saling lempar pertanyaan yang kadang berbalut canda.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Minggu kedua

Seperti biasa gua masuk dan menyampaikan materi. Lima belas menit berlalu dan pintu tetiba diketuk. Clara masuk dengan muka agak panik, “maaf mas telat, boleh masuk?” ya menjadi aturan kelas kalau haram hukumnya manggil gua pak. Sekilas gua melihat jam tangan, telatnya belum terlalu jauh mengingat kelas memiliki durasi 3 jam, jadi gua persilahkan dia masuk tapi duduk di row paling depan. Clara duduk tepat berseberangan dengan gua.

Satu jam berlalu, materi hampir selesai, gua memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan, kemudian duduk kembali di meja dosen. Saat itu Clara mengenakan kemeja biru muda berbahan semacam satin yang cukup menerawang, ditambah keringat yang masih bercucuran dan membuat kemejanya sedikit basah. Sambil sesekali menjawab pertanyaan dari mahasiswa lain, gua mencuri pandang ke arah Clara. Gua baru menyadari di balik kemejanya ia hanya mengenakan bra, ketika ia menoleh ke belakang dan terpampang jelas garis bra dari balik kemejanya.

Lima belas menit berselang, ia tetiba membuka kancing paling atas kemejanya dan mengkipas-kipaskan kerah kemejanya. “Panas banget ih,” gerutunya. Gua berusaha mencuri pandang ke balik kemejanya. Belahan dada yang sekilas terlihat, mengkilat karena keringat yang masih membasahi tubuhnya. Berharap kelas lebih lama berlangsung agar gua lebih lama memperhatikan tubuh Clara.

Kelas ini agak unik, walau setelah jam selesai, banyak yang belum membubarkan diri. Dan pada akhrinya gua mulai menyatu. Di kelas profesional, di luar kelas ngerokok bareng. Rian, salah satu mahasiswa bilang sangat jarang dosen di fakultas ini ga ngasih jarak ke mahasiswanya sampe mau ngerokok bareng. Menurut gua sih yang penting di kelas profesional, di luar kita teman.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Minggu kelima

Minggu ini presentasi beberapa kelompok. Clara menggunakan kaos putih berbalut kardigan biru tua. Sambil menunggu kelompoknya maju, ia duduk di baris depan. Setelah gua suruh ia duduk di baris depan, ia cenderung memilih baris depan bersama dua temannya. Kaos yang ia pakai memiliki belahan rendah dan cukup menerawang. Samar terlihat bra berwarna hitam dari balik kaosnya. Ukuran font presentasi yang kecil membuat Clara harus memicingkan matanya dan sedikit condong ke depan. Gua yang duduk di meja depan mendapat suguhan belahan dada yang cukup terlihat dari balik kaosnya yang memang kendor. Satu momen ketika ia bertanya dan kardigannya agak turun, gua baru menyadari bahwa bukan kaos yang ia pakai, tapi tanktop dengan belahan samping yang lebih rendah dari belahan depannya. Membuat bra hitamnya terlihat jelas. Ditambah gumpalan dada yang mencuat seperti bra tidak mampu menahannya.

Clara seperti sadar kalau gua lihat, tapi gua sengaja ga mengalihkan pandangan gua dan tetap memandang belahan dadanya. Ia sedikit melihat ke bawah, ke arah dadanya dan sadar kalau agak sedikit terbuka, namun bukannya menarik ke atas tanktopnya, ia malah membiarkannya dan berlagak seperti ga ada yang terjadi. Untuk beberapa menit sampai presentasi selesai gua bebas untuk terus melihat dadanya. Satu momen ia bahkan sengaja menekan dadanya ke tengah dengan merapatkan kedua tangannya.

“Iya kan mas?… mas?” pertanyaan dari seorang mahasiswa yang lagi presentasi seperti membangunkan gua.
“Ah, iya kurang lebih seperti itu,” jawab gua sekenanya sambil melihat ppt dan mencoba mengikut apa yang sedang dipertanyakan.
Sekilas gua melihat ke arah Clara, iya tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
“Jadi, dia sengaja?” pikir gua.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Minggu ketujuh

Seminggu sebelum UTS, hubungan gua dan kelas ini semakin dekat. Beberapa anak ada yang menghubungi gua, mulai dari nanya materi, sampai nanya mata kuliah lain. Hari ini, seperti berbeda, Clara menggunakan rok sepan pendek hitam, dengan kemeja merah (berbeda dengan beberapa minggu lalu), dan blazer. “Mau lamaran kerja?” canda gu ke Clara. Gua sadari beberapa anak juga berpakaian lebih rapi dari biasanya. “Ada presentasi buat UTS mas abis ini, harus rapi,” jawab Clara. Make sense.

Seperti biasa, Clara duduk di baris depan, berhadapan dengan meja gua. Berhubung ini hampir materi terakhir sebelum UTS, gua merekap beberapa materi yang gua ajarkan. Posisi Clara yang berada di pojok, membuatnya harus duduk agak menyamping agar melihat papan tulis. Awalnya biasa, namun tetiba Clara melebarkan kakinya. Gua masih berpikir positif bahwa itu hanya kebiasaan duduknya. Namun beberpa lama ia tidak merubah posissinya. Gua yang berdiri di sisi papan tulis yang dekat meja gua, menjadi dekat dengan Clara. Penasaran gua ngetes apa Clara benar-benar pamer buat gua. Gua menulis lagi beberapa poin materi. Ketika membalikan badan seperti ingin menjelaskan, dengan sengaja gua menjatuhkan spidol gua. Gua kemudian jongkok mengambil spidol sambil melihat ke arah Clara, lebih tepatnya ke arah roknya. Keadaan ini harusnya Clara segera merapatkan kakinya, tapi ia tetap membuka lebar kakinya sehingga gua melihat bagian dalam paha mulusnya. Kalau gua lebih jongkok atau melihat lebih lama harusnya gua bisa melihat celana dalamnya, tapi suasana ga memungkinkan. Sambil menjelaskan, mata gua memandang seluruh mahasiswa, dan sampai akhirnya melihat Clara. Ia tersenyum sebentar, senyuman penuh kode, kemudian baru merapatkan kakinya. Apa artinya ini? Kelas selesai dengan kepala gua penuh pertanyaan apa maksud Clara. Tapi gua gak berusaha untuk memikirkannya terlalu dalam, mungkin ia cuma menggoda.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Siang menuju sore itu gua kembali ke sekretariat untuk mengambil beberapa data. Daripada mengerjakan di kantin atau di kosan, gua lebih milih ngerjain di kantin sebelah. Sekitar jam 5 tetiba ada yang datang nyapa gua “mas, ngapain?” Clara tetiba duduk di samping gua, dengan dua orang temannya. “Ah ini, nugas” jawab gua sekenanya. Ia memperhatikan laptop dan setumpuk kertas di samping gua, “banyak ya?” tanyanya penasaran. “Yah lumayan, namanya juga kerja,” jawab gua sambil menghisap rokok gua kembali. Gua menutup laptop dan merapikan dokumen yang menumpuk. Kerjaan ini bisa nanti lagi, toh deadline masih jauh. “Yaah kok dimatiin? Ganggu ya mas?” tanya Clara. “Enggak kok, emang udah selesai,” jawab gua. Clara kemudian mengajak gua ngobrol, mulai dari hal-hal sepele, sampai ke materi kuliah. Setengah jam berlalu, langit mulai gelap. Pembicaraan lagi menyenangkan, Clara menanyakan banyak hal tentang gua, dan tentang bu Laras. Ia penasaran seperti apa bu Laras, karena beliau terkenal di fakultasnya sebagai dosen yang menyeramkan.

“Clar, balik yuk,” bisik temannya namun cukup keras sampai gua denger.
“Lo duluan dah, gua ntar aja,” tolak Clara halus.

Temannya pergi, Clara mulai menanyakan gua lagi. Gua ga bisa kabur dari matanya, dan setiap ia tersenyum mata gua seperti ditarik paksa untuk terus melihatnya. Dan akhirnya langit berubah gelap.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Laper ga? Makan yuk,” tanya gua yang mulai berasa laper.
“Mau siih… tapi boseen mas di sini mulu,” jawab Clara dengan muka manja.
“Ah saya 6 tahun di sebelah ga ada bosennya.”
Pernyataan ini memicu rasa penasaran Clara, “kok ga bosen? Bukannya kantinnya gitu-gitu aja ya?” tanya dia kemudian.
“Suasananya enak,” jawab gua.
Ia memutar matanya, agak bingung mungkin.
“Mau nyoba makan di sana?” tawar gua kemudian.
“Boleh boleh, yuuk!” Clara bersemangat sambil menarik tangan gua.
Kemudian ia sadar, melepaskan tangan gua, agak tertunduk malu, “eh, maaf mas”.
Gua mengenakan tas gua, dan memegang jemari Clara, “yuk, santai aja kali.”
Clara menyambut dengan menggenggam tangan gua.

Ga lama emang kami bergandengan, gua langsung melepas tangannya karena takut dengan regulasi kampus dan masalah profesionalitas. Sepuluh menit berjalan akhirnya kami sampai ke kantin fakultas gua. Suasana masih sama, banyak anak yang main gitar sambil nyanyi ga jelas. Kami duduk di pojok, agak jauh dari keramaian. Sambil mengunyah makanan masing-masing, Clara nampak bersenandung mengikuti lagu.

“Enak ya ampe malem masih rame, pantes betah,” celetuknya di tengah makan.
“Ya gitulah makanya betah.”

Kami selesai makan dan melanjutkan obrolan.
“Mas, kenapa make blazer terus dah?” tanya Clara tetiba.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Sebenarnya gua males buka-bukaan, tapi ya udalah. Gua ga menjawab tapi malah membuka blazer gua.
“Ini kan ngelanggar aturan,” jawab gua kemudian sambil menunjukan tattoo di pergelangan tangan kiri gua.
“Cool!” Clara nampak antusias sambil memegangi kedua tangan gua.
“Arti gambarnya apa mas?” tanya Clara yang gua jawab dengan arti tattoo pohon yang di arsil di tangan kiri gua.
Ia masih antusias dan menanyakan tentang tattoo, ia juga menceritakan beberapa temannya yang memiliki tattoo.

Perbincangan kami makin seru. Dan tetiba, “panas ya,” seru Clara kemudian sambil mengibas-kibaskan blazernya.
“Buka aja sih, ya panas lah, kantin,” jawab gua sekenanya.

Awalnya Clara nampak menolak, ia sedikit berpikir kemudian membuka blazernya, ternyata kemeja yang dipakainya adalah kemeja tanpa lengan. Lengan putih mulus dan siluet bagian samping dadanya yang bulat membusung terlihat jelas. Mata gua ga bisa lepas dari dua bukit yang menjulang dan terlihat jelas. Ga terasa waktu menunjukan jam 9. Clara mengajak gua pulang. Gua menawari dia untuk diantar pulang.

Gantian ia bangkit, menjulurkan tangannya, “yuk,” ajak Clara sambil tersenyum. Gua bangkit dan meraih tangannya. Berbeda dari gua tadi, ia tidak melepaskan pegangan tangannya. Kami berjalan bergandengan hingga sampai ke parkiran dosen. Sebenarnya, dari kata-kata Clara, jarak kosannya dari kampus cuma sebatas tembok kampus, tapi harus muter karena pakai mobil. Di jalan tetiba Clara merangkul tangan kiri gua yang emang steady di tuas gigi, “dingin banget sih mas mobilnya,” kata Clara manja. Gua bisa merasakan dadanya menempel di lengan gua, tepat di atas sikut. “Ya mau gimana, malem, buka jendela aja?” tanya gua kemudian dijawab dengan gelengan manja Clara. Sepintas gua rasakan bra yang ia gunakan bukan tipe bra yang bergabus tebal, jadi bisa terasa empuk-empuk dadanya. Sengaja gua naik turunin gigi, biar lengan gua bergerak menyenggol-nyenggol dada Clara. Gua berpikir awalnya ga sengaja ia menyentuhkan dadanya, tapi beberapa senggolan hingga yang sengaja gua bergerak buat nyenggol, Clara ga mengubah posisinya. Lima belas menit dan kami sampai di depan kosan Clara yang ternyata cuma berjarak 4 rumah dari kosan gua. Malam itu gua kepikiran, sebenarnya kenapa Clara? Apa dia suka sama gua? Atau ini kisah lain mahasiswa menjilat dosen demi nilai? Entahlah.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Kamis malam, 2 hari setelahnya

Sekitar jam 10 malam di kosan, gua baru menyelesaikan beberapa input data, dan bersiap streaming anime. Tetiba hape gua berbunyi, telpon dari Clara ternyata.
“Mas, maaf mengganggu, lagi di kosan ga?” tanyanya dengan suara yang agak bergetar seperti habis nangis.
“Iya di kosan ni, kenapa ya?” balas gua agak bingung.
“Clara boleh ke sana ga? Plis banget mas plis, nanti Clara jelasin.”

Gua gak tega dengan suara bergetarnya, pun karena kosan gua bebas campur jadi ga masalah. Akhirnya gua iyain permintaan dia. Bakar rokok sebatang dan gua turun (kamar gua di lantai 3). Baru gua sampai pagar, terlihat sesosok gadis berjalan cukup cepat. Menggunakan Celana pendek kain sepaha, kaos bali gombrong, dan jaket yang ga diresleting, dengan tas ransel di punggungnya. Clara berjalan tergopoh, gua langsung mengajaknya masuk ke kamar gua.

“Laptop Clara tetiba mati mas, ga mau nyala lagi, padahal ada UTS dikumpulin besok pagi, boleh pinjem laptop mas ga? Plis, Clara kerjainnya di sini deh,” begitu masuk kamar, Clara langsung menjelaskan maksudnya.

Gua langsung mempersilahkannya memakai laptop gua. Perlu dijelaskan, kosan gua emang agak gede, kasur single di pojok, laptop gua taro di lantai, nyangkut ke speaker luar karena speaker laptop sudah mati, dan cuma dengan kipas laptop sebagai alasnya, praktis kalau mau ngerjain sesuatu ya tiduran, atau dipangku laptopnya.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Emang warnet seberang kosan mu penuh?” tanya gua membuka perbincangan saat Clara sibuk ngeluarin buku catatannya.
“Ga ada aplikasi statistik mas, Clara panik banget. Pinjem ya,” balas Clara dengan nada masih panik.

Awalnya Clara mengerjakan dengan memangku laptop, karena emang gua larang untuk narik ke manapun, lagi nyetel lagu. Ia nampak sedikit kesulitan mencocokan data di catatannya dengan yang dimasukan ke laptop, jadi gua ambil inisiatif ngebantu. Gua langsung pasang mode kerja, tengkurep menghadap layar.

“Mas, agak panas ya?” tanya Clara tetiba sambil mengibas-kibaskan jaketnya.
“Yah emang kosanmu ada AC-nya, di sini mah pakainya kipas,” jawab gua seadanya.
“Boleh Clara lepas jaket?” ia meminta izin kemudian, gua hanya menjawab anggukan.

Clara menaruh laptop di lantai, bangkit dan melepas jaketnya. Lengan putih itu nampak lagi. Baju yang ia kenakan ternyata hampir tanpa lengan. Clara kemudian malah tengkurap di samping gua, “pegel mas lehernya nunduk mulu, sambil tiduran gapapa ya?” tanyanya yang seperti ga butuh jawaban gua.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Gua seperti mendengar beberapa kali samberan petir, yang kemudian disertai guyuran hujan yang cukup deras. Tapi keseriusan kami ga terganggu karena deadline semakin dekat. Jam setengah 12, akhirnya Clara selesai mengerjakan UTSnya dan mengirimkannya ke email dosen.

“Yah ujan mas?” tanyanya baru sadar kalau udah setengah jam lebih hujan deras.
“Kamu kemana aja? Fokus banget,” jawab gua sambil noyor kepalanya.
“Yaah gimana dong, punya payung mas?” tanyanya agak cemas.
“Ga punya, lagian kosan kamu kan deket, ujan-ujanan dikit gapapa,” jawab gua sekenanya.
“Clara sih gapapa, datanya basah gimana, masih buat uas ini,” serunya sambil menunjuk setumpukan kertas yang daritadi kami pelototin angka-angka di dalamnya.
“Ya udah tunggu reda aja dulu, ngapain kek,” jawab gua sambil bangkit duduk.

Clara masih asyik tengkurap. Tekanan dari badannya membuat dadanya mencuat ke samping tertahan bra, bokongnya membusung berani, bulat dan seperti minta dicubit. Dalam hati sudah muncul pikiran selama ini Clara memamerkan badannya, boleh gua jamah nih. Tapi gua buang jauh-jauh pikiran itu, gua cuma dosen pengganti, kalau sampe Clara ngadu ke bu Laras selesai semua karir nama baik gua.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Mas punya film ga? Nonton aja yuk,” tanyanya tetiba.
“Film apa? Bokep?” tanya gua mencoba mancing.
“Yee jangan, kalau itu entar Clara ga pulang.”
Jawaban itu aneh, apa itu berarti kalau gua buat dia terangsang dia rela gua tiduri? Ah setan makin merasuk.
“Tadi lagi mau nonton anime sih, tuh liat aja di tab,” jawab gua kemudian.
“Wah mas ngikutin ini juga? Ih episode baru uda keluar ya? Mau dong mau dong,” jawab Clara antusias ketika melihat tab anime yang lagi gua streaming.

Akhirnya kami tonton lah itu film.
“Mas kok duduk? Clara tiduran aja gapapa kan?” tanyanya tetiba setelah memulai film.
“Pegel, sakit keteken ga enak” jawaban gua masih terus memancing.

Pikiran gua sudah mulai kotor terus ngeliat bokong dan dada yang terjepit itu.
“Hah sakit? Ooh dedeknya yaa… ahahaha.”
Clara seperti paham dan malah bercanda.
Kenapa pancingan gua terus-terusan disambut, hmmm.
“Iya lah, gede sih jadi ketindihan kan sakit, hahaha,” jawab gua terus memancing.
“Hmmm sombongnya, segede apa sih?” tanya Clara nantang.
Gua sudah mulai frontal dan menjurus.
“Gede deh, masuk mulut kamu mah ga muat,” jawab gua sekaligus menantang.
“Dih, iya deh, mulut Clara yang kecil mas itu sih,” jawabannya ternyata ga seperti yang gua harapkan.
Gua kira dia bakal nantangin.
Gua patah akal, gua kembali nanya ke Clara, “kamu sendiri tengkurep gitu ga sesek?” gua nanya sekaligus tangan gua nunjuk ke arah dadanya.
“Hah? Ini? Engga sih, ga sesek cuma ngganjel ajah,” kata Clara sambil tangannya memegang dada bagian sampingnya.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Clara kemudian bangkit, duduk di sebelah kanan gua. katanya sesek lama-lama tiduran. Ya okelah, kami kemudian mulai menonton episode baru anime tersebut. Baru berlalu 15 menit tetiba petir menyambar keras, dan listrik langsung padam.

“Hiyaaaah gelap mas,” sontak Clara tetiba.
“Trafo kesamber petir kali,” jawab gua santai.
“Mas kok suaranya ilang juga? Speaker laptopnya kemana?” tanya Clara yang menyadari film yang kami tonton tetiba mute.
“Rusak speakernya, makanya pakai speaker luar,” jawab gua.
“Oh,” Clara menjawab seperti kehabisan stok pertanyaan.
Ruang gelap gulita, cahaya cuma dari layar laptop. Kami berdua diam menyisakan berisik guyuran hujan menghujam talang air dan atap mobil.

Gua memandang Clara, ya hanya wajahnya yang terlihat jelas disinari layar laptop. Clara seperti sadar pandangan gua ga bergerak dari wajahnya, “Kenapa mas? Liatin aja,” tanyanya.
“Cakep juga kamu ya,” jawab gua sambil memandang lurus matanya.
“Dih kemana aja sebulan lebih tiap Selasa ngeliat?” candanya sambil sedikit tertawa.
“Selama ini ada pengalih terus kan, sekarang cuma kamu yang keliatan, ternyata cantik,” jawaban gua bernada serius, meredakan tawa kecil Clara.
Ia juga memandang lurus mata gua. Perlahan tangan gua merangkul Clara, tak ada perlawanan.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Kami berdua diam saling berpandangan. Tangan gua naik hingga ke belakang kepalanya, sedikit membelai rambutnya dan perlahan menarik kepalanya mendekati gua. Sementara tangan kiri gua perlahan menutup layar laptop. Cahaya semakin meredup karena mengarah makin ke bawah, temaram gua bisa melihat mata Clara perlahan tertutup ketika kepalanya semakin mendekati kepala gua. Tak ada perlawanan sama sekali. Dan layar laptop sudah sepenuhnya tertutup, ruangan ini gelap gulita tepat ketika bibir gua menyentuh bibir Clara. Tarikan nafas cukup panjang sayup terdengar di antara guyuran hujan ketika bibir kami bersentuhan. Tak ada penolakan, gua mulai melumat bibir Clara. Bibir mungil tersebut sedikit terbuka, memberi ruang untuk lidah gua bergerilya masuk, yang langsung disambut oleh lidahnya yang seperti sudah tidak sabar.

Di tengah silat lidah ini, tangan Clara perlahan merangkul gua. Tangan kanan gua masih menahan kepalanya untuk ga berhenti berciuman. Nafasnya terdengar makin cepat. Tangan kiri gua yang sudah bebas tugas perlahan membelai perutnya, sangat perlahan naik hingga bagian bawah dadanya. Mencari lampu hijau, gua colek-colek sedikit dadanya. Bukan penolakan yang gua dapat, tapi tarikan nafas cepat ketika gua menyentuh dadanya. Ini pertanda yang gua cari. Jemari gua langsung terbuka lebar, gua angkat sedikit dan langsung meremas dada kanan Clara. “Mmmmmhhhhhh,” Clara melenguh di tengah ciuman kami yang semakin intim. Gua menyedot paksa lidah Clara masuk ke rongga mulut gua.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Ngghh nghhh nghhh,” Clara mendesah teratur ketika gua meremas dadanya dari luar kaos. Tangan kiri gua berhenti meremas dada Clara dan mulai bergerilya ke balik kaos. Perlahan gua sentuh perutnya, terus naik ke atas. Niat gua mau masuk langsung ke balik bra, ternyata sempit banget, sangat sulit untuk dijamah. Clara tetiba sedikit mendorong gua, hingga melepaskan ciuman kami. “Susah ya?” tanyanya sambil sekelebat gua melihat tangannya mengarah ke punggungnya. Ia kemudian menurunkan tali bra dari lengannya. Setelah melepaskan kedua sisi tali bra dari tangannya, Clara langsung merangkul gua dan melumat liar bibir gua. Tangan kanan gua merangkul punggung Clara, dan tangan kiri gua kembali bergerilya masuk ke balik kaosnya. Ketika gua mendapati bra Clara sudah turun, langsung gua tarik keluar dan gua lempar sembarangan. Tangan kiri gua langsung bergerilya masuk kembali dan meremas dadanya. “Aaaaaahhhhhh” seketika Clara melepas ciumannya untuk melenguh panjang. Kemudian ia kembali melumat bibir gua, lidahnya liar menari di dalam mulut gua ketika tangan kiri gua bermain di dadanya, meremasnya hingga mencubit putingnya. Clara merangkul gua erat, membuat tangan kiri gua terjepit di antara dadanya, ga bisa berbuat apa-apa kecuali meremasi kedua dadanya. Sementara mulut kami terkunci dalam satu ciuman yang kian memanas.

Perlahan gua melepaskan ciuman kami, kepala gua turun. Clara melepaskan rangkulannya. Kedua tangan gua meremas dada Clara sambil menampik kaosnya ke atas. Kepala gua perlahan mengarah ke dada kirinya. Clara nampak paham, ia langsung menaikan kaosnya melewati kepalanya dan membuangnya entah kemana. Gua gigit kecil puting kirinya sambil gua remas dada kanannya. Bergantian perlakuan ini ke kedua dadanya sambil sesekali gua isap putingnya kuat-kuat. “Aaahhh maaaas, enak banget siih… aaaaahh” Clara melenguh, meracau sejadinya ketika putingnya gua isap kuat-kuat. Di tengah permainan ini, tetiba listrik kembali menyala. Mata gua seperti kena blitz, terang sesaat baru kemudian jelas gua lihat puting pink yang sudah mencuat dari dada putih bulat membusung. Gua kemudian menyelesaikan permainan, hendak melihat ekspresi Clara.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Clara nampak agak malu, mungkin listrik yang menyala seperti menyadarkan dia sesaat, namun libidonya sudah sangat tinggi, wajahnya sayu.
“Kenapa mas?” hardik Clara ketika gua melihat wajah cantiknya dalam suasana terang benderang. Semua terlihat jelas, bra putih dan kaosnya yang bergeletakan juga kembali terlihat.
“Ga cuma mukanya cantik, dadanya juga bagus banget sih kamu,” puji gua.
Clara sedikit tersipu, “ah bisa aja mas.”

Beberapa detik kami kembali saling diam, agak kikuk harus melanjutkan permainan atau bagaimana. Hingga tetiba tangan Clara mengarah ke selangkangan gua, dan langsung mengusap-usap penis gua dari luar celana.

“Mana yang katanya ga muat di mulut, Clara mau coba dong,” goda Clara sambil tangannya mengusap-usap penis gua.

Matanya sangat sayu, ia kemudian juga menggigit bibir bawahnya setelah bicara. Libidonya jelas sudah sangat tinggi.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Gua langsung melempar badan gua telentang di lantai, memberi kebebasan pada Clara untuk ngapa-ngapain gua. Ia kemudian duduk di samping gua, tangannya mengelus-elus penis gua dari luar celana. Ia kemudian menurunkan sedikit celana dan cd gua, membuat kepala penis gua muncul dan batang penis terjepit celana. Kemudian menjilati perlahan kepala penis gua. Sesekali Clara ngeliat gua sambil tersenyum menggoda. Seperti puas ngebuat gua kentang, baru ia kemudian menurunkan celana gua, dan melemparkannya sembarangan. Ia juga menaikan sedikit baju gua biar ga menghalangi penis. Penis gua tegak berdiri, dan Clara agak terbelalak. “Gede ya, muat ga nih,” entah ini ekspresi kaget asli atau semacam lip service. Ia kemudian beranjak duduk di antara paha gua.

Tangannya mengocok pelan penis gua sambil perlahan Clara mendekatkan wajahnya. Kembali ia menjilati kepala penis gua. Baru kemudian mulutnya terbuka lebar dan perlahan memasukan penis gua ke mulutnya sambil tangannya tetap mengocok pelan batang penis gua. Clara mengulum perlahan, kepalanya naik turun. Ketika kulumannya kian dalam, tangannya beranjak turun dan mengaduk-aduk kedua biji gua. Tiga menit berlalu, kepalanya makin cepat bergerak naik turun. Tangannya bertopang di panggul gua. penis gua berasa hangat walau sesekali terantuk gigi. Sekeras apapun Clara berusaha, kapasitas mulutnya hanya sampai sekian persen penis gua. “Whuaaaahh, susaaah,” seru Clara sambil melepaskan kulumannya. Gua tersenyum ngocol, “ga muat kan.”

Clara nampak sedikit cemberut, merasa dirinya gagal menerima tantangan. Rautnya tetiba berubah tersenyum, “Clara tau caranya, pasti muat ampe ujung.”
“Gimana?” tanya gua sekaligus nantang.
“Mas tutup mata dulu, rahasia ini, pokoknya ampe ujung,” pinta Clara sambil menaikan kaos gua.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Tepat ketika leher kaos melewati hidung ia berhenti. Membuat mata gua ketutup dan kedua tangan gua mengarah ke atas.
“Janji ga boleh liat, pokoknya Clara marah kalo mas liat,” rajuknya.
“Iya, coba mana trik rahasianya,” tantang gua. emang mata gua ketutup sama sekali, gua ga bisa ngeliat apa-apa seperti saat gelap tadi.
Gua bisa ngerasain tangan Clara mengocok perlahan penis gua. Kemudian melepasnya. Kok gua jadi ga diapa-apain gini?
“Clara mana triknya?” tanya gua sambil memastikan Clara ga pergi.
“Sebentar mas,” jawab Clara sambil gua rasakan tangannya kembali mengocok penis gua tapi dengan posisi yang aneh.
Gua merasakan genggamannya aneh.

Tetiba bleeesss… ”Hhhhhaaaaahhhh” Clara melenguh kencang bersamaan dengan gua merasakan penis gua masuk ke sebuah goa yang sangat sempit, hangat, berlendir dan berdenyut di seluruh sisinya. Gua langsung menaikan kaos gua dan membuangnya, sedikit bangkit dan gua lihat Clara berjongkok menghadap gua, telanjang bulat tanpa apapun menutupinya lagi. Nampak vagina berwarna coklat muda yang dipenuhi bulu-bulu halus. Penis gua sepenuhnya tertanam ke dalam vagina Clara. Ia kemudian tersenyum puas dengan wajah yang sudah sangat sange.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Muat kan mas ampe ujung,” katanya sambil perlahan bergoyang naik turun.
“Iya muat ampe ujung, tapi curang, itu bibir bawah, bukan bibir atas,” gua masih berusaha bicara di tengah kenikmatan luar biasa ini.
“Ssshhh… ahhh… gapapahhhh… lebih enak juga kan, ahhhh…”
Clara berusaha menggoda gua sambil bergoyang naik turun.
“Aahhh, iya enaak,” gua sudah ga bisa nahan lagi, dinding vagina Clara terus menekan penis gua, membuat sensasi yang sangat nikmat.

Setiap kali Clara bergerak turun, gua hentakkan bokong gua ke atas, menjadikan gerakan gua dan Clara saling berlawanan. Setiap hentakkan yang terjadi Clara selalu melenguh kencang.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Aaaahh… uuhhh… mhhh… enaak maaas…” Kedua tangan gua juga meremas dada Clara yang berguncang liar, sambil sesekali mencubit putingnya. Sepuluh menit berlalu, “ahh maasss keluaaar…” Clara melenguh kencang, dan satu hentakkan keras terakhir membuat tubuhnya membusung dan bergetar. Penis gua berasa dimandikan oleh cairah hangat yang mengguyur di dalam vagina Clara. Clara langsung tumbang ke depan, gua menahannya dan langsung memeluknya.

“Enaak banget mas… enak banget…” bisik Clara. Gua peluk dia dan membalik posisi, ia kini di bawah. Kakinya gua topang di bahu gua. Perlahan gua pompa Clara.
“Ahh iya mas teruss… ahhh…” Clara meracau sejadinya ketika gua mempercepat gerakan gua. Bermain di rpm tinggi membuat Clara meracau semakin aneh, “ahhh teruss… fuck.. yess.. ahhh…” lengkingan, racauan, dan lenguhan menyatu dengan nafas yang kian cepat dan hujan yang masih deras.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Sekitar 10 menit sampai gua merasakan gua hampir keluar. “Ahhh mas mau keluar lagi…” Clara bersiap untuk orgasme keduanya, pun gua merasakan sudah di ujung. Kaki Clara tetiba turun dan menyilangkannya di punggung gua, mengunci posisi gua sekarang. “Terus maas Clara mau keluaar,” Clara meracau makin liar sampai gua harus nyium dia untuk menutup mulutnya. Kakinya mengunci di punggung gua, tangannya mengikat leher gua untuk ga melepaskan ciuman, dan tubuhnya bergetar hebat. Gua merasakan penis gua seperti dipijat, seluruh dinding vaginanya berdenyut, membuat vaginanya makin sempit dan memberi pijatan hebat ke seluruh penis gua.

“Ssssshhhaaaaaahhhh….” Clara mendesah lemas disertai dengan guyuran cairan hangat. Dan gua mencapai ujungnya, “ra, mau keluaar,” gua memperlambat gerakan gua, bersiap mencabut penis gua. tapi kaki Clara mengikat gua makin kuat, bokongnya bergoyang seperti minta untuk gua pompa lebih cepat. Tangannya mengunci di tengkuk gua. ia melepaskan ciumannya, berbisik di telinga kiri gua “ga mau, ahhh… ga boleeeh, ahh… entot teruus… jangan dilepas… ahhh…”

Gua hilang akal, gua pompa Clara secepat dan sekeras yang gua bisa. “Aaaahhhh iyaaaahhhh… teruuus…” Clara kian meracau. Gua ga bisa nahan muatan penis gua lagi. Satu hentakan terakhir penis gua masuk sedalam mungkin ke vagina Clara, dan langsung memuntahkan lava putih hangat di liang rahim Clara. Tubuh gua bergidik, 7 semprotan bersarang dalam vaginanya. “Aaaaaaahhhh enaaaaak…” Clara mendesah dan meracau ketika ia gua rangkul erat sambil penis gua memuntahkan seluruh muatannya.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Setelah yakin semua muatannya keluar, Clara baru melepas seluruh kunciannya dan baru gua cabut penis gua. Gua duduk di antara paha Clara, melihat lava putih perlahan meleleh keluar bercampur cairan hangat dari vagina nya yang menganga. Tangan Clara menengadah ke atas meminta gua memeluknya. Gua tidur di sampingnya dan memeluk Clara erat. Kami kembali berciuman sebentar.

“Enak banget mas, sumpah demi apapun enak,” puji Clara. Gua hanya menjawab dengan senyuman. Beberapa menit mengisi tenaga, Clara kemudian bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan vaginanya. gua pindah tiduran di kasur. Pikiran gua baru agak jernih, inget kalau gua buang muatan di dalam. Deg-degan juga sih. Clara keluar dari kamar mandi, gua masih ga berani bilang apa-apa. Ia kemudian duduk di bibir ranjang. Melihat gua dengan mata penuh kepuasan, kemudian pandangannya perlahan turun ke penis gua yang sudah menyusut. Ia kemudian membelai penis gua.

“Entar kalo udah gede, ngentot lagi ya… Clara ketagihan,” goda Clara.
“Itu, peju, gapapa?” gua panik sampai ga bisa ngomong kalimat lengkap.
Clara tersenyum, “kondom itu proteksi lemah, sering sobek, kalo KB 99% aman.”
Dan gua bisa nafas lega atas jawaban itu, pantas Clara pede banget untuk gua keluar di dalam.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Hujan masih mengguyur deras, dan waktu sudah menunjukan tengah malam. Clara merebahkan dirinya di samping gua, di kasur yang sempit ini sehingga kami harus tidur miring agar muat. Clara tiduran membelakangi gua.

“Mas, Clara boleh nginep aja ga? Udah tengah malem,” ujarnya tetiba.
Gua merangkul perutnya sambil membalas, “baru mau minta kamu nginep aja daripada tengah malem pulang, hahaha.”
Clara tetiba membalikan tubuhnya sehingga tidur miring menghadap gua.
“Iya mas boleh? Asyik…” serunya kemudian mengecup bibir gua, lalu tersenyum manja.

Tangan gua beranjak naik dan mengusap rambutnya. Gua kemudian tidur telentang, tangan kiri gua menjadi bantal Clara, ia tidur sambil memeluk gua. Tangan kiri gua mengusap-usap rambutnya. Malam kian larut, kami tidur tanpa mengenakan apapun yang menutupi tubuh kami. Ga butuh waktu lama hingga Clara terlelap, mungkin ia sudah kelelahan.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Pagi menjelang, gua bangun dan melihat jam, baru jam 6. Clara sudah tidur berubah posisi, miring membelakangi gua. Perlahan gua rangkul perutnya, berbisik di telinganya. “Clara, udah pagi, bangun.” Ia masih pulas tertidur. Beberapa kali gua membangunkannya dan tidak ada respon. Perlahan gua berbisik, kemudin iseng gua mengendus di lehernya. Clara bergidik namun masih pulas. Tangan kanan gua naik perlahan dari perutnya, menuju dadanya yang tumpah ruah. Gua elus perlahan, masih ga ada respon. Gua kemudian cubit pelan putingnya. “Mmmhh…” Clara bergidik sambil sedikit mendesah. Beberapa kali gua cubit perlahan putingnya, kemudian gua remas pelan dadanya, kiri kanan bergantian. “Mmhhh, aaahhhh” Clara mendesah sambil masih terlelap, jadi seperti mengigau. Gua mainkan kedua putingnya, sambil gua jilati lehernya. Clara semakin mendesah, namun belum ada tanda ia bangun. Tangan gua turun dari dadanya menuju bokongnya. Gua cubit bokongnya, dan ia masih juga belum bangun. Kemudian tangan gua turun sedikit ke selangkangannya, gua elus vagina yang mengintip di antara kedua belah bokongnya. “Aahhhh… ahhh…” Clara mendesah, bokongnya bergoyang mengikuti pola elusan jari gua di bibir vaginanya. Gua kemudian memainkan Clitorisnya yang terjepit di antara bibir vagina dan pahanya. “Aaaahhhh… mmmmm…” desahan Clara makin mejadi, tubuhnya bergoyang, namun masih seperti orang mengigau. Vaginanya perlahan basah, dan bahkan sudah hampir banjir.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Penis gua sudah berdiri tegak, antara sange dan berdiri ketika pagi. Gua selesaikan gesekan jemari gua di vagina Clara. Gua kemudian memegang penis gua, mengarahkannya ke antara dua bokong Clara. Gua gesekan perlahan penis gua di bibir vagina yang mengintip tersebut. “Mmmhhh” Clara mendesah kembali, disertai bokongnya yang bergoyang perlahan. Gua mengira-ngira di mana letak lobang vaginanya, gua arahkan kepala penis gua tepat di depan lobang vaginanya, dan perlahan gua memasukan penis gua ke dalam vagina Clara.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Kepala penis gua kini sudah masuk, menyisakan batang penis yang sudah keras di luar. Tangan kanan gua kemudian meremas melebarkan bokong Clara dan dengan kekuatan penuh gua benamkan seluruh penis gua ke dalam vagina Clara. “Huaaaaahhh…” Clara sedikit berteriak ketika sodokan gua langsung membenamkan seluruh penis gua ke dalam vaginanya yang sudah basah. Langsung gua sodok cepat Clara. Posisi ini membuat vaginanya terasa lebih sempit. Penis gua seperti dijepit oleh ruang hangat yang telah basah. Tangan kanan gua naik dan langsung meremas dada Clara.

Beberapa lama gua menggoyang Clara barulah ia bangun, “mmhhh aaahhh maas enaaaak, teruuus” Clara bangun langsung meracau. Tangannya langsung merangkul kepala gua. Tangan gua kemudian mengangkat kaki kanan Clara, membukanya lebar, kemudian tangan gua langsung menyusup ke perutnya dan turun ke vaginanya. Di balik rambut-rambut halus vagina itu gua mainkan Clitoris Clara sambil masih memompanya. Kepala Clara menengadah sambil terus meracau “hhhaaaahhh teruus… teruus mas teruus, Clara mau pipis…”

Beberapa sodokan kencang membuat tubuh Clara membusung, tangannya kencang merangkul kepala gua, tubuhnya bergetar, sesaat kemudian gua merasakan penis gua diguyur cairan hangat yang begitu deras disertai lenguhan panjang Clara. Memastikan ia selesai orgasme baru gua cabut penis gua, dan cairan putih mengalir keluar vaginanya, membasahi bulu-bulu halus yang sudah lembab.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Gua kemudian membalik tubuh Clara, memeluknya erat dan mencium bibirnya mesra.
“Selamat pagi Clara.” Clara tersenyum manja, ia memeluk gua erat sehingga penis gua yang masih berdiri tegak menempel di perutnya.
“Pagi mas, pagi-pagi Clara udah dientot aja mas,” timpalnya sambil tersenyum manja.
“Ya kamu dibangunin ga bisa, memek udah basah, tusuk aja lah, hehehe. Marah ya?” balas gua kemudian.
Clara menggeleng, “enggak, alarmnya enak banget mas. Clara biasa bangun sebel kalo bunyi alarm, kalo ini enak.”
Jawaban diiringi dengan tawa kami pagi itu.
“Kamu enak, mas kentang nih,” timpal gua.
“Uuuu kaciaan dedeknya belum keluar yaa,” canda Clara sambil tangannya perlahan mengocok penis gua yang masih berdiri tegak.
“Masukin lagi ya?” tanya gua minta ijin.

Clara bangkit duduk sambil tangannya masih memegang penis gua.
“Bukan ga mau mas, Clara lemes entar ga bisa kuliah, disepong aja yaa?” jawabnya yang tanpa menunggu balasan gua.

Wajahnya mengarah ke penis gua dan langsung menjilati kepala penis gua. Perlahan Clara mengulum penis gua sambil tangannya mengocok batang penis gua. Kuluman yang penuh gairah disertai lenguhan-lenguhan yang bisa gua dengar di sela-sela kulumannya.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Clara kemudian memposisikan tubuhnya berlutut di antara paha gua. Ia melepas kulumannya, menegakkan penis gua, kemudian menjepitnya di antara kedua dadanya. Ya, dada Clara cukup besar untuk bisa benar-benar menjepit penis gua dan mengocoknya. Namun posisi ini keliatan susah buat dia. Jadi gua minta ia berhenti dan tidur telentang di tempat gua. Kemudian gua berlutut di atas perutnya, ia kembali menjepitkan dadanya di penis gua. Gua bergerak maju mundur beraturan dengan pola Clara mengocokkan dadanya. Sesekali kepalanya berusaha menjangkau kepala penis gua. Agak susah keliatannya tapi ia berhasil mengulum kepala penis gua sambil dadanya mengocok penis gua. Sensasi unik ini membuat gua sangat bergairah. Dan tak perlu waktu lama untuk gua sampai ke puncaknya.

“Aahhh mau keluaar” dan *crot crot crot crot* empat semburan bersarang ke wajah cantik Clara. Ia menjilati sperma gua yang mendarat di sekitar mulutnya. Clara tersenyum puas dengan wajah belepotan sperma.

Rehat sejenak baru kami kemudian mandi. Jujur kamar mandi gua ga cukup lebar untuk bisa dipakai berdua. Sehingga tak banyak yang bisa kami lakukan. Setelah Clara membersihkan sperma gua yang mulai mengering di wajahnya, kami mengguyur badan masing-masing. Clara menuangkan sabun di dadanya, dan menggunakan dadanya untuk menyabuni gua. Ia menempelkan dadanya di seluruh tubuh gua, kemudian berlutut dan membenamkan penis gua yang masih tertidur di dadanya.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Dedek bangun dedek,” candanya sambil menggosok-gosokan dadanya yang penuh sabun di penis gua.
“Jangan ganggu dedek tidur, ntar kalo bangun kamu lemes,” balas gua disertai tawa Clara.

Selesai menyabuni gua. Setelah sedikit membilasnya, gantian gua menuangkan sabun di telapak tangan gua dan mulai menyabuni tubuh Clara. Ia berdiri membelakangi gua. Gua oleskan ke seluruh tubuhnya, dan terakhir dadanya. Gua mengolesi sambil meremas-remas dadanya. Tubuhnya mencilat, air bercampur sabun diterpa cahaya. Membuat perlahan penis gua bangkit kembali. Gua kemudian mencoba mengambil sikat gigi, namun sengaja menjatuhkannya.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

“Yah ambilin dong tolong,” pinta gua. Clara membungkuk berusaha mengambil sikat gigi yang terjatuh, dengan cepat gua arahkan penis gua yang sudah meninggi ke vagina clara, “aaaaahhhhhhh” Clara melenguh kencang ketika penis gua menyeruak masuk ke dalam vaginanya. Tangannya yang semula ingin mengambil sikat gigi langsung bertopang ke tembok. Gua memegang panggul Clara sebagai tumpuan dan langsung memompanya perlahan. “Ssshhh aahhh alibi banget ngambil sikat gigi maas… ahhh…” Racau Clara menyadari permintaan gua cuma alibi. “Aahh mas, enak… ahhh, udah jam segini mas… ahh…” Clara meracau keenakan namun juga menyadari jam kuliahnya hampir tiba. Baru sekitar 3 menit gua cabut penis gua. Ga enak juga kalau dia sampai ga masuk kuliah, kentang sebenarnya sih, tapi mau gimana lagi.

Clara bangkit, membilas tubuhnya. Kemudian berbalik dan langsung mencium gua. Lidahnya langsung liar menyeruak. Gua membalas pelukannya, sambil meremas bokongnya. Cukup lama kami berciuman, hingga Clara yang melepaskan ciuman kami.

Clara Mahasiswi Favoritku Yang Montok Padat Berisi – Cerita Becek.

Ia kemudian menggenggam penis gua, “sabar ya dedek, nanti Clara puasin kamu deh,” ujar Clara.
“Janji?” tanya gua kemudian.
Clara membalasnya dengan senyuman nakal, lalu memeluk gua.

Selesai mandi kami bergantian handukan. Keluar kamar mandi gua duduk di bibir ranjang. Gua memandanginya yang sedang mengeringkan tubuhnya. Ia sadar kalau pandangan gua tertuju padanya ketika ia akan memakai celana dalamnya, “kenapa mas?” tanyanya.

“Yah kamu pakai baju, mau liat kamu telanjang lebih lama,” jawab gua sambil terus memandangi dadanya yang berguncang liar.
“Iya mas entar kita main lagi, puasin deh liat Clara telanjang,” jawabnya sambil berpakaian.
“Masih lama ya? Pengen terus liat kamu telanjang aja boleh?” tanya gua diselingi sedikit tawa.
“Yeeh masuk angin dong Clara kalo telanjang terus,” jawab Clara setengah bercanda.

Selesai berpakaian, kami kemudian turun. Gua mengantar Clara ke kosannya, untuk berganti baju dan menyiapkan bawaan kuliahnya. Kemudian berangkat menuju kampus.

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

Silakan Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: