Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan

Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan – Cerita Becek.

Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan
Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan

Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan – Cerita Becek.

Setelah beberapa hari tidak menyentuh tubuhku, sore tadi Pak Kusrin bertandang ke rumah. Aku tahu apa maksud kedatangannya dan aku pun sudah menyiapkan diriku untuk kembali melayaninya. Bayangan akan kenikmatan orgasme membuat aku menjadi bergairah. Aku sambut Pak Kusrin di pintu depan dan menyilakannya duduk di ruang tamu. Setelah menghidangkan secangkir teh, aku menemani Pak Kusrin berbincang-bincang sebentar.

“Wati, kita ngewek di taman belakang sana yuk…” kata Pak Kusrin. “Sudah lama kan kita gak ngewek.”
“Terserah Bapak saja… Saya kan gak bisa nolak,” jawabku pasrah.

Pak Kusrin bangkit dari kursi tamu dan menarik tanganku untuk mengikutinya ke taman belakang rumah. Taman di belakang rumah tidak terlalu terbuka. Pagar sampingnya lumayan tinggi, tetapi bagian belakangnya sengaja hanya dipagari dengan pohon perdu setinggi pinggang yang selalu dipangkas rapi. Di taman itu, ada beberapa buah kursi taman dari batu tanpa sandaran serta sebuah meja batu besar. Di sekelilingnya ditumbuhi berbagai tanaman hias dan bunga. Ah, bersetubuh di udara terbuka, membayangkannya saja aku sudah terangsang. Tanpa disentuh pun, memekku sudah basah….

Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan – Cerita Becek.

Pak Kusrin meminta aku menanggalkan semua pakaianku. Dia agak kaget melihat ternyata aku sudah tidak memakai celana dalam. Setelah tidak ada benang sehelai pun yang menempel di kulitku, Pak Kusrin meminta aku duduk di pinggir meja batu besar. Dia juga mencopot pakaiannya, sehingga kami pun berdua bugil seperti bayi baru lahir. Dia berjongkok di hadapanku dan mengangkat kedua kakiku. Ternyata dia ingin menciumi dan menjilati memek dan itilku. “Ssssshhhhhh…. Yahhhhhhhhhh…… Itilnya, Pak….. Itilnya…….. Yahhhhhh…… Ohhhhhhhhhhhh……” kataku sambil terus mendesis menikmati setiap sapuan lidahnya di itilku.

Setelah memekku benar-benar basah, Pak Kusrin duduk di salah satu kursi batu dan meminta aku duduk di pangkuannya. Dengan mudah kontolnya masuk ke memekku ketika aku menurunkan pantatku.

Dengan bertumpu pada pundak Pak Kusrin aku bergerak naik turun sehingga kontol Pak Kusrin bergerak bebas keluar masuk memekku. Sebentar saja aku sudah tenggelam dalam kenikmatan birahi. Aku terus mendesah dan mendesis. Ternyata Pak Kusrin sangat menyukai tingkahku setiap kali dia menyetubuhiku. Istrinya atau wanita lain yang sering dia setubuhi biasanya hanya diam saja menerima segala perlakuan Pak Kusrin. Desahan dan teriakanku membuatnya lebih bergairah. Sambil duduk seperti itu, itilku selalu bergesekan dengan jembut Pak Kusrin yang kasar setiap kali aku bergerak turun.

Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan – Cerita Becek.

Setelah bermain dengan posisi duduk selama beberapa puluh menit, Pak Kusrin meminta aku rebah di meja batu besar dan dia pun menyodokkan kontolnya ke memekku sambil berdiri. Kedua kakiku dilipat ke atas dan ditopang oleh kedua tangannya. Dengan begitu, memekku menjadi menyembul ke atas dan lebih keras menjepit kontol Pak Kusrin.

“Aaaaahhhhhh….. Ini baru enaaaaaakk….” kata Pak Kusrin sambil terus menggenjot pinggulnya.
“Genjot yang kuat, Pak…. Ayo… dong….” kataku memberi semangat.

Satu tanganku menjulur ke bawah untuk meraih itilku sendiri. Sambil terus menikmati setiap tusukan kontol Pak Kusrin di lubang memekku, aku menggosok-gosok dan memilin-milin itilku. Sementara tangan yang satu lagi aku pergunakan untuk memilin-milin pentil buah dadaku.

Tanpa sadar mulutku terbuka lebar mendapatkan kenikmatan rangsangan itu.
“Ahhhhhh… ahhhhhhh…. Ahhhhhh…. ahhhhh….” keluar dari mulutku setiap kali Pak Kusrin menyodokkan kontolnya.
“Kocok yang cepat, Pak… Lebih cepat, lebih cepat…. Tolong, Pak… Kocok lebih cepaaaattt….. Aku sudah mau keluaaaarrrr….. Ahhhhhh….”

Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan – Cerita Becek.

Seperti yang sudah-sudah, Pak Kusrin pun memenuhi permintaanku. Dia menarik dan mendorong kontolnya lebih cepat. Gesekan kontol Pak Kusrin dan memekku mengeluarkan bunyi berdecak-decak. Tubuh kami sudah bermandi keringat. Entah pada sodokan yang ke berapa aku pun mencapai orgasme.

“AAAAAAHHHHHHHHHHHHHH……. AHHHHHHHHHHHHHH…. AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH….. EENNNNNNAAAAAKKKKKHHH….!!!” teriakku. Kakiku kaku menjulur ke atas dan pahaku mengatup. Kontol Pak Kusrin tak bisa lagi bergerak. Kontol itu berdenyut-denyut di dalam memekku dan akhirnya menyemburkan cairan kental memenuhi rahimku. “AAAARRRRGGHHHHHH…..” Pak Kusrin pun berteriak sambil memancarkan cairan spermanya. “WATIIIII….. SAYA JUGA KELUARRRRR…”

Pak Kusrin tertunduk lemas sambil bertopang pada meja batu dengan kedua tangannya. Kedua kakiku kini menjuntai lemas. Namun Pak Kusrin sepertinya sengaja tidak mencabut kontolnya dari memekku. Bahkan dia beberapa kali mendorongnya agar masuk lebih dalam. Ketika kontolnya sudah benar-benar lemas lunglai, barulah Pak Kusrin mencabutnya dan rebah di sampingku.

Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan – Cerita Becek.

“Wati, kamu tadi menjepit kontol saya sehingga saya tidak bisa mencabutnya. Air mani saya tumpah semua di dalam memek kamu. Apa kamu sengaja agar kamu hamil?” tanya Pak Kusrin.
“Tenang Pak. Aku sudah pasang spiral. Kecil kemungkinannya aku hamil,” jawabku.
“Ohhhh… syukurlah. Aku agak kaget tadi,” kata Pak Kusrin lega dan untuk pertama kalinya dia mencium keningku.

Setelah merenggut keperawananku dan menyetubuhiku berulang kali, inilah kali pertama Pak Kusrin menciumku. Aku memegang wajahnya dan membelainya. Entah siapa yang memulai, kami kemudian berpagutan. Kami berciuman dengan lembut dan tidak tergesa-gesa. Indah sekali… Lima menit kami berciuman. Lidah kami bertemu dan bergelut di dalam mulutku. Karena ciuman itu Pak Kusrin dan aku kembali terangsang.

Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan – Cerita Becek.

Tangan Pak Kusrin kembali beraksi meremas payudaraku dan memainkan itilku secara bergantian. Sementara aku membelai dan mengocok kontol Pak Kusrin agar tegang kembali. Begitu kontolnya kembali tegang, aku mendorong Pak Kusrin agar rebah di atas meja batu dan aku naik ke atas tubuhnya. Dengan sekali sentakan, kontol Pak Kusrin kembali masuk ke memekku yang masih basah oleh air maninya tadi. Dan kami pun terhanyut kembali dalam gelombang birahi. Desahan dan teriakan kenikmatan kembali keluar dari mulut kami.

Sore itu, dua kali Pak Kusrin menumpahkan air maninya di dalam memekku dan dua kali pula aku mengguyur kontol Pak Kusrin dengan cairan memekku ketika kami orgasme. Setelah puas, Pak Kusrin kembali berpakaian dan pamit pulang. Tak lupa dia menyelipkan beberapa lembar uang ratusan ribu di tanganku. Aku menerimanya. Aku butuh untuk pengobatan Abah, membayar listrik dan makan sehari-hari.

Aku sengaja tetap tinggal di taman belakang, rebahan di atas meja batu, telanjang bulat. Air mani Pak Kusrin menetes keluar dari memekku. Mungkin aku sempat terlelap di atas meja batu itu, karena begitu aku tersadar tubuhku sudah tertutup kain batik. Mungkin Mak yang menyellimuti aku tadi. Aku pun bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanku dari keringatku dan keringat Pak Kusrin. Setelah itu, aku masuk ke kamar dan rebahan di atas tempat tidur hanya berbalut daster. Aku mencoba memutar kembali rekaman persetubuhan kami tadi dalam benakku. Nikmat sekali…. Sejenak aku bisa melupakan semua kesulitan dan masalah yang membelit keluargaku. Terima kasih, Tuhan…

Aku mendapat kabar dari Pak Jono tadi siang ketika dia membawakan satu kardus penuh berisi jamu-jamuan untuk wanita bahwa Pak Kusrin dan istrinya…

BERSAMBUNG

Kisah Sebelumnya
Hutang Dibayar Perawan 1 Awal Kisah
Hutang Dibayar Perawan 2 Di Tempat Umum

Kisah Selanjutnya
Hutang Dibayar Perawan 4 Akhir Kisah Berkelanjutan

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

2 thoughts on “Hutang Dibayar Perawan 3 Ketagihan

Silakan Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: