Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty
Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Maghrib aku menutup pintu, masuk ke kamarku, setelah dari lantai atas di kamar Sisil tadi. Mandi air hangat sangat kubutuhkan saat ini, sambil melepas semua pakaianku.

Saat berendam, sayup-sayup terdengar pintu kamar diketok orang. Kukecilkan suara air keran untuk mendengar lebih jelas. Ah, sudah Isya’, siapa tamuku malam ini ya?

Kuintip dari lubang pintu, pemuda yang mengangkat tasku tadi terlihat jelas mengacungkan sehelai kertas ke atas. “Room Boy”.

Kubukakan pintu sedikit.
“Ada undangan makan malam dari Ibu Shanty. Ditunggu di ruang makan jam 8.30 pak.”
“Oh okay, thank you.”

Kuteruskan mandiku sebentar, sambil mengingat Shanty, kawan lama yang dulu pernah kubuat kecewa.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Memasuki ruang makan dengan setelan santai jeans dan kaos kerah, kudapati Shanty berdiri menghadap bar sambil memegang telephone dekat kasir. Tersenyum menghadap cermin kepadaku ia membalikkan badan melambai dan mengisyaratkanku untuk mencari meja.

Sambil memantau sekeliling dan memperhatikan alat-alat musik di atas panggung, aku mencari meja paling jauh, dekat dinding. Ada dua meja kosong di sana, sementara yang satu sedang ditempati sepasang pria wanita dan remaja pria. Ah, keluarga kecil, pikirku.

Kuminta Coke setelah didatangi pramuria wanita yang memintaku menunggu sebentar, karena Shanty sedang berbicara. Agak lama juga Shanty menelpon, yang kemudian menghampiri meja menyalamiku. Sambil berdiri kutanya lagi kabarnya sore ini.
“Rencananya, suamiku kuajak makan malam bersama. Kita bertiga keluar dan mencari makan di luar.”
“Oh, okay,” jawabku tak jadi duduk lagi.
“Huh… Tapi batal,” dengusnya mendahuluiku duduk.
“Lho? Kenapa? Telat dikit kan gak apa, toh aku malem ini masih di sini.”
“Bukan apa-apa, karena rencananya mendadak, dia tidak bisa membatalkan jadwal keberangkatannya malam ini ke Situbondo melatih selam anak buahnya besok pagi.”
“Oh, pelatih selam?”
“Bukan cuma selam, selancar juga.”
“Wow kan asyik tuh.”
“Ah udah ah, pesan makan di sini aja yuk,” sambil memberikan kode pada rekan hotelnya.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Saat makan kami berbincang, dan dia selalu mengalihkan pembicaraan yang berhubungan dengan suaminya. Hanya obrolan ringan saja yang terjadi untuk mengetahui kerjaan masing-masing.

Saat para pemain band live music mulai datang, kami tengah menikmati minuman ringan hidangan penutup. Ada penyanyi sedikit sexy yang mulai melantunkan lagu-lagu romantis, saat Shanty menuju cashier dan bercakap sebentar dengan petugasnya. Tak berapa lama ia datang sambil membawa minuman yang bisa kubilang sedikit memabukkan jika dikonsumsi. Tapi dengan enteng dia meminumnya dan kami bercerita lagi, ke arah masa lalu topiknya.

“Bagaimana istrimu?”
“Belum, masih lajang, ogah nikah ah.”
“Lho,” sedikit terkejut kemudian bertanya, “Mbak itu mana?”
Kusebutkan sebuah nama.
“Ya.. kan dulu saat kau kutelpon, kau sedang berpasangan dengannya.”
“Iya, dulu.”

Kuingat saat aku berulang tahun, mendapat telephone pagi-pagi sekali. Sambil mengantuk kujawab terima kasih, saat penelepon seberang mengucapkan selamat kepadaku. Dia ingin surprise, mengucapkan selamat ultah yang paling pagi kepadaku. Dia ingin menjadi yang special buatku, dimulai hari itu. Dasar sedang mengantuk ku jawab terima kasih banyak-banyak.
“Kan semalaman sudah bicara lewat telephone, untuk apa mengucapkan selamat sekali lagi,” kataku.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Kemudian kuceritakan rencanaku menjemputnya di airport kalau jadi datang ke Surabaya.
“Lho Mas. Ini Shanty!!”
“Hah?!” Mulai pulih kesadaranku setelah kusadari kesalahanku.
“Eh, mas sudah punya pacar? Siapa tadi nama yang disebutkan?”
“Err ya itu pacarku, kupikir dia tadi yang telpon,” jawabku berusaha memulihkan kesadaran.
“Ya sudah kalo begitu. Ini Shanty mo mengucapin selamat ulang tahun. Bukan yang pertama, tapi setidaknya aku juga care mas.”
Kemudian dilanjutkan salam perpisahan sebelum menutup telephone.

Ah, setelah menutup telepon dan sadarku pulih ini, aku bisa merasakan kekecewaan Shanty.

Tapi itu masa lalu.
“Aku sudah tidak bersamanya lagi sekarang,” kuterangkan statusku saat ini.
“Jadi, available?” ia mengernyitkan dahinya.
“Apa maksudmu, kau kan sudah berkeluarga,” godaku.
“Not tonight,” desahnya menyandarkan badan ke kursi.
“Ah, wish you are available mas,” bisiknya.

Sesaat kemudian kucondongkan badan ke arahnya. Bertanya, “Ke kamarku?”

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Ia menatap mataku beberapa detik, kemudian berdiri ke cashier berbicara kembali dengan petugasnya. Aku menunggu apa yang terjadi sambil melirikkan mata ke penyanyi band yang tersenyum kecil ke arahku, mengetahui aku termasuk tamu dari pegawai senior di sini. Kusambut senyumnya dengan anggukan pelan.

Shanty telah di hadapanku ketika aku memperhatikannya.
“Yuk,” ajaknya.
“Bill is on the house,” sambungnya.

Dia berjalan duluan ke arah lift sambil membawa segelas minuman. Kususul langkahnya sembari memperhatikannya dari belakang. Shanty sudah menikah, tapi masih memiliki tubuh yang bagus, apalagi belum memiliki keturunan. Sudah terbayang apa yang bakal terjadi di kamar nanti. Tapi masa bodoh dengan semua. Aku tak ingin sendirian malam ini.

Saat kututup pintu kamarku dan menguncinya, Shanty langsung menghampiriku setelah meletakan gelas di meja. Meraih kedua tanganku, tersirat menginginkanku memeluknya. Kuturuti keinginannya, kupeluk erat sambil kukecup keningnya.
“Jadilah suamiku malem ni mas, please..”

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Kulirik laptopku yang masih menyala di meja, mendownload file musik, masih menyala. Kugiring Shanty ke sana sambil memagut matanya yang terpejam, kuraih laptopku, kuaktifkan windows media player dan kupilih playlist classic love song. Terdengar intro lagu Phill Collins yang lembut sembari kuangkat dagu Shanty untuk mengecup bibirnya dengan lembut. Mendesah dengan lembut ia memeluk pundakku sambil berbisik, “Love me mas… do it tonight…”

Kuangkat sikunya, kupegang kedua pipinya dengan tanganku sambil mengecup bibirnya. Kuturunkan tanganku melepaskan kancing blues seragamnya yang atas satu demi satu ke bawah. Shanty ingin bercinta, atau hanya sekedar sex, aku belum paham. Setelah setelan atasnya tanggal, kulingkarkan tanganku ke belakang mencari resliting rok bawahnya. Tak henti kucium bibirnya dengan lembut, kemudian hidungnya, mata, kening, seluruh wajahnya kukecup perlahan.

Masih berdiri, Shanty sekarang tak tertutup sehelai benang pun, sedangkan aku hanya tinggal mengenakan celana dalam, pengaman terakhir penutup pusakaku. Sambil slow dance mengikuti alunan lagu kami masih berpelukan saling mencium dan mendekap satu sama lain. “Love you mas…”

Akhirnya kulanjutkan dengan membimbingnya ke dipan, mengajaknya duduk, tapi mencegahnya berbaring. Dengan berlutut di hadapannya kubuka kedua pahanya yang indah dan berpangkal pada ujung lebat rambut hitam di bawah. Kudekatkan badanku dan meraba lembut kedua buah dadanya yang aduhai jelas terlihat. Ia merangkul kepalaku mengajakku rebahan, tapi kutahan tuk tetap bertahan di posisi ini, sambil menghisap pangkal lehernya perlahan tapi hisapan yang lama, hingga ia merintih lemah.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Kuremas kedua belah dadanya dan mengurut lembut ke arah ujung hingga putingnya yang empuk itu dan lama-lama mengeras. Kedua buah dada itu juga lama-lama mengeras, sintal, enak dipegang rasanya.

Akhirnya kuturunkan tanganku menguak lebat rambut bawahnya itu yang disambut dengan makin melebarkan pahanya di hadapanku. Kuturunkan mulutku menghisap puting kirinya dalam-dalam. Tanganku memijit lembut pangkal paha yang sekarang terbuka, terkuak dengan posisi duduk Shanty yang menggairahkan. Ku usap-usap sekitar lubangnya dengan lembut. Dengan ibu jari kumainkan tonjolan daging di bagian atasnya, sementara telunjuk dan jari tengah memutar sekitarnya dengan lembut, membuat Shanty makin merintih.

Dengan mendekapkan kepalaku ke dadanya, Shanty berusaha menarik tubuhnya untuk berbaring. Kuikuti kemauannya, kutindih tapi tetap tangan kananku bermain di pusat permainan bawah.

Sambil merintih dan mendesah kemudian Shanty mengangkat kedua pahanya ke atas, menguakkan area yang paling vital itu. Kubiarkan tangannya menggapai tangan kananku mengajakku bermain di sana. Kubiarkan ia mencari sendiri spotnya untukku. Sambil terus mempermainkan ibu jariku, perlahan tapi pasti telunjuk dan jari tengahku mulai mengarah ke lubang pusat itu, memasukinya perlahan.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Lutut Shanty bergoyang, naik turun, membuka paha dan mengesek perlahan pada tanganku, sambil mendesah ia sekarang mendekap erat kepalaku di dadanya yang masih mengecup dadanya bergantian. Begitu kedua jari tanganku sudah masuk semua, kukuak dalamnya dan mempermainkan dalamnya, memutar di dalam tak beraturan, tapi berirama keluar masuk.

Menggeliat Shanty mendesah-desah menggoyangkan pangkal pahanya mengejar puncak nikmat yang dicarinya malam ini. Semakin cepat irama tanganku, semakin mendesah Shanty mengeluarkan suara dan kemudian mendorong kepalaku ke bawah.

Di depanku terpampang jelas pemandangan indah untuk malam ini, berambut hitam di sekitar, tergunting rapi, kuperhatikan tengah dan atasnya tempat jemariku yang sedang bermain saat itu.
“Mass… hiiissaap…” pintanya memelas.

Kudekatkan mulutku bingung mana dahulu yang musti tersentuh. Akhirnya kupilih lokasi atas, tonjolan daging kecil itu yang kusentuh dengan lidah. Sambil menggoyang lidah, aku memainkan ibu jariku di sekitarnya. Tak tahan kuhisap area itu kupermainkan lidahku di dalamnya memutari daging kecil tersebut.
“Awwwaawawawwwaw….” jerit kecilnya menikmati.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Kumasukan tiga jari sekarang ke dalam lubang bawahnya. Kualunkan irama yang semakin lama semakin cepat. Kukuak dalam lubangnya dengan tingkah polah jariku. Semakin cepat Shanty ikut bergoyang, semakin cepat gerakanku.

“Saaayaaaaaang… bentar lagiiii… terussssss…”

Kupercepat lagi irama semua gerakanku, lidah dan jariku.
“AAARGHHHH… HHEEEMMMMMM SSSSSS….”

Bergetar, berkelojotan, menegang semua ototnya saat berteriak. Dengan cepat kepalaku ditarik ke atas, didekap erat ke dadanya, yang tak kusia-siakan dengan langsung menghisap putingnya, sementara tanganku belum berhenti.
“Sssssudahha…. keluarrrr….” pekiknya mengejang.

Aku merangkak ke atas tubuhnya, mengecup bibirnya. Kubiarkan ia memejamkan mata, tubuh terlentangnya mengatur nafas. Aku turun dari dipan, mengganti lagu di laptop ke slow rock playlist. Kemudian mendekatinya. sambil berbisik di telinganya, “Itu awalku tuk jadi suamimu malem ni. Lalu kalau aku membutuhkan istri, seperti apa yang kau berikan padaku Shanty?”

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Ia membuka matanya perlahan menatapku, tampak berpikir sejenak. Kemudian mendorongku rebah di sampingnya, merangkulku dan mengecup putingku. Tangan kirinya langsung dengan cepat menemukan pusakaku di balik celana dalamku. Meremas, memijitnya, menggesekkan naik turun. Kemudian kepalanya turun mendekati pusar, melewatinya sambil menjilat liar. Kemudian turun menggigit celanaku dalamku, menarik, menanggalkannya di bawah ranjang. Dengan kedua tangannya memilin pusakaku, memutarnya, perlahan tapi pasti, mendekatkan bibirnya ke ujung atas yang mulai tegang itu.
“Ambil tissue dulu yang…” pintaku.

Dengan cepat Shanty tanpa bertanya mengambil tissue di meja dan melanjutkan kegiatannya yang tadi. Kubiarkan tissue itu di kasur, sambil menikmati usaha Shanty yang baru saat ini kurasakan darinya. Setelah tegang Shanty merangkak ke atas tubuhku, bagaikan kucing, matanya mulai liar, berbeda saat awal masuk kamar tadi.

Ketika meraih pusakaku untuk dimasukkan ke lubang indah miliknya, aku dengan cepat duduk dan meraih pantat dan paha kirinya ke arahku, mengajaknya posisi 69 dengan dia di atas. Dengan cepat ia menyodorkan lubangnya yang tampak basah, sedikit merah itu ke mulutku, sambil menerkam pusakaku dengan tangan dan mulutnya.

Kumasukan lagi jemariku ke dalam lubang di depan wajahku itu, sambil berusaha sesekali menjilat daging kecil yang sekarang ada di bawah itu. Pusakaku terasa tegang bukan main dipermainkan Shanty dengan cepat iramanya. Hampir pasti aku sebentar lagi sampai puncak kalau tidak kuatur nafasku. Terasa sekali Shanty melakukan itu dengan cepat iramanya, ingin segera mengajakku memasukan ke lubangnya. Kupeluk pinggangnya dan kubanting perlahan ke sebelahku, membuatku berada di atasnya.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Pusakaku yang tegang segera kuhujamkan ke mulutnya yang mulai terasa kerepotan dengan panjangnya. Sebetulnya pusakaku tidak terlalu panjang, tapi mana muat seluruhnya di mulut wanita matang ini? Gravitasi yang membantuku meluruskan pusakaku yang tetap menghujam naik turun ke mulutnya, membantu gayaku menghadapinya.

Tanganku yang segera menguak pangkal pahanya setelah bergulir tadi kulanjutkan dengan melahap daging kecil kemaluannya dengan mulutku, dengan rakus kuhisap dan kuputar lidahku di dalamnya. Sambil membantu membuka pahanya dengan sikuku, tanganku mulai mengelap lubang bagian vagina yang tercium wangi dengan tissue.
“MMM!.. MMM!..”

Sambil menjerit tertahan, karena pusakaku masih dalam mulutnya, Shanty sekarang menggoyangkan panggulnya, mengarahkan pangkal pahanya agar tetap di mulutku. Kuputar-putar tanganku yang mulai bermain ke dalamnya dengan dua jariku.
“MMMMM!…. MMMMM!!” ia terus memekik tertahan.
“MMMMM!….”
Sekarang cepat sekali gerakan pangkal pahanya maju mundur.
“MMM!… MMM!”

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Tangannya sekarang mencengkram pahaku, mengisyaratkanku sudah waktunya ke langkah selanjutnya. Tapi makin cepat gerakan lidahku, tangan dan pusakaku bermain, cengkeramanya semakin keras, hingga kuakhiri dengan mengangkat paha kananku, memutar tubuhku menghadapinya.

Segera kuberada di ujung dipan, berhadapan dengan kedua pahanya yang sudah terbuka cukup lebar itu. Sambil meraih tissue terakhir, kuusap lendir yang membasahi lubang kemaluannya dengan lembut, sementara Shanty mengerang sudah mununggu dengan tidak sabar untuk melakukan adegan final.

Dengan sedikit kasar kutarik pahanya mendekatiku.
“Hagh!” pekiknya.

Kuangkat sedikit panggulnya, dan dengan perlahan aku maju mengarahkan pusakaku ke lubangnya yang kini terbuka ke atas. Sambil bertopang dengan tanganku, dengan perlahan pusakaku kumasukkan ke dalam, menikmati mulut bawah Shanty yang lebih nikmat itu. Kumasukan sampai pangkal pahaku menyentuh miliknya, membuatnya merintih perlahan menikmatinya. Kemudian kuangkat tubuhku naik hingga setengah kepalanya keluar, tinggal ujung kepala pusakaku yang tersisa di dalam. Kemudian kuhunjamkan cepat-cepat dan dalam-dalam.
“Argh!” pekiknya lagi.

Kucabut hingga ujung kepala saja yang tertinggal secara perlahan, kemudian mehunjamkan cepat-cepat ke dalam miliknya.
“AArgh!” pekiknya sambil meremas lenganku, memandangiku ingin tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Kucabut cepat dan kuhujam secara cepat tapi agak lama di dalam dan di luar lubang, membuatnya mengangkat alis dan memekik terus saat kulakukan keduanya.
“Argh!”
“Argh!”
“Ahh!”

Akhirnya kubuat tempo cepat semuanya, menghujam ke dalam, mencabut setengah, berada di dalam atau di luar. Tubuhku naik turun karenanya. Semakin cepat gerakanku hingga ia memekik panjang-panjang sekarang, “AAAAAAAHHHHHH!!!! AAAAHHHH!!!!”

Tubuhnya bergoyang juga, ke kanan, kiri, depan, belakang, mencari irama yang sama. Kupercepat lagi gerakanku seperti mendrill atau membor di lubangnya.
“AAAAAAAAAAAAAAAAARRRGGGHHH!!!!”

Teriakan panjangnya berhenti saat aku menghentikan gerakanku seketika. Terlihat tubuhnya masih bergerak cepat berusaha mengimbangi gerakanku yang tadi. Lalu mulai ikut berhenti. Tersengal-sengal ia menutup mukanya, perutnya bergoyang naik turun sesuai nafasnya.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Kuangkat paha kanannya, kusandarkan betisnya ke bahu kiriku, membuatnya setengah terguling ke sisi. Sambil melirikku, ia tersenyum senang.
“Lakukan sayang… sesukamu, aku milikmu semuanya….”

Kubenamkan pusakaku kemudian menarik bergantian dengan berirama semakin cepat.
“Mmm! MM!! MMM!!” memekik tertahan seirama gerakanku, Shanty kini tidak mengeluarkan suara seperti tadi.

Kupindahkan pahanya ke bahu kiriku, sambil mengangkat lutut kananku menahan agar tubuhnya tidak menutup ke bawah semua. Aku masih ingin memainkan tanganku di lubangnya. Dengan sedikit membungkuk, sambil menghujam dan menarik pusaka, kuusap tangan kananku ke bagian depan lubang, tempat daging kecil itu berada.
“AAARGH!! ARGH!!” bersuara lagi si Shanty.

Kali ini kupercepat gerakanku seperti tadi, seirama juga tangan kananku mengusap-usap. Sambil memekik keras Shanty meremas seprei, memandangku, menunduk, memandangku lagi dan menunduk lama sambil menarik bantal meremas seolah hendak meremukannya. Sudah paling cepat gerakanku ini, tak mungkin lebih cepat lagi, tapi kubiarkan irama ini terus berlangsung, seirama saat aku melakukan lari cepat mengelilingi lapangan saat latihan.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Beberapa saat berlalu…
Tiba-tiba tubuhnya berkelojotan, bergelinjang, bergetar diiringi teriakan tertahan panjangnya, “AAAAARGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!!!”

Terasa sekali otot tubuhnya kencang semua, mengejang, bergoyang tubuhnya bergerak hendak memeluk betis kananku. Tapi seperti kandas di tengah jalan, Shanty sekarang lemas, menutupi wajahnya dengan bantal, otot di pahanya terasa lemas sekarang, tidak kencang lagi.

Kupindahkan betis kanannya ke bahu kiriku, sekarang paha kirinya kuangkat, betisnya kusandarkan ke bahu kananku.Dengan mendorong sedikit, kini aku meraih bantal dan meletakkan di bawah panggulnya. Terlihat wajah Shanty di depanku terkulai lemas, mulutnya sedikit terbuka, ada buih tipis mengalir keluar, sementara matanya memandangku kelelahan. Ingin ia mennghentikanku tapi kecupan di keningnya menahannya.

“Tunggu ya sayangku… sebentar lagi sampai…” bisikku.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Yang kemudian dibalas dengan senyumnya. Betisnya yang kini mengapit kepalaku, kuhujamkan pusakaku ke lubang Shanty yang terasa lebih sempit sekarang. Kuhujam naik turun mencari rasa gesekan di pusakaku, kusilangkan sekarang betisnya di depanku. Dengan mengerenyutkan dahi dan nafas terengah Shanty menatapku sayu.

Kupercepat gerakanku setelah menemukan gesekan yang pas dan nikmat, kulihat tangannya mencengkeram lenganku dan bantal di bawah panggulnya. Kutahu akan sampai. Kupercepat lagi… kali ini kupeluk tubuhnya yang berlipat sekarang, sambil mendesah mengikuti gerakanku, aku mulai merasa puncak kenikmatan itu hampir tercapai. Sambil kupeluk erat tubuhnya, kupercepat gerakanku dan kulepaskan energi di bawah pusarku ke sarang milik Shanty yang sudah siap dari tadi.

“UUrrhgghhh…” suara kerongkonganku mengiringi tercapainya puncak malam ini.

Kurebahkan tubuhku di sebelahnya, yang merangkul leherku sambil berbisik, “Love You mas….”

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty – Cerita Becek.

Pulas kami terlentang, dimana tembang slow rock Chriss Cornell menemani kami tidur. Kulirik jam yang belum mencapai midnight, tapi sudah lelah aku ingin tidur.

—-

Suara warning sound di laptop terdengar nyaring membangunkanku. Aku melihat sekeliling kamar yang kosong, aku ingin menuju kamar mandi membasuh badan dan berendam lama di sana.

Kudengar adzan subuh di ruang lobby saat aku turun ke bawah mencari Shanty. Sekiranya dia masih ada di hotel ini. Kupandang sekeliling ruangan yang sepi ini lalu aku bergerak ke lift, menuju lantai dua.

Sesampai di sana, masih…

BERSAMBUNG

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 1 Sisil
Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

2 thoughts on “Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty

Silakan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: