Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia
Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia

Kasihan melihat gadis yang bernama Tutik itu menjadi siksaan orang tua, maka dari tu Tutik mudah terjun ke dalam lubang hitam dijadikan langganan para hidung belang. Dia tidak bisa kemana-mana lagi, yang penting dia bisa makan dan tidur. Suatu hari Tutik ingin merubah nasibnya dengan menjadi pelayan café, dan dia menuliskan ceritanya di sini.

Di suatu malam yang sangat dingin, hujan gerimis mengguyur tubuh penulis yang saat itu melintas di ruas Jalan Marelan. Tiba-tiba tidak disengaja terlihat seorang gadis yang menggunakan gaun tembus pandang. Tubuhnya yang mungil dan cantik diterpa angin yang kencang.

Sekali-sekali dirinya menggigil menahan dinginnya cuaca malam itu. Penulis yang masih terus penasaran melihat tindakan gadis tersebut. Terlintas juga dalam benak penulis “gadis cantik seperti itu lagi ngapain di depan cafe? sementara di dalam café pengunjung sepi” Inilah yang terlintas dalam benak penulis.

Akhirnya penulis mencoba memberanikan diri menyapa gadis yang memakai baju warna putih tembus pandang. “Hai… lagi ngapain mbak?” Dia mejawab, ”ngga ada, cuma nongkorong doang.”

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Selanjutnya penulis mengenalkan diri pada gadis cantik tersebut yang kemudian mengaku namanya “Tutik”. Kurang lebih 15 menit di depan café, penulis mengajak gadis itu ke dalam café. Sesampainya di dalam café, penulis menanyakan “Tutik minum apa?” dijawabnya, “terserah apa aja bang.”

Pelayan café juga tiba di depan kami, yang tidak kalah seksi dan cantiknya dari Tutik, memakai rok mini di atas lutut. Sekali-sekali tangannya suka menggoda dan meraba-raba paha pengunjung.

Hujan gerimis masih membasahi jalan raya, cuacapun semakin dingin, pengunjung café sudah kosong, tinggal kami berdua dan dua orang pelayan café, saat itu jam 1.30 Wib. Tutik yang dari tadi hanya tertunduk sepertinya butuh perhatian. Sekali-sekali Tutik menebarkan senyum yang menggoda.

Panjang lebar cerita, hujanpun tidak kunjung berhenti, minuman Jus sudah habis, pemilik café menyiapkan barang-barangnya untuk tutup. Tutik mulai buka cerita dengan sifat yang agak malu-malu, sambil mengatakan, “bang cafenya sudah mau tutup kita cek in yo?” Mendengar ajakan Tutik penulis terdiam sejenak.

Tutik sepertinya tidak habis pikir, kenapa saya tidak mau menjawabnya. Tutik bertanya lagi, ”bang ayo donk…! aku mau cerita lebih jauh lagi ama abang.” Akhirnya aku kabulkan ajakan Tutik karena penuh dengan harapan akan mendapat cerita dari Tutik.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Akhirnya kami bergegas mau pergi, pemilik café langsung menegur, “abang mau pulang?”
Aku jawab, “ia tante.”
“Nanti sakit, inikan masih hujan…!”
Aku jawab, “kayaknya hujannya ini lama tante.”
“Kami pulang tante?”
Di jawabnya, “iya…! Hati-hati di jalan licin bang.”
Aku jawab lagi, “ia tante.”

Kami langsung menuju ke arah Simalingkar, salah satu café and bar dekat Hotel Royal Sumatera. Sewaktu dalam perjalanan, Tutik memeluk aku sangat kencang sepertinya takut kehilangan. Dalam perjalanan itu, aku bertanya, “Tutik kamu cantik, kok maunya kerjaan seperti ini?”
Jawab Tutik, “bang kalau masih ada kerjaan yang lebih hina dari sini akan kukerjakan walaupun itu pahit.”
“Maksud Tutik gimana?”
“Tutik juga tidak mau kerja ini tapi orang tua Tutik sendiri menghancurkan masa depan Tutik.”

“Tutik tidak diterima di lingkungan keluarga lagi bang. Kalau kuceritakan kehidupan aku, mungkin satu malam ini belum selesai. Tapi itupun kalau abang mendesakku, nanti ada waktunya bang, Tutik akan ceritakan semuanya buat abang.”

Kamipun sampai di tempat tujuan. Aku kaget Tutik rupanya sudah dikenal di café tersebut. Sesampainya di cafe, Tutik langsung didekati seorang laki-laki separuh baya yang notabenenya om-om. Yang pasti aku tidak tahu persis apa cerita orang itu, hanya melihat Tutik dipeluk si laki-laki tadi dengan erat sambil mencium bibir Tutik di tengah-tengah lampu yang samar-samar.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Lanjut cerita, gadis malang itu mulai bergegas mau pergi bersama si laki-laki yang kehausan nafsu dengan kondisi setengah mabuk. Sebelum pergi, Tutik mendekatiku sambil mengatakan, “bang Tutik mau pergi, pokoknya besok aku hubungi abang, ok bang?” Aku mengiyakannya.

Tutik langsung pergi menaiki mobil laki-laki itu untuk meninggalkan café. Akupun tidak tinggal diam untuk melacak mangsa tulisanku luput sampai di situ. Kupanggil pelayan café untuk membayar minuman. Tapi lain jawaban pelayan, “bang minumannya sudah dibayar om tadi.” Sebelum pergi meninggalkan café, kuberikan tip sama pelayan café yang menemaniku untuk pamitan pulang.

Sampai di depan café, kuperhatikan mobil laki-laki itu kemana arahnya. Kuikuti dari belakang sampai mobil itu belok ke salah satu tempat penginapan yang berkelas di Simalingkar. Ya… kutinggalkan setelah dapat kepastian mereka menginap di hotel tersebut.

Sesampainya di simpang kampus Universitas Sumatera Utara (USU), aku berhenti di satu café kecil minum (TST) Teh Susu Telor. Selama satu jam aku di café itu, tiba-tiba ponselku bunyi dengan nada panggilan.

Kuangkat ponselku, kulihat nomornya sepertinya tidak aku kenal. Aku sempat kaget tengah malam kegini siapa lagi yang menghubungiku (terlintas dalam benak aku). Ponsel berbunyi terus, kubiarkan sampai tiga kali panggilan baru kuangkat.

Sangat kaget mendengar sautan dalam ponsel itu terdengar suara perempuan baru kukenal. Menjawab pertanyaanku dengan manja sambil mengajak aku untuk menginap. Mendengar ajakan ini aku tidak percaya bahwa Tutik mau menginap bersamaku, sementara dianya masih bersama laki-laki barusan 2 jam kutinggalkan.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Tutik mengatakan kalau laki-laki tadi tidak bisa menginap sampai pagi, karena takut ketahuan sama istri dan anaknya.

Aku tanya, “ini no HP siapa?”
Tutik jawab, “om tadi kupinjam.”
Kutanya lagi, “berarti dia masih ada di ruang kamar?”
Tutik menjawab, “ia, tapi dia udah mau pulang bang, abang datang ya? aku tunggu Tutik tidak ada kawan, cepat dong bang.”
Desakan ini aku tidak mudah terpengaruh, karena takut ada kejadian yang tidak diinginkan nanti.

Kurang lebih 30 menit, hari hampir pagi jam 4.23 Wib aku menghubungi Tutik melalui ponselnya. Tutik mengangkat dengan nada kesal, “abang dimana kok ngga datang? cepat donk aku tidak ada kawan nih…!”

Akhirinya aku beranikan diri balik lagi ke hotel tersebut. Kuperhatikan mobil si laki-laki setengah baya yang tadi kutinggalkan di tempat parkir, memang tidak ada. Aku tanya langsung ke penjaga hotel, lalu menjawabnya, “sudah pulang bang, abang itu tiap menginap di hotel ini sampai jam 3.00 Wib saja bang. Abang mau ngapain?”

Kujawab dengan nada yang sopan, “aku barusan dihubungi cewek kawan bapak tadi.”

Belum habis aku ngomong, langsung penjaga itu potong, “Tutik bang?” katanya. “Iya bang.”

“Ada di kamar 19, masuk aja bang, ngga apa-apa itu di sini bisa kita jaga keamanan.”
“Ok bang terimakasih ya bang,” jawabku.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Aku langsung menuju ke kamar no 19, kuketuk pintu kamar, langsung dibuka, gadis seorang diri dengan mengenakan gaun tidur tembus pandang.

Sepertinya Tutik tidak memakai BH alias pembalut buah dada, hanya segi tiga transparan yang nampak. Mulai dari ujung rambut kuperhatikan sampai ujung kuku serta seisi dalam kamar itu sebelum masuk. Dipersilakan masuk sambil menarik tanganku ke dalam, “kok takut-takut, masuk dong bang, ngga apa-apa kok.” Tangan Tutik yang nakal hampir membuat aku jadi tidak terkontrol.

Tutik memang cantik, putih dan seksi, bahkan tidak ditemui satupun bekas luka di tubuhnya. Tangannya yang mulus, lembutnya belaian penuh dengan rasa sayang. Aku tertunduk sejenak di pinggir tempat tidur sambil mengisap rokok Sampoerna, sementara Tutik tidur di pangkuan aku sambil memeluk pinggangku.

Rokok sudah habis, aku ambilkan tas kecilku yang di dalamnya ada alat perekam suara, langsung kuhidupkan. Tutik memang nakal, mau tahu aja apa isi dalam tas aku. Dia mengambilnya dan mengeluarkan tape rekamannya, memutar balik isi kaset. Baru Tutik tahu mulai dari pertemanan tadi dianya ngomong aku rekam.

Saat itu juga gadis yang seksi, manja mencubitku dengan kesal. “abang kok tega kali merekam suara Tutik, untuk apa bang? abang wartawan ya? jahat abang, aku ngga mau lagi cerita ama abang. Rupanya abang wartawan pantasan abang mulai dari tadi ngebut kali mendengar kisah Tutik kenapa terjun ke dunia malam.”

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Tutik yang dari tadi nakal, kontan langsung terdiam dan membelakangi aku. Sementara radio rekamannya dia pegang, aku minta, dia ngga kasih. Bahkan dia mengatakan, “abang puas ya menanyai Tutik hanya untuk kesenangan abang, malunya untuk Tutik, berarti abang ikut dong menghancurkan Tutik dan mempermalukan Tutik di muka umum.”

Aku berusaha meyakininya dengan rasa sayang. Kukecup pipinya yang menandakan aku bukan untuk mempermalukannya. Tapi aku ingin mengangkat kisahnya untuk membantu sakit hati Tutik yang selama ini dipendam seperti bara yang sangat merah dan panas. Tutik kupeluk, kusayang, dan akhirnya Tutik mengalah memberikan rekamannya.

Tutik yang marah akhirnya bisa ku redakan kemarahannya. Sampai setengah jam Tutik tidak mau cakap, Tutik diam dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur yang empuk tanpa menghiraukan aku. Aku termenung sejenak memikirkan cara apa lagi kubuat untuk mengajak Tutik menceritakan kisahnya.

Dengan ide yang cemerlang terlintas di benakku untuk merayu dengan posisi yang sama. Akhirnya pertahanan Tutik kandas juga. Tutik membalikkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap aku. Dia senyum sambil memelukku sambil bertanya. “Apa sih gunanya abang muat di koran kisah Tutik? abang jahat kali ya? apa memang wartawan seperti itu? sukanya memberitakan kesusahan orang lain.” Aku jawab dengan nada yang rendah. Tutik menebar senyuman yang memikat hati Tutik agar dianya dapat yakin dan percaya.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Tutik yang manja dan seksi itu akhirnya luluh tersenyum dengan ikhlas meceritakan kisah hidupnya sampai terjun ke dunia hitam untuk memuaskan nafsu lelaki hidung belang.

Tutik bercerita pajang lebar tentang kisah hidupnya pada penulis pada pukul 4.30 Wib sampai pukul 7.30 pagi. Berawal dari ceritanya gadis cantik ini sangat lugu takut dengan laki-laki, bahkan banyak sekali kawan-kawan Tutik yang mengejeknya kampungan. Tapi itu semua tidak pernah dia masukkan dalam hati, hanya dianggapnya sebatas kuping saja. Waktu itu Tutik masih duduk di bangku SMA Swasta kelas dua di Medan.

Dengan keluguan Tutik, banyak sekali para lelaki satu lokalnya menaruh hati sama dia. lain orang lain tingkah lakunya, beratus teori yang dibuat cowok-cowok keren yang mendekatinya. Yang namanya cinta belum juga ada di benaknya. Suatu waktu yang tidak disangka Tutik ketemu dengan seorang pemuda yang baik hati, Roni (nama samarannya) berhasil memikat hati Tutik.

Penuh dengan rayuan dan kemesraan yang berjalan cukup lumayan sampai ke jenjang penikahan. Awal dari kesukaan Tutik pada Roni yakni penuh dengan kejujuran dan kebaikannya di mata Tutik membuatnya tergila-gila dengan Roni.

Saat yang dinanti-nantikan, Roni mulai berani bercanda mengajak Tutik jalan-jalan ke salah satu tepat perbelanjaan. Ajakan ini tidak disangka Roni kalau Tutik langsung menyetujuinya. Perjalananpun dilanjutkan ke sebuah plaza. Dengan mesra Roni memberanikan diri memegang jari tangan Tutik yang lembut dan halus.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Sentuhan itu membuat hati Tutik berdebar-debar seperti baru terkena strum listrik. Padahal menurutnya banyak cowok yang jahil menyentuh tangannya, tak satupun belum pernah ia rasakan detak jantung seperti ini.

Tutik membalas sentuhan tangan Roni sampai pada genggaman yang gemas sama-sama dilakukan. Roni menarik tangan Tutik sambil mengecup kulit tangan Tutik yang halus penuh dengan arti dan kasih sayang yang tidak bisa dituturkan.

Sesampai di plaza, Tutik mengajak Roni keliling-keling di dalam plaza. Tutik sudah mulai lelah dan Roni juga kelelahan. Tutik kasihan melihat Roni dan ajak dia pulang ke rumah Tutik. Sesampainya mereka di rumah, ternyata kedua orang tuanya bekum juga pulang kerja, yang ada adik Tutik baru pulang sekolah.

Mereka melanjutkan ngobrolnya di ruang tamu sambil nonton TV Flim Sinetron yang di bintangi Rano Karno sema menjalin cinta remaja di bangku sekolah. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 Wib, Roni dengan sopan berpamitan sama Tutik. Dengan kesopanan Roni juga membuat Tutik terus bertambah sayang dan cinta sama dia.

Tanpa mereka sadari, tiga bulan sudah berjalan hubungan Tutik dengan Roni. Hubungan baik itu melalui telepon atau ketemu di sekolah terus berlanjut. Roni sudah mengenalkan Tutik pada orang tuanya, dan Tutik sudah mengenalkan Roni pada kedua orang tuanya juga. Semula kedua orang tua Tutik tidak pernah mempersoalkan hubungannya dengan Roni sampai mereka naik ke kelas tiga. Sewaktu hari libur kawan-kawan Tutik mengajak rekreasi di Pantai Kasan.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Roni menyetujuinya, Tutik senang karena Roni mau ikut bersama-sama. Mereka berangkat, tiga pasangan yang semuanya pacaran, ongkos mereka kumpul-kumpul bersama. Tiba waktunya Tutik pun menunggu angkot berjanji jumpa di simpang Amplas. Pukul 9.30 wib sudah kumpul semuanya, langsung menaiki mobil bersama-sama ke pemandian.

Sesampainya di sana, masing-masing pasangan berpencar menyewa gubuk yang ada di pinggir pantai. Roni masih malu-malu untuk menyewa gubuk buat mereka berdua yang di luar. Roni menatap Tutik dengan penuh kasih sayang. Tutik mengkedipkan mata agar Roni berani menyewakan gubuk buat mereka berdua.

Akhirnya Roni mengajak Roni menyewa gubuk pas di pinggir pantai. Cuaca mulai mendung, mereka ganti baju untuk sama-sama berenang. Satu jam penuh berenang perut mulai mulas dan terasa nyeri menahankan lapar. Setengah jam kemudian mereka dengan bersama-sama berhenti mandi untuk makan di tepi Pantai Kasan.

Mandi sudah, makanpun sudah, tinggal istirahat dulu baru nunggu sore, baru mandi lagi, siap mandi baru pulang. Kebetulan siap makan hujan gerimis pun tiba, mereka sangat khawatir kalau pantai ini akan meluap nantinya.

Kisah Perjalanan Hidup Tutik Gadis Belia – Cerita Becek.

Tapi kekhawatiran ini hilang begitu saja sesaat Tutik berduaan dengan Roni di dalam gubuk. Hujan makin lebat, Roni menutup pintu gubuk, suasana makin dingin Roni menatap Tutik dengan lembut. Saat Tutik menggeser posisi duduknya, Roni menarik tangannya, sambil merangkul bahunya.

Tutik terkejut dengan nafas yang agak kencang, jantungnya berdebar-debar, ada rasa benci dan suka. Roni tidak menghintakan jemarinya di bahu Tutik, tangannya mulai menjulur ke pinggangnya meletakkan tangannya di atas pahanya yang dibalut dengan celana renangnya yang basah kuyup.

Roni mencium lehernya dan kupingnya, Tutik meronta dengan kecil sambil mengatakan, “jangan bang, nanti kalau kita sudah kawinkan abang bisa melakukannya.” Roni tidak mendengar keluhannya bahkan ia merayunya dengan kata-kata dan gombalan sambil mengatakan, “aku mau bertanggung jawab untuk mengawinimu, aku sumpah demi Tuhan.” Kebetulan Roni beragama Islam, Tutik Kristen.

Tutik bertanya ke roni lagi, “apa orang tua abang mau menerimaku?”
Dia jawab, “aku sudah bilang sama orang tuaku, mereka setuju, terserah pilihan aku.”

Akhirnya pertahanan Tutik kandaslah sudah. Tutik pasrah Roni menciuminya mulai dari ujung rambut sampai kakinya, dengan penuh rasa sayang dan menikmati keindahan tubuh Tutik.

Tutik tidak tahan perlakuan Roni, membuatnya macam cacing kepanasan sambil membalas cubuan Roni. Melihat perlawanan Tutik, Roni semakin semangat sambil berusaha membuka baju dan celana renangnya. Dalam sekejap, baju dan celana Tutik sudah lepas dari tubuhnya.

Tubuh Tutik yang putih mulus hanya dibalut segi tiga dan BH. Melihat kemontokan tubuh Tutik, Roni sempat terpelongo sejenak melihat pemandangan yang tidak pernah dilihatnya secara langsung selain dengan menonton fliim biru.

Dengan secepat kilat Roni melepaskan seluruh pakaiannya yang melekat di tubuhnya. Tutik terkejut dan malu melihat Roni telanjang bulat di hadapannya, dadanya yang kekar ditumbuhi bulu-bulu halus. Tutik teringat kata-kata kawannya, kalau ada bulu tubuh di dada pria, nafsunya tinggi, mengingat ini Tutik gemetar. Tanpa dikomandoi tangan Roni yang lincah membuat Tutik kehilangan konsentrasi. Tutik gelagapan menyeimbangi jamahan dan ciuman yang dilakukan Roni.

Tutik hampir lemas dengan cumbuan Roni yang membuatnya tidak sadar bahwa semua pembalut tubuhnya sudah terlepas seperti anak yang baru dilahirkan tanpa sehelai benangpun yang menghalanginya. Roni mulai meningkatkan serangannya, maaf pembaca “dengan menjilat milik Tutik yang paling berharga”. Tutik tidak tahu apa lagi yang dilakukan Roni, yang jelas membuat Tutik menggelinjang-gelinjang.

Roni menindih Tutik sambil membuat ancang-ancang di atas tubuhnya, sambil mengarahkan bazzokanya, sambil menciumi leher dan telinganya. Saat tubuh Roni peling bawah menekan milik Tutik terasa nyeri dan sakit.

Mendengar jeritan Tutik, Roni merasa kasihan dan menghentikan aksinya sebentar. Sambil mempermainkan buah kembar milik Tutik, selang beberapa menit Roni mengulangi aksinya sambil menekan dengan pelan-pelan, tapi sangat luar biasa sakitnya. Tutik baru kali itu dicium laki-laki, apalagi untuk digituim.

Roni mulai tidak sabar menikmati milik Tutik, akhirnya dia menekannya dengan keras. Tutik menjerit kesakitan. Roni berhasil membongkar pintu milik Tutik yang kian lama dijaga. Roni tidak bergerak, dia membiarkan miliknya di dalam milik Tutik. Sekali-sekali Roni mengangkat tubuhnya dengan lembut, Tutik mulai merasakan nikmat bercampur sakit. Kurang lebih 15 menit Roni mengerang dan terkulai lemas di samping Tutik.

Tutik memaki dirinya sambil menangis, kenapa dia bisa segampang itu mengikuti godaan setan yang menimpaku. Tutik mau duduk terasa sakit di selangkangannya, Roni terlihat dengan senyum sambil memeluk Tutik. Dia meyakinkan Tutik bahwa dirinya tidak akan menyia-nyiakan Tutik sampai kapanpun dia tetap bertanggungjawab katanya pada Tutik. Dengan kata-kata bang Roni membuat Tutik tidak ada apa-apanya di depan dia. Tutik tertunduk dan patuh pada perintahnya.

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

Silakan Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: