Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum

Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum – Cerita Becek.

Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum
Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum

Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum – Cerita Becek.

Menyadari posisiku yang lemah, aku tidak berani melawan. Begitu aku berdiri di sampingnya, Pak Kusrin membuka retsleting celananya dan aku mengerti apa yang dia mau. Aku berjongkok dan mulai mengulum kontolnya. Sambil terus mengawasi orang-orang yang sedang membuat sumur bor, Pak Kusrin menikmati “sarapan pagi” yang sedang aku berikan. Aku pegang kontolnya dan aku gerak-gerakkan kepalaku maju mundur sehingga kepala kontolnya keluar masuk dari mulutku. Sesekali aku jilati ujung kontolnya sambil beristirahat. Pak Kusrin begitu menikmatinya sehingga dia mengerang, mendesis bahkan kadang bergumam tidak jelas. Suaranya membuat orang-orang yang sedang membuat sumur bor menoleh ke arah kami. Malu juga rasanya ditonton orang, walau hanya cuma beberapa kepala saja.

Kontol Pak Kusrin sudah begitu tegang dan keras. Dia meminta aku berdiri dan melepas celana dalamku. Semula aku menolak.

“Masak di sini sih, Pak… Kan gak enak ditonton orang,” kataku.
“Tenang saja… Ayo cepat buka,” katanya sambil mengocok-ngocok kontolnya dengan tangannya sendiri.

Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum – Cerita Becek.

Aku angkat rokku dan aku copot celana dalamku dengan hat-hati agar memekku tidak terlihat oleh orang-orang di ladang atau Pak Jono yang berdiri tidak jauh dari kami. Setelah itu aku lipat dan taruh di keranjang belanjaanku. Pak Kusrin meminta aku berdiri di samping mobil dan menaruh kedua tanganku di atas kapnya. Pak Kusrin kemudian berdiri di belakangku dan menyingkap bagian belakang rokku. Pantatku yang telanjang terasa dingin diterpa angin. Aku malu sekali karena pantatku bisa dilihat oleh banyak orang sekarang. Akan tetapi bayangan akan disetubuhi di udara terbuka dan disaksikan orang banyak membuat aku agak terangsang. Pak Kusrin sempat tersenyum begitu dia menyentuh memekku dari belakang, karena memekku ternyata sudah cukup basah.

“Wah sudah basah nih, sudah kepingin ya?” katanya.
“Baguslah, coba bungkukkan badanmu sedikit biar saya gampang masuk,” sambungnya.

Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum – Cerita Becek.

Aku mnegikuti keinginannya. Badanku aku bungkukkan sedikit sehingga pantatku agak menonjol ke belakang. Kakiku dilebarkan. Akhirnya, hal itu pun terjadilah. Kontol Pak Kusrin masuk ke dalam memekku yang masih sempit ini. Pak Kusrin masih agak kesulitan menembus lubang di selangkanganku. Pelan-pelan dengan dibimbing tangannya kontol Pak Kusrin akhirnya melesak masuk. Badanku agak bergetar begitu aku merasakan gesekan kontol Pak Kusrin pada dinding-dinding dalam memekku. Perlahan-lahan Pak Kusrin mulai menggenjot kontolnya keluar masuk memekku.

“Ahhhhh….. Aaaaahhhhhhh…. Aaaaaaahhhhhhh….” desahku pada setiap tusukan.
Aku menggoyang pinggulku untuk mengimbangi genjotan Pak Kusrin.
“Shhhhhhh…. Yeeeeeaaahhhhhh…. Aaaaaaahhhh…” aku terus mendesah.
“Nikmat sekali… Goyang terus, Wati… Yaaaa….. Kayak gituuuuu…. Uuuuuuuhhhhhhh……” kata Pak Kusrin.

Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum – Cerita Becek.

Tangan Pak Kusrin memegangi pinggangku setiap kali dia mendorong kontolnya masuk ke memekku. Sesekali dia meremas buah dadaku dari balik baju.

Sensasi bersetubuh di pinggir jalan dengan beberapa orang yang menyaksikannya sangat luar biasa buat aku. Aku merasa seperti wanita jalang yang hanya punya satu tujuan hidup yaitu seks. Aku sangat menikmati persetubuhan itu sehingga tanpa sadar aku mengeleng-gelengkan kepalaku sambil terus mendesah, mendesis dan bahkan berteriak. Kenikmatan itu sudah mengambil alih kendali atas tubuhku.

“Lebih cepat, Pak….. Lebih cepat…… Yeeeeeaaaaaahhhh…. Shhhhh….. Genjot lebih cepaaaaat…. Aku sudah mau keluar…”

Pak Kusrin pun memenuhi permintaanku. Kontolnya bergerak lebih cepat keluar masuk memekku. Aku merasa sudah hampir mencapai orgasme. Tubuhku mengejang dan melengkung ke belakang hingga berhimpitan dengan tubuh Pak Kusrin.

Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum – Cerita Becek.

“Aku mau keluar Pak…. Aku mau keluaaaaarrrrr…. AAAAAHHHHH…. AAAAAAAAHHHHHHHH….. AAAAAAHHHHHHHHHHH….” Aku berteriak melepaskan semua rasa ketika orgasme meledak-ledak di dalam tubuhku. Orang yang lewat dan para tukang yang sedang bekerja di ladang membuat sumur bor mengalihkan perhatian mereka ke arah kami berdua. Aku sudah tidak peduli lagi. Kenikmatan seksual ini jauh lebih berharga bagiku. Sesaat setelah tubuhku kembali melemas, Pak Kusrin mencabut kontolnya dari memekku dan meminta aku melakukan oral lagi. Hanya beberapa menit saja aku mengulum, mengenyot dan menjilati kontol Pak Kusrin hingga akhirnya kontol itu menumpahkan air mani kental berwarna putih. Sebagian air mani itu membasahi bajuku dan rambutku. Lalu aku menjilati sisa air mani dari kontol Pak Kusrin hingga bersih.

Setelah itu aku membenahi rok dan bajuku dan minta izin Pak Kusrin untuk pulang. Celana dalam sengaja tidak aku pakai lagi. Di sepanjang jalan, ada beberapa orang yang menoleh ke arahku ketika berpapasan. Aroma air mani segar yang tumpah di bajuku mungkin yang menarik perhatian mereka. Aku terus bejalan tanpa mempedulikan mereka. Sesampai di rumah aku memberikan belanjaanku kepada Mak yang bingung melihat ceceran air mani di bajuku. Tapi dia tidak banyak tanya. Selintas aku melihat air matanya berlinang. Aku pun tidak peduli. Kalau memang aku harus menjadi budak seks Pak Kusrin untuk menolong orangtuaku, mengapa tidak sekalian saja aku menikmati setiap persetubuhan yang aku lakukan. Bagaimanapun, aku toh harus melakukannya.

Hari ini aku kembali membawa Abah ke rumah sakit untuk melanjutkan pengobatannya. Syukurlah, dokter bilang kondisi Abah sudah banyak kemajuan. Aku menyempatkan diri ketika sedang berada di rumah sakit untuk mengunjungi dokter kandungan. Aku minta pada dokter itu untuk memasangkan spiral di rahimku. Semula dokter menganjurkan aku untuk mengurungkan niatku, namun dengan sedikit kebohongan dia pun bersedia melakukannya. Aku katakan pada dokter itu bahwa aku sedang menyelesaikan kuliah S2-ku. Kehamilan pasti akan sangat mengganggu. Entah aku dapat ide dari mana untuk mengarang cerita bohong itu. Dengan spiral di rahimku, aku tidak akan takut lagi persetubuhanku dengan Pak Kusrin berakhir dengan kehamilan.

Setelah beberapa hari tidak menyentuh tubuhku, sore tadi Pak Kusrin bertandang ke rumah. Aku tahu apa maksud kedatangannya dan aku pun sudah…

BERSAMBUNG

Kisah Sebelumnya
Hutang Dibayar Perawan 1 Awal Kisah

Kisah Selanjutnya
Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan
Hutang Dibayar Perawan 4 Akhir Kisah Berkelanjutan

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

One thought on “Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum

Silakan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: