Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini
Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Suara warning sound di laptop terdengar nyaring membangunkanku. Aku melihat sekeliling kamar yang kosong, aku ingin menuju kamar mandi membasuh badan dan berendam lama di sana.

Kudengar adzan subuh di ruang lobby saat aku turun ke bawah mencari Shanty. Sekiranya dia masih ada di hotel ini. Kupandang sekeliling ruangan yang sepi ini lalu aku bergerak ke lift, menuju lantai dua.

Sesampai di sana, masih sepi dan kulihat pemuda yang mengisi ember dengan cairan pembersih lantai menyapaku.
“Selamat pagi pak, ada yang bisa dibantu?”
“Bu Shanty mana mas?”
“Oh baru saja pulang, terlihat letih, mungkin semaleman kerja lemburnya membuatnya kelelahan.”
“Ow begitu, terima kasih mas.”
“Ada yang bisa dibantu pak?”
“Well that’s it all mas, thank you ya.”
“Ya pak, selamat pagi.”

Sudah pulang dia, belum berbicara banyak kami semalam, kecuali beraksi banyak. Kulangkahkan kakiku ke depan pintu lift, menunggu lift datang lagi. Sambil berpikir rencana kegiatan pagi ini. Pintu lift terbuka, terlihat Lia berdiri menunduk di dalamnya, bersama Dini yang memegang lengan kirinya.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

“Selamat pagi,” sapaku.
“Hai,” jawab Dini berat.
“Nikmat jalan-jalannya? Meluangkan waktu semalam di mana tadi?”
“Ah, berakhir di diskotik sebelah, masih area hotel ini juga mas.”
“Ikut nginap di hotel sini akhirnya ya?”
“He eh,” angguknya.
“Keberatan kutemani ke kamar Lia?”
“Ah, kebetulan mas. Bimbing dia juga. Agak berat nih.”
“Okay kubantu,” kataku bergeser ke sebelah Lia.

Harum wangi minuman yang tercium membuatku ikut melayang. Kuantar mereka sampai kamar yang ditunjuk Dini. Ternyata kamar Sisil juga. Kubiarkan Dini masuk sambil memapah Lia.
“Aku balik ke kamarku ya,” pamitku.
“Oh ya mas, makasih,” sambil memutar badan, kerepotan dengan Lia yang digandengnya dibarengi menutup pintu.

Ah lift sudah tertutup dan ke bawah lagi. membuatku menuggu lagi di depan pintunya. Selang beberapa saat dibarengi pintu lift yang terbuka, badanku di dorong masuk dari belakang.
“Hei,” ujarku.
“Mas!”
Ternyata Dini. Wanita cantik jelita teman Lia tadi.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Sambil mendorongku ke dinding lift, Dini dengan terbelalak tersenyum nakal bertanya, “Sisil masih dalam posisi telah melakukan sesuatu yang heboh semalam. Kulihat sekeliling kamar, dan kudapat kartu nama dengan nama mas di meja. Dan parfum ruangan yang sama dengan yang mas pakai. Hayo mengaku. Apakah heboh semalam?”

Kujawab dengan mengedipkan mata kananku, “Kau ingin tahu detailnya? Itu kejadian sore. Kejadian malam atau pagi ini, mari ke kamarku.”
“Hihihi,” tawa Dini.

Tangannya meraih tanganku, bersamaan dengan dibukanya pintu lift. Aku mulai terbayang lagi apa yang akan terjadi pagi ini.

Setelah menutup kamarku dan menguncinya, aku memeluk Dini, yang dengan renyah tertawa kecil. Kubuka rompi yang menutupi bajunya, dan dengan bantuan tangannnya melepaskan blues putih serta bra hitamnya. Tersembul keluar kedua buah indah di dadanya dengan ujung merah muda. Tersenyum ia melepaskan pakaian dan celanaku sementara rok mininya kusingkap sekilas, dan kutarik ke bawah kain hitam segitiga pembungkus pangkal pahanya.

Ketika hendak melepas rok mini hitamnya, kutahan tangannya dan kuarahkan ke dadanya. Sambil memutar tubuhnya menghadap cermin kami berdua yang bertelanjang dada ini tersenyum. Segera kuremas yang ada di depan tanganku, “OOuugh!!” pekiknya.

Kuremas sedikit kasar tapi malah membuatnya memekik kesenangan berkelangsungan. Terus kumelakukannya lagi sampai beberapa saat, “Agh!… Yes! OWh…”

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Kuhantar tangannya meremas buah dadanya sendiri, sambil terperjam ia menikmatinya. Kemudian tanganku meninggalkan tangannya, turun ke bawah menyibakkan rok mininya memperlihatkan pangkal paha yang putih indah terbungkus bulu-bulu pendek bekas dicukur. Segera kusambar dengan kedua tanganku, meremasnya, menyebabkan pekikan nyaring dan terbuka matanya, “AAGH!!”

Tapi Dini tersenyum, bukan main, dia menikmatinya.
“Aaaarrrghh….”

Menikmati kesenangan dengan lenguh dan nafas beratnya, kutarik kursi mendekat dan mengangkat paha kirinya, meletakkan kakinya di atas kursi. Semakin jelas pemandangan indah di cermin depanku terlihat.
Dini juga melihat aku menikmati pemandangan itu, segera ia mengarahkan lubangnya ke cermin agar tampak lebih jelas.

Kedua tanganku sudah bermain di situ. yang satu mengusap daging kecilnya, yang satu mengusap lubang vaginanya. Rintihnya menikmati usahaku sambil menggoyangkan badan ia meremas dadanya. Ia
masih menatap kaca, saat aku beringsut ke depannya membelakangi cermin dan berlutut menghadapi kemaluannya yang indah itu. Segera saja kuangkat wajahku menghisap, memutar daging di dalamnya dengan lidahku.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Tangan kananku mulai mencoba menguak lubang vaginanya dengan jari-jariku, sementara tangan kiriku merangkul pahanya dan meremas pantatnya. Ia menengadah ke atas memekik tertahan saat jari kananku masuk ke lubang milik Dini.

Kali ini langsung tiga ujung jariku berusaha menguak menekan masuk ke dalam. Kuputar tanganku seperti membor lubangnya dan kutarik dan kumasukan berirama. Dini kini melengking pekiknya mengikuti nikmat gerakan tanganku.

Kupercepat, masuk semua tiga jariku dan dia menunduk memejamkan mata, membukanya sebentar, memekik lagi, sambil mengangkat wajahnya ke atas. Ah, terasa nikmat benar wanita ini.

Tangan kiriku manyambar botol minuman di meja yang sudah kutenggak habis tadi isinya. Kupindahkan ke tangan kanan melalui belakang tubuhnya, yang segera kucoba kumasukan kepalanya ke lubang Dini yang mulai lebar dan basah itu.

Kutekan botol itu ke atas perlahan sambil tetap memeluk paha kirinya. Dini menjerit kecil sambil menjinjitkan kaki kirinya di atas kursi. Kumainkan naik turun perlahan dan tambah dalam, Dini memekik sambil mengangkat kaki kirinya ke meja sekarang. Tangannya sekarang meremas kepalaku sambil berteriak kecil memekik tiada henti.
“ARGH!! Kasur!! Berbaring!! Argh!! Penat!! Argh…”

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Sambil perlahan mendorong ke bibir kasur aku tetap melakukan kegiatanku memasukan dan mencabut botol di kemaluannya itu. Setelah terduduk dan kemudian berbaring dengan kaki masih menggantung di pinggir tempat tidur kuteruskan kegiatanku itu. Mulutku sudah basah oleh lendirku sendiri atau miliknya, kini dengan bertambah cepat, kulakukan usahaku ini mengolah lubang di depanku.

Beberapa saat kemudian kakinya diangkat, bergetar, dibarengi getaran di perutnya dan di bawah perutnya, bersaamaan dengan ototnya yang mengejang tegang, “EEERRRGGGGGGGHHHHHH!!!!”

Tidak berteriak, tapi telah mencapai apa yang dicarinya tadi. Tidak kubiarkan istirahat, setelah menurunkan celanaku memperlihatkan pusakaku yang tegang, ku naik ke tempat tidur melangkahi tubuhnya dengan kaki kiri, kemudian membungkuk mengarahkan pusakaku ke bawah, ke arah mulutnya.

Dini sigap dan menyambar milikku sementara kedua tanganku membuka lagi belahan pangkal paha Dini dan memutar botol ke kanan dan kiri, mencabut setengah dan memasukkannya. Aku mengalami sensasi hebat di pusakaku sembari menonton sendiri perbuatanku. Cukup tegang milikku jika untuk penetrasi ke dalam milik Dini.

Kuturunkan tubuh Dini dari dipan dan kugulirkan tubuhnya telungkup, dan menarik sedikit pahanya sehingga lututnya menyentuh lantai. Kubuka pahanya dan segera kumasukkan pusakaku ke dalam lubang Dini yang basah semua itu.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Kulakukan gerakan maju mundur dengan cepat. Kubuka belahan pantatnya dan tampak lubang yang kecil yang juga indah, bersih terawat. Pusakaku yang telah basah terkena lendir di vaginanya, mulai ku arahkan ke lubang kecil di atasnya.
“ARAGHH!!” Dini menjerit nyaring.

Tapi tetap telungkup dia menikmatinya. Tangan kananku yang bekerja lagi di vaginanya menutupi usahaku ke arah lubang kecil pantatnya ini. Sembari memberi ludah banyak-banyak di lubang, pusakaku perlahan tapi pasti berusaha keras melakukan tugasnya menembus elastisitas luang kecil itu. Dini masih mnjerit, memekik, mendesah, seirama gerakan tangan kananku dan botol yang bersamanya. Pusakaku sudah setengah kepalanya masuk menunggu tekanan berikutnya.

Sambil perlahan terus menekan, mendengar rintihan Dini, aku mempercepat gerakan tanganku. Pantat Dini terus kupijat dengan tangan kiri melemaskan otot sekitar lubang yang hendak kumasuki. Setelah beberapa lengkingan dan teriakan Dini, akhirnya kepala pusakaku beserta sebagian lehernya sudah di dalam lubang. Kukeluarkan ludahku banyak-banyak membasahi lubang pantatnya, mulai kutarik dan kumasukan pusakaku.

Dini menjerit tertahan sambil meremas kasur, seprei, menggigit bantal di depannya, tapi terus kulanjutkan usahaku sampai aku menemukan irama yang tepat untuk si pusakaku. Tidak terbenam seluruhnya tapi rasa pijitan kuat dan remasan di kepala pusakaku sangat-sangatlah terasa nikmat. Hingga kupercepat iramanya.
“HMMM!!! HHHHMMM!!! HHHMMM!!!”

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Dini menjerit sekeras-kerasnya tapi tertahan suaranya oleh bantal yang digigitnya sendiri sambil membenamkan wajahnya ke bawah dalam-dalam. Membuat tenang hatiku melakukan hal yang sungguh nikmat ini. Tangannya keluar masuk memutar memainkan botol di lubang vagina, tubuhku naik turun memainkan pusakaku di lubang pantatnya yang putih itu.

Jeritannya yang mengikuti iramaku itu begitu menekan tekanan darahku, membuatku hampir mencapai tujuan. Akhirnya kupercepat gerakanku di dua lubang Dini, yang diikuti irama jeritannya mengimbangiku. Badannya tetap bergoyang, pantatnya bergerak tak beraturan, entah merasakan nikmat atau sakit aku tak peduli. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan ketatnya otot yang mencengkeram pusakaku di pantatnya, memyebabkan aku segera mencapai puncakku. Yang segera kupaksa kupercepat tempo iramaku.

Bukan main nikmatnya…. Kuraih nikmatku sekarang…. Dini menjerit panjang tanpa ditutup bantal, kepalanya mendongak ke atas, otot sekujur tubuhnya mengejang, tangannya meremas sprei dan bantal. Dan puncakku tercapai sesaat setelah itu….

Dini menoleh menatapku, mengeluarkan air mata, tapi tersenyum… dan kucabut perlahan pusakaku setelah mengecil. Meskipun telah mengecil, terasa sekali otot yang meremasnya masih tegang di situ.

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini – Cerita Becek.

Dini mencoba bangkit tapi tertunduk lagi ke depan sedikit menungging sambil melebarkan kakinya.

“Masss… aku belum pernah lewat situ mas…. sakittt…” protesnya berbisik.
“Istirahat dulu Din, aku tau, tapi kapan lagi kalau tidak mencobanya,” belaiku menenangkannya.
“Tapi nikmat kan? Seperti malam pertamamu dahulu kan sayang….” kubelai lembut.

Tangannya merangkul tubuhku sambil menangis sesenggukan. Dia berusaha berdiri tapi akhirnya berbaring telungkup lagi… sambil menggigit bibir bawahnya.

Aku berjalan ke kamar mandi, berusaha membersihkan diri segera, sebelum tiba waktunya menemani client ke Malang setelah sarapan pagi nanti. Benar-benar tak pernah terpikir olehku kejadian yang tidak sampai 24 jam terakhir ini yang kualami.

TAMAT

Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 1 Sisil
Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 2 Shanty

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

2 thoughts on “Kisah Liarku Dinas Ke Luar Kota Bagian 3 Dini

Silakan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: