Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya
Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya

Keponakanku yang baru menikah tinggal bersamaku karena mereka belum memiliki rumah sendiri. Tidak menjadi masalah bagiku karena aku tinggal sendiri setelah lama bercerai dan aku tidak memiliki anak dari perkawinan yang gagal itu. Sebagai pengantin baru, tentunya keponakanku dan istrinya, Vivi, lebih sering menghabiskan waktunya di kamar.

Pernah satu malam, aku mendengar erangan Vivi dari kamar mereka. Aku mendekat ke pintu, terdengar Vivi mengerang-ngerang, “Terus mas, enak mas, terus….. yah udah keluar ya mas, Vivi belum apa-apa.” Sepertinya Vivi tidak terpuaskan dalam ‘pertempuran’ itu karena suaminya keok duluan. Beberapa kali aku mendengar lenguhan dan diakhiri dengan keluhan senada. Kasihan juga Vivi.

Suatu sore, sepulang dari kantor, aku lupa membawa kunci rumah. Aku mengetok pintu cukup lama sampai Vivi yang membukakan pintu. Aku sudah lama terpesona dengan kecantikan dan bentuk tubuhnya. Tinggi tubuhnya sekitar 167 cm. Rambutnya tergerai sebahu. Wajahnya cantik dengan bentuk mata, alis, hidung, dan bibir yang indah. Vivi hanya mengenakan baju kimono yang terbuat dari bahan handuk sepanjang hanya 15 cm di atas lutut.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Paha dan betis yang tidak ditutupi daster itu tampak amat mulus. Kulitnya kelihatan licin, dihiasi oleh rambut-rambut halus yang pendek. Pinggulnya yang besar melebar. Pinggangnya kelihatan ramping. Sementara kimono yang menutupi dada atasnya belum sempat diikat secara sempurna, menyebabkan belahan toket yang montok itu menyembul di belahan baju, pentilnya membayang di kimononya. Rupanya Vivi belum sempat mengenakan bra. Lehernya jenjang dengan beberapa helai rambut terjuntai. Sementara bau harum sabun mandi terpancar dari tubuhnya.

Agaknya Vivi sedang mandi, atau baru saja selesai mandi. Tanpa sengaja, sebagai laki-laki normal, kontolku berdiri melihat tubuhnya. Dari samping kulihat toketnya begitu menonjol dari balik kimononya. Melihat Vivi sewaktu membelakangiku, aku terbayang betapa nikmatnya bila tubuh tersebut digeluti dari arah belakang. Aku berjalan mengikutinya menuju ruang makan. Kuperhatikan gerak tubuhnya dari belakang. Pinggul yang besar itu meliuk ke kiri-kanan mengimbangi langkah-langkah kakinya. Ingin rasanya kudekap tubuh itu dari belakang erat-erat. Ingin kutempelkan kontolku di gundukan pantatnya. Dan ingin rasanya kuremas-remas toket montoknya habis-habisan.

“Sori Vi, om lupa bawa kunci. Kamu terganggu mandinya ya,” kataku.
“Udah selesai kok om,” jawabnya.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Aku duduk di meja makan. Vivi mengambilkan teh buatku dan kemudian masuk ke kamarnya. Tak lama kemudian Vivi keluar hanya mengenakan daster tipis berbahan licin, mempertontonkan tonjolan toket yang membusung. Vivi tidak mengenakan bra, sehingga kedua pentilnya tampak jelas sekali tercetak di dasternya. Vivi beranjak dari duduknya dan mengambil toples berisi kue dari lemari makan. Pada posisi membelakangiku, aku menatap tubuhnya dari belakang yang sangat merangsang.

Kami ngobrol ngalor ngidul soal macam-macam. Kesempatan bagiku untuk menatapnya dari dekat tanpa rasa risih. Vivi tidak menyadari bahwa belahan daster di dadanya mempertontonkan toket yang montok kala agak merunduk. Kontolku pun menegang. Akhirnya pembicaraan menyerempet soal sex.

“Vi, kamu gak puas ya sama suami kamu?” kataku to the point.
Vivi tertunduk malu, mukanya semu kemerahan.
“Kok om tau sih,” jawabnya lirih.
“Om kan pernah dengar kamu melenguh awalnya, cuma akhirnya mengeluh. Suami kamu cepat ngecretnya ya?” kataku lagi.
“Iya om, si mas cepat banget keluarnya. Vivi baru mulai ngerasa enak, dia sudah keluar. Kesel deh jadinya, kaya Vivi cuma jadi pemuas nafsunya aja,” Vivi mulai curhat.
Aku hanya mendengarkan curhatannya saja.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

“Om, mandi dulu deh, udah waktunya makan. Vivi nyiapin makan dulu ya,” katanya mengakhiri pembicaraan seru.
“Kirain Vivi nawarin mau mandiin,” godaku.
“Ih si om, genit,” jawabnya tersipu.
“Kalau Vivi mau, om gak keberatan loh,” jawabku lagi.

Vivi tidak menjawab hanya berlalu ke dapur, menyiapkan makan. Sementara itu, aku masuk kamarku dan mandi. Kontolku tegang gak karuan karena pembicaraan seru tadi.

Selesai mandi, aku hanya memakai celana pendek dan kaos, sengaja aku tidak memakai CD. Pengen rasanya malam ini aku ngentotin Vivi. Apalagi suaminya sedang tugas keluar kota untuk beberapa hari. Kontolku masih ngaceng berat sehingga kelihatan jelas tercetak di celana pendekku. Vivi diam saja melihat ngacengnya kontolku dari luar celana pendekku. Ketika makan malam, kami ngobrol soal yang lain. Vivi berusaha tidak mengarahkan pembicaraan ke arah yang tadi. Kalau Vivi tertawa, ingin rasanya kulumat habis-habisan bibirnya. Ingin rasanya kusedot-sedot toket nya dan ingin rasanya kuremas-remas pantat kenyal Vivi itu sampai dia menggial-gial keenakan.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Selesai makan, Vivi membereskan piring dan gelas. Sekembalinya dari dapur, Vivi terpeleset sehingga terjatuh. Rupanya ada air yang tumpah ketika Vivi membawa peralatan makan ke dapur. Betis kanan Vivi membentur rak kayu. “Aduh,” Vivi mengerang kesakitan. Aku segera menolongnya. Punggung dan pinggulnya kuraih. Kubopong Vivi ke kamarnya. Kuletakkan Vivi di ranjang. Tercium bau harum sabun mandi memancar dari tubuhnya. Belahan daster terbuka lebih lebar sehingga aku dapat dengan leluasa melihat kemontokan toketnya.

Nafsuku pun naik. Kontolku semakin tegang. Ketika aku menarik tangan dari pinggulnya, tanganku tanpa sengaja mengusap pahanya yang tersingkap. Vivi berusaha meraih betisnya yang terbentur rak tadi. Kulihat bekas benturan tadi membuat sedikit memar di betis nya. Aku pun berusaha membantunya. Kuraih betis tersebut seraya kuraba dan kuurut bagian betis yang memar tersebut.

“Pelan om, sakit,” erangnya lagi. Lama-lama suaranya hilang. Sambil terus memijit betis Vivi, kupandang wajahnya. Matanya sekarang terpejam. Nafasnya jadi teratur. Vivi sudah tertidur. Mungkin karena lelah seharian membereskan rumah. Aku semakin melemahkan pijitanku, dan akhirnya kuhentikan sama sekali.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Kupandangi Vivi yang tengah tertidur. Alangkah cantik wajahnya. Lehernya jenjang. Toketnya yang montok bergerak naik-turun dengan teratur mengiringi nafas tidurnya. Pentilnya menyembul dari balik dasternya. Pinggangnya ramping, dan pinggulnya yang besar melebar. Daster tersebut tidak mampu menyembunyikan garis segitiga CD yang kecil. Terbayang dengan apa yang ada di balik CD nya, kontolku menjadi semakin tegang. Apalagi paha yang putih terbuka karena daster yang tersingkap. Kuelus betisnya. Kusingkapkan bagian bawah dasternya sampai sebatas perut.

Kini paha mulus itu terhampar di hadapanku. Di atas paha, beberapa helai bulu jembut keluar dari CD yang minim. Sungguh kontras warnanya. Jembutnya berwarna hitam, sedang tubuhnya berwarna putih.

Kueluskan tanganku menuju pangkal pahanya sambil kuamati wajah Vivi. Kueluskan perlahan ibu jariku di belahan bibir nonoknya. Kuciumi paha mulus tersebut berganti-ganti, kiri dan kanan, sambil tanganku mengusap dan meremasnya perlahan-lahan. Kedua paha tersebut secara otomatis bergerak membuka agak lebar. Kemudian aku melepas celana pendekku. Kembali kuciumi dan kujilati paha dan betis nya.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Kutempelkan kepala kontolku yang sudah ngaceng berat di pahanya. Rasa hangat mengalir dari paha Vivi ke kepala kontolku. Kugesek-gesekkan kepala kontolku di sepanjang pahanya. Kontolku terus kugesek-gesekkan di paha nya sambil agak kutekan. Semakin terasa nikmat. Nafsuku semakin tinggi. Aku semakin nekat. Kulepaskan daster Vivi, Vivi terbangun karena ulahku.

“Om, Vivi mau diapain?” katanya lirih. Aku terkejut dan segera menghentikan aksiku. Aku memandangi tubuh mulus Vivi tanpa daster menghalanginya. Tubuh moleknya sungguh membangkitkan birahi. Toket yang besar membusung, pinggang yang ramping, dan pinggul yang besar melebar. Pentilnya berdiri tegak.

“Vi, om mau ngasi kenikmatan sama kamu, mau enggak?” kataku perlahan sambil mencium toket nya yang montok. Vivi diam saja, matanya terpejam. Hidungku mengendus-endus kedua toket yang berbau harum sambil sesekali mengecupkan bibir dan menjilatkan lidahku. Pentil toket kanannya kulahap ke dalam mulutku. Badannya sedikit tersentak ketika pentil itu kugencet perlahan dengan menggunakan lidah dan gigi atasku.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

“Om…” rintihnya. Rupanya tindakanku membangkitkan nafsunya juga. Karena sangat ingin merasakan kenikmatan dientot, Vivi diam saja membiarkan aku menjelajahi tubuhnya. Kusedot-sedot pentil toketnya secara berirama. Mula-mula lemah, lama-lama agak kuperkuat sedotanku. Kuperbesar daerah lahapan bibirku. Kini pentil dan toket sekitarnya yang berwarna kecoklatan itu semua masuk ke dalam mulutku.

Kembali kusedot daerah tersebut dari lemah-lembut menjadi agak kuat. Mimik wajah Vivi tampak sedikit berubah, seolah menahan suatu kenikmatan. Kedua toket harum itu kuciumi dan kusedot-sedot secara berirama. Kontolku bertambah tegang. Sambil terus menggumuli toket dengan bibir, lidah, dan wajahnya, aku terus menggesek-gesekkan kontolku di kulit pahanya yang halus dan licin. Kubenamkan wajahku di antara kedua belah gumpalan dada Vivi. Perlahan-lahan bergerak ke arah bawah. Kugesek-gesekkan wajahku di lekukan tubuh yang merupakan batas antara gumpalan toket dan kulit perutnya. Kiri dan kanan kuciumi dan kujilati secara bergantian.

Kecupan-kecupan bibirku, jilatan-jilatan lidahku, dan endusan-endusan hidungku pun beralih ke perut dan pinggang Vivi. Sementara gesekan-gesekan kepala kontolku kupindahkan ke betisnya. Bibir dan lidahku menyusuri perut sekeliling pusarnya yang putih mulus. Wajahku bergerak lebih ke bawah. Dengan nafsu yang menggelora, kupeluk pinggulnya secara perlahan-lahan. Kecupanku pun berpindah ke CD tipis yang membungkus pinggulnya tersebut. Kususuri pertemuan antara kulit perut dan CD, ke arah pangkal paha. Kujilat helaian-helaian rambut jembutnya yang keluar dari CDnya. Lalu kuendus dan kujilat CD pink itu di bagian belahan bibir nonoknya. Vivi makin terengah menahan nafsunya, sesekali terdengar lenguhannya menahan kenikmatan yang dirasakannya.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Aku bangkit. Dengan posisi berdiri di atas lutut kukangkangi tubuhnya. Kontolku yang tegang kutempelkan di kulit toket Vivi. Kepala kontol kugesek-gesekkan di toket yang montok itu. Sambil kukocok batangnya dengan tangan kananku, kepala kontolku terus kugesekkan di toketnya, kiri dan kanan. Setelah sekitar dua menit aku melakukan hal itu. Kuraih kedua belah gumpalan toket Vivi yang montok itu. Aku berdiri di atas lutut dengan mengangkangi pinggang ramping Vivi dengan posisi badan sedikit membungkuk. Batang kontolku kujepit dengan kedua gumpalan toketnya. Kini rasa hangat toket Vivi terasa mengalir ke seluruh batang kontolku.

Perlahan-lahan kugerakkan maju-mundur kontolku di cekikan kedua toket Vivi. Kekenyalan daging toket tersebut serasa memijit-mijit batang kontolku, memberi rasa nikmat yang luar biasa. Di kala maju, kepala kontolku terlihat mencapai pangkal lehernya yang jenjang. Di kala mundur, kepala kontolku tersembunyi di jepitan toketnya. Lama-lama gerak maju-mundur kontolku bertambah cepat, dan kedua toket nya kutekan semakin keras dengan telapak tanganku agar jepitan di batang kontolku semakin kuat. Aku pun merem melek menikmati enaknya jepitan toketnya. Vivi pun mendesah-desah tertahan, “Ah… hhh… hhh… ah…”

Kontolku pun mulai melelehkan sedikit cairan. Cairan tersebut membasahi belahan toket Vivi. Oleh gerakan maju-mundur kontolku di dadanya yang diimbangi dengan tekanan-tekanan dan remasan-remasan tanganku di kedua toketnya, cairan itu menjadi teroles rata di sepanjang belahan dadanya yang menjepit batang kontolku. Cairan tersebut menjadi pelumas yang memperlancar maju-mundurnya kontolku di dalam jepitan toketnya. Dengan adanya sedikit cairan dari kontolku tersebut aku merasakan keenakan dan kehangatan yang luar biasa pada gesekan-gesekan batang dan kepala kontolku dengan toketnya.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

“Hih… hhh… Luar biasa enaknya…” aku tak kuasa menahan rasa enak yang tak terperi. Nafas Vivi menjadi tidak teratur. Desahan-desahan keluar dari bibirnya, yang kadang diselingi dengan desahan lewat hidungnya, “Ngh… ngh… hhh… heh… eh… ngh…” Desahan-desahan Vivi semakin membuat nafsuku semakin memuncak.

Gesekan-gesekan maju-mundurnya kontolku di jepitan toketnya semakin cepat. Kontolku semakin tegang dan keras. Kurasakan pembuluh darah yang melalui batang kontolku berdenyut-denyut, menambah rasa hangat dan nikmat yang luar biasa.

“Enak sekali, Vi,” erangku tak tertahankan.. Aku menggerakkan maju-mundur kontolku di jepitan toket Vivi dengan semakin cepatnya. Rasa enak yang luar biasa mengalir dari kontolku ke syaraf-syaraf otakku. Kulihat wajah Vivi. Alis matanya bergerak naik turun seiring dengan desah-desah perlahan bibirnya akibat tekanan-tekanan, remasan-remasan, dan kocokan-kocokan di toketnya. Ada sekitar lima menit aku menikmati rasa keenakan luar biasa di jepitan toketnya itu.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Toket sebelah kanannya kulepas dari telapak tanganku. Tangan kananku lalu membimbing kontolku dan menggesek-gesekkan kepala kontolku dengan gerakan memutar di kulit toketnya yang halus mulus. Sambil jari-jari tangan kiriku terus meremas toket kiri Vivi, kontolku kugerakkan memutar-mutar menuju ke bawah. Ke arah perut. Dan di sekitar pusarnya, kepala kontolku kugesekkan memutar di kulit perutnya yang putih mulus, sambil sesekali kusodokkan perlahan di lubang pusarnya.

Kucopot CD minimnya. Pinggul yang melebar itu tidak berpenutup lagi. Kulit perut yang semula tertutup CD tampak jelas sekali. Licin, putih, dan amat mulus. Di bawah perutnya, jembut yang hitam lebat menutupi daerah sekitar lubang nonoknya. Kedua paha mulus Vivi kurenggangkan lebih lebar. Kini hutan lebat di bawah perut tadi terkuak, mempertontonkan nonoknya. Aku pun mengambil posisi agar kontolku dapat mencapai nonok Vivi dengan mudahnya. Dengan tangan kanan memegang batang kontol, kepalanya kugesek-gesekkan ke jembut Vivi.

Rasa geli menggelitik kepala kontolku. Kepala kontolku bergerak menyusuri jembut menuju ke nonoknya. Kugesek-gesekkan kepala kontolku ke sekeliling bibir nonoknya. Terasa geli dan nikmat. Kepala kontol kugesekkan agak ke arah lubang nonoknya. Dan menusuk sedikit ke dalam. Lama-lama dinding mulut lubang nonok itu menjadi basah. Kugetarkan perlahan-lahan kontolku sambil terus memasuki lubang nonoknya. Kini seluruh kepala kontolku yang berhelm pink terbenam dalam jepitan mulut nonok Vivi. Jepitan mulut nonok itu terasa hangat dan enak sekali. Kembali dari mulut Vivi keluar desisan kecil tanda nikmat tak terperi. Kontolku semakin tegang.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Sementara dinding mulut nonok Vivi terasa semakin basah. Perlahan-lahan kontolku kutusukkan lebih ke dalam. Kini tinggal separuh batang yang tersisa di luar. Secara perlahan kumasukkan kontolku ke dalam nonoknya. Terbenam sudah seluruh batang kontolku di dalam nonok Vivi. Sekujur batang kontolku sekarang dijepit oleh nonok Vivi dengan sangat enaknya. Secara perlahan-lahan kugerakkan keluar masuk kontolku ke dalam nonoknya. Sewaktu keluar, yang tersisa di dalam nonok hanya kepala kontolku saja. Sewaktu masuk seluruh kontol terbenam di dalam nonok sampai batas pangkalnya. Rasa hangat dan enak yang luar biasa kini seolah memijiti seluruh bagian kontolku. Aku terus memasuk-keluarkan kontolku ke lubang nonoknya.

Alis matanya terangkat naik setiap kali kontolku menusuk masuk nonoknya secara perlahan. Bibir segarnya yang sensual sedikit terbuka, sedang giginya terkatup rapat. Dari mulut sexy itu keluar desis kenikmatan, “Sssh… sssh… hhh… hhh… ssh… sssh…” Aku terus mengocok perlahan-lahan nonoknya. Enam menit sudah hal itu berlangsung. Kembali kukocok secara perlahan nonoknya. Kurasakan enaknya jepitan otot-otot nonoknya pada kontolku. Kubiarkan kocokan perlahan tersebut sampai selama dua menit. Kembali kutarik kontolku dari nonok Vivi. Namun kini tidak seluruhnya, kepala kontol masih kubiarkan tertanam dalam mulut nonoknya. Sementara batang kontol kukocok dengan jari-jari tangan kananku dengan cepatnya.

Rasa enak itu agaknya dirasakan pula oleh Vivi. Vivi mendesah-desah akibat sentuhan-sentuhan getar kepala kontolku pada dinding mulut nonoknya, “Sssh… sssh… zzz… ah… ah… hhh…”

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Tiga menit kemudian kumasukkan lagi seluruh kontolku ke dalam nonok Vivi. Dan kukocok perlahan. Kunikmati kocokan perlahan pada nonoknya kali ini lebih lama. Sampai kira-kira empat menit. Lama-lama aku tidak puas. Kupercepat gerakan keluar-masuk kontolku pada nonoknya. Kurasakan rasa enak sekali menjalar di sekujur kontolku. Aku sampai tak kuasa menahan ekspresi keenakanku. Sambil tertahan-tahan, aku mendesis-desis, “Vi… nonokmu luar biasa… nikmatnya…”

Gerakan keluar-masuk secara cepat itu berlangsung sampai sekitar empat menit. Rasa gatal-gatal enak mulai menjalar di sekujur kontolku. Berarti beberapa saat lagi aku akan ngecret. Kucopot kontolku dari nonok Vivi. Segera aku berdiri dengan lutut mengangkangi tubuhnya agar kontolku mudah mencapai toketnya. Kembali kuraih kedua belah toket montok itu untuk menjepit kontolku yang berdiri dengan amat gagahnya. Agar kontolku dapat terjepit dengan enaknya, aku agak merundukkan badanku.

Kontolku kukocokkan maju-mundur di dalam jepitan toketnya. Cairan nonok Vivi yang membasahi kontolku kini merupakan pelumas pada gesekan-gesekan kontolku dan kulit toketnya. “Oh… hangatnya… Sssh… nikmatnya… Tubuhmu luarrr biasa…” Aku merintih-rintih keenakan. Vivi juga mendesis-desis keenakan, “Sssh.. sssh… sssh…” Giginya tertutup rapat. Alis matanya bergerak ke atas ke bawah. Aku mempercepat maju-mundurnya kontolku. Aku memperkuat tekananku pada toketnya agar kontolku terjepit lebih kuat. Rasa enak menjalar lewat kontolku. Rasa hangat menyusup di seluruh kontolku.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Karena basah oleh cairan nonok, kepala kontolku tampak amat mengkilat di saat melongok dari jepitan toket Vivi. Leher kontol yang berwarna coklat tua dan helm kontol yang berwarna pink itu menari-nari di jepitan toketnya. Lama-lama rasa gatal yang menyusup ke segenap penjuru kontolku semakin menjadi-jadi. Semakin kupercepat kocokan kontolku pada toket Vivi.

Rasa gatal semakin hebat. Rasa hangat semakin luar biasa. Dan rasa enak semakin menuju puncaknya. Tiga menit sudah kocokan hebat kontolku di toket montok itu berlangsung. Dan ketika rasa gatal dan enak di kontolku hampir mencapai puncaknya, aku menahan sekuat tenaga benteng pertahananku sambil mengocokkan kontol di kempitan toket indah Vivi dengan sangat cepatnya. Rasa gatal, hangat, dan enak yang luar biasa akhirnya mencapai puncaknya. Aku tak kuasa lagi membendung jebolnya tanggul pertahananku. “Vivi…!” pekikku dengan tidak tertahankan. Mataku membeliak-beliak. Jebollah pertahananku. Rasa hangat dan nikmat yang luar biasa menyusup ke seluruh sel-sel kontolku saat menyemburkan peju. Crot! Crot! Crot! Crot!

Pejuku menyemprot dengan derasnya. Sampai empat kali. Kuat sekali semprotannya, sampai menghantam rahang Vivi. Peju tersebut berwarna putih dan kelihatan sangat kental. Dari rahang peju mengalir turun ke arah leher Vivi. Peju yang tersisa di dalam kontolku pun menyusul keluar dalam tiga semprotan. Cret! Cret! Cret! Kali ini semprotannya lemah. Semprotan awal hanya sampai pangkal lehernya, sedang yang terakhir hanya jatuh di atas belahan toketnya. Aku menikmati akhir-akhir kenikmatan.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

“Luar biasa… Vi, nikmat sekali tubuhmu,” aku bergumam.
“Kok gak dikeluarin di dalam aja om?” kata Vivi lirih.
“Gak apa kalo om ngecret di dalam Vi?” tanyaku.
“Gak apa om, Vivi pengen ngerasain kesemprot peju anget. Tapi Vivi ngerasa nikmat sekali om, belum pernah Vivi ngerasain kenikmatan seperti ini,” katanya lagi.
“Ini baru ronde pertama Vi, mau lagi kan ronde kedua?” kataku.
“Mau om, tapi ngecretnya di dalam ya,” jawabnya.
“Kok tadi kamu diam aja Vi,” kataku lagi.
“Bingung om, tapi nikmat,” jawabnya sambil tersenyum.
“Engh…” Vivi menggeliatkan badannya.
Aku segera mengelap kontol dengan tissue yang ada di atas meja, dan memakai celana pendek.

Beberapa lembar tissue kuambil untuk mengelap pejuku yang berleleran di rahang, leher, dan toket Vivi. Ada yang tidak dapat dilap, yakni cairan pejuku yang sudah terlanjur jatuh di rambut kepalanya.

“Mau kemana om?” tanyanya.
“Mau ambil minum dulu,” jawabku.
“Kok celananya dipake, katanya mau ronde kedua,” katanya.
Rupanya Vivi sudah pengen aku menggelutinya sekali lagi.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Aku kembali membawa gelas berisi air putih. Kuberikan kepada Vivi yang langsung menenggaknya sampai habis. Aku keluar lagi untuk mengisi gelas dengan air dan kembali lagi ke kamar. Masih tidak puas aku memandangi toket indah yang terhampar di depan mataku tersebut. Mataku memandang ke arah pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang melebar indah. Terus tatapanku jatuh ke nonoknya yang dikelilingi oleh bulu jembut hitam jang lebat.

Betapa enaknya ngentotin Vivi. Aku ingin mengulangi permainan tadi, menggeluti dan mendekap kuat tubuhnya. Mengocok nonoknya dengan kontolku dengan irama yang menghentak-hentak kuat. Dan aku dapat menyemprotkan pejuku di dalam nonoknya sambil merengkuh kuat-kuat tubuhnya saat aku nyampai. Nafsuku terbakar.

“Vivi…” desahku penuh nafsu. Bibirku pun menggeluti bibirnya. Bibir sensual yang menantang itu kulumat-lumat dengan ganasnya. Sementara Vivi pun tidak mau kalah. Bibirnya pun menyerang bibirku dengan dahsyatnya, seakan tidak mau kedahuluan oleh lumatan bibirku. Kedua tangankupun menyusup di antara lengan tangannya. Tubuhnya sekarang berada dalam dekapanku. Aku mempererat dekapanku, sementara Vivi pun mempererat pelukannya pada diriku. Kehangatan tubuhnya terasa merembes ke badanku, toketnya yang membusung terasa semakin menekan dadaku. Jari-jari tangan Vivi mulai meremas-remas kulit punggungku.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Vivi mencopot celanaku. Vivi pun merangkul punggungku lagi. Aku kembali mendekap erat tubuh Vivi sambil melumat kembali bibirnya. Aku terus mendekap tubuhnya sambil saling melumat bibir. Sementara tangan kami saling meremas-remas kulit punggung. Kehangatan menyertai tubuh bagian depan kami yang saling menempel. Kini kurasakan toketnya yang montok menekan ke dadaku. Dan ketika saling sedikit bergeseran, pentilnya seolah-olah menggelitiki dadaku. Kontolku terasa hangat dan mengeras. Tangan kiriku pun turun ke arah perbatasan pinggang ramping dan pinggul besar Vivi, menekannya kuat-kuat dari belakang ke arah perutku. Kontolku tergencet perut bawahku dan perut bawah Vivi dengan enaknya.

Sementara bibirku bergerak ke arah lehernya. Kuciumi, kuhisap-hisap dengan hidungku, dan kujilati dengan lidahku. “Ah… geli… geli…” desah Vivi sambil menengadahkan kepala, agar seluruh leher sampai dagunya terbuka dengan luasnya. Vivi pun membusungkan dadanya dan melenturkan pinggangnya ke depan. Dengan posisi begitu, walaupun wajahku dalam keadaan menggeluti lehernya, tubuh kami dari dada hingga bawah perut tetap dapat menyatu dengan rapatnya. Tangan kananku lalu bergerak ke dadanya yang montok, dan meremas-remas toket tersebut dengan perasaan gemas.

Setelah puas menggeluti lehernya, wajahku turun ke arah belahan dadanya. Aku berdiri dengan agak merunduk. Tangan kiriku pun menyusul tangan kanan, yakni bergerak memegangi toket. Kugeluti belahan toket Vivi, sementara kedua tanganku meremas-remas kedua belah toketnya sambil menekan-nekankannya ke arah wajahku. Kugesek-gesekkan memutar wajahku di belahan toket itu. Bibirku bergerak ke atas bukit toket sebelah kiri. Kuciumi bukit toket nya, dan kumasukkan pentil toket di atasnya ke dalam mulutku. Kini aku menyedot-sedot pentil toket kiri Vivi.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Kumainkan pentil di dalam mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke puncak bukit toket di sekitar pentil yang berwarna coklat. “Ah… ah… om… geli…” Vivi mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. Aku memperkuat sedotanku. Sementara tanganku meremas kuat toket sebelah kanan. Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada pentilnya. “Om… hhh… geli… geli… enak… enak… ngilu… ngilu…” Aku semakin gemas.

Toket Vivi itu kumainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Bukit toket kadang kusedot sebesar-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya. Kadang yang kusedot hanya pentilnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang kuremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya. Kadang hanya kupijit-pijit dan kupelintir-pelintir kecil pentil yang mencuat gagah di puncaknya. “Ah… om… terus… hzzz… ngilu… ngilu…” Vivi mendesis-desis keenakan. Matanya kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke kanan-kiri semakin sering frekuensinya.

Sampai akhirnya Vivi tidak kuat melayani serangan-serangan awalku. Jari-jari tangan kanan Vivi yang mulus dan lembut menangkap kontolku yang sudah berdiri dengan gagahnya. “Om.. Batang kontolnya besar ya,” ucapnya. Sambil membiarkan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti kedua belah toketnya, jari-jari lentik tangan kanannya meremas-remas perlahan kontolku secara berirama. Remasannya itu memberi rasa hangat dan nikmat pada batang kontolku.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Kurengkuh tubuhnya dengan gemasnya. Kukecup kembali daerah antara telinga dan lehernya. Kadang daun telinga sebelah bawahnya kukulum dalam mulutku dan kumainkan dengan lidahku. Kadang ciumanku berpindah ke punggung lehernya yang jenjang. Kujilati pangkal helaian rambutnya yang terjatuh di kulit lehernya. Sementara tanganku mendekap dadanya dengan erat. Telapak dan jari-jari tanganku meremas-remas kedua belah toketnya. Remasanku kadang sangat kuat, kadang melemah.

Sambil telunjuk dan ibu jari tangan kananku menggencet dan memelintir perlahan pentil toket kirinya, sementara tangan kiriku meremas kuat bukit toket kanannya dan bibirku menyedot kulit mulus pangkal lehernya yang berbau harum. Kontolku kugesek-gesekkan dan kutekan-tekankan ke perutnya. Vivi pun menggelinjang ke kiri-kanan.

“Ah… om… ngilu… terus om… terus… ah… geli… geli… terus… hhh… enak… enaknya… enak…” Vivi merintih-rintih sambil terus berusaha menggeliat ke kiri-kanan dengan berirama sejalan dengan permainan tanganku di toketnya. Akibatnya pinggulnya menggial ke kanan-kiri. Goyang gialan pinggul itu membuat kontolku yang sedang menggesek-gesek dan menekan-nekan perutnya merasa semakin keenakan.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

“Vivi… enak sekali Vivi… sssh… luar biasa… enak sekali…” aku pun mendesis-desis keenakan.
“Om keenakan ya? Batang kontol om terasa besar dan keras sekali menekan perut Vivi. Wow… kontol om terasa hangat di kulit perut Vivi. Tangan om nakal sekali… ngilu…” rintih Vivi.
“Jangan mainkan hanya pentilnya saja… geli… remas seluruhnya saja om…”

Vivi semakin menggelinjang-gelinjang dalam dekapan eratku. Dia sudah makin liar saja desahannya, rupanya dia sangat menikmati gelutannya, lupa bahwa aku ini om dari suaminya. “Om.. remasannya kuat sekali… Tangan om nakal sekali… Sssh… sssh… ngilu… ngilu… Akhhh… kontol om… besar sekali… kuat sekali…”

Vivi menarik wajahku mendekat ke wajahnya. Bibirnya melumat bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau kalah. Kulumat bibirnya dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tanganku mendekap tubuhnya dengan kuatnya. Kulit punggungnya yang teraih oleh telapak tanganku kuremas-remas dengan gemasnya. Kemudian aku menindihi tubuh Vivi.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Kontolku terjepit di antara pangkal pahanya dan perutku bagian bawah sendiri. Rasa hangat mengalir ke batang kontolku yang tegang dan keras. Akhirnya aku tidak sabar lagi. Bibirku kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara tanganku membimbing kontolku untuk mencari liang nonoknya.

Kuputar-putarkan dulu kepala kontolku di kelebatan jembut di sekitar bibir nonok Vivi. Vivi meraih batang kontolku yang sudah amat tegang. Pahanya yang mulus itu terbuka agak lebar. “Om kontolnya besar dan keras sekali,” katanya sambil mengarahkan kepala kontolku ke lubang nonoknya. Kepala kontolku menyentuh bibir nonoknya yang sudah basah. Dengan perlahan-lahan dan sambil kugetarkan, kontolku kutekankan masuk ke liang nonoknya. Kini seluruh kepala kontolku pun terbenam di dalam nonoknya. Aku menghentikan gerak masuk kontolku.

“Om… teruskan masuk… Sssh… enak… jangan berhenti sampai situ saja…” Vivi protes atas tindakanku. Namun aku tidak perduli. Kubiarkan kontolku hanya masuk ke lubang nonoknya hanya sebatas kepalanya saja, namun kontolku kugetarkan dengan amplituda kecil. Sementara bibir dan hidungku dengan ganasnya menggeluti lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus, dan ketiaknya yang bersih dari bulu ketiak.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Vivi menggelinjang-gelinjang dengan tidak karuan. “Sssh… sssh… enak… enak… geli… geli, om. Geli… Terus masuk, om..” Bibirku mengulum kulit lengan tangannya dengan kuat-kuat. Sementara tenaga kukonsentrasikan pada pinggulku. Dan… satu… dua… tiga! kontolku kutusukkan sedalam-dalamnya ke dalam nonok Vivi dengan sangat cepat dan kuatnya. Plak! Pangkal pahaku beradu dengan pangkal pahanya yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya.

Sementara kulit batang kontolku bagaikan diplirid oleh bibir nonoknya yang sudah basah dengan kuatnya sampai menimbulkan bunyi: srrrt! “Auwww!” pekik Vivi. Aku diam sesaat, membiarkan kontolku tertanam seluruhnya di dalam nonok Vivi tanpa bergerak sedikit pun. “Sakit om…” kata Vivi sambil tangannya meremas punggungku dengan kerasnya. Aku pun mulai menggerakkan kontolku keluar-masuk nonok Vivi. Aku tidak tahu, apakah kontolku yang berukuran panjang dan besar ataukah lubang nonok Vivi yang berukuran kecil. Yang saya tahu, seluruh bagian kontolku yang masuk nonoknya serasa dipijit-pijit dinding lubang nonoknya dengan agak kuatnya.

“Bagaimana Vi, sakit?” tanyaku.
“Sssh… enak sekali… enak sekali… kontol om besar dan panjang sekali… sampai-sampai menyumpal penuh seluruh penjuru lubang nonok Vivi..” jawabnya. Aku terus memompa nonok Vivi dengan kontolku perlahan-lahan. Toketnya yang menempel di dadaku ikut terpilin-pilin oleh dadaku akibat gerakan memompa tadi. Kedua pentilnya yang sudah mengeras seakan-akan mengkilik-kilik dadaku.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Kontolku serasa diremas-remas dengan berirama oleh otot-otot nonoknya sejalan dengan genjotanku tersebut. Terasa hangat dan enak sekali. Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontolku menyentuh suatu daging hangat di dalam nonok Vivi. Sentuhan tersebut serasa menggelitiki kepala kontol sehingga aku merasa sedikit kegelian. Geli-geli nikmat.

Aku mengambil kedua kakinya dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar kontolku tidak tercabut dari lubang nonoknya, aku mengambil posisi agak jongkok. Betis kanan Vivi kutumpangkan di atas bahuku, sementara betis kirinya kudekatkan ke wajahku. Sambil terus mengocok nonoknya perlahan dengan kontolku, betis kirinya yang amat indah itu kuciumi dan kukecupi dengan gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya yang kuciumi dan kugeluti, sementara betis kirinya kutumpangkan ke atas bahuku.

Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara bergantian, sambil mempertahankan gerakan kontolku maju-mundur perlahan di nonok Vivi. Setelah puas dengan cara tersebut, aku meletakkan kedua betisnya di bahuku, sementara kedua telapak tanganku meraup kedua belah toketnya. Masih dengan kocokan kontol perlahan di nonoknya, tanganku meremas-remas toket montok Vivi. Kedua gumpalan daging kenyal itu kuremas kuat-kuat secara berirama. Kadang kedua pentilnya kugencet dan kupelintir-pelintir secara perlahan. Pentil itu semakin mengeras, dan bukit toket itu semakin terasa kenyal di telapak tanganku. Vivi pun merintih-rintih keenakan.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Matanya merem-melek, dan alisnya mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah. “Ah… om, geli… geli… Ngilu om, ngilu… Sssh… sssh… terus om, terus… kontol om membuat nonok Vivi merasa enak sekali… Nanti jangan dingecretinkan di luar nonok, ya om. Ngecret di dalam saja…” Aku mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontolku di nonok Vivi. “Ah-ah-ah… bener, om. Bener… yang cepat… Terus om, terus…” Aku bagaikan diberi spirit oleh rintihan-rintihan Vivi.

Tenagaku menjadi berlipat ganda. Kutingkatkan kecepatan keluar-masuk kontolku di nonok Vivi. Terus dan terus. Seluruh bagian kontolku serasa diremas-remas dengan cepatnya oleh nonok Vivi. Mata Vivi menjadi merem-melek. Begitu juga diriku, mataku pun merem-melek dan mendesis-desis karena merasa keenakan yang luar biasa.

“Sssh… sssh… Vivi… enak sekali… enak sekali nonokmu… enak sekali nonokmu…”
“Ya om, Vivi juga merasa enak sekali… terusss… terus om, terusss…”
Aku meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontolku pada nonoknya.
“Om… sssh… sssh… Terus… terus… Vivi hampir nyampe… sedikit lagi… sama-sama ya om…”

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Vivi jadi mengoceh tanpa kendali. Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau ngecret. Namun aku harus membuatnya nyampe duluan. Sementara kontolku merasakan nonok Vivi bagaikan berdenyut dengan hebatnya.

“Om… Ah-ah-ah-ah-ah… Mau keluar om… mau keluar.. ah-ah-ah-ah-ah… sekarang ke-ke-ke…”

Tiba-tiba kurasakan kontolku dijepit oleh dinding nonok Vivi dengan sangat kuatnya. Di dalam nonok, kontolku merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari nonok Vivi dengan cukup derasnya. Dan telapak tangan Vivi meremas lengan tanganku dengan sangat kuatnya. Vivi pun berteriak tanpa kendali: “keluarrr…!” Mata Vivi membeliak-beliak. Sekejap tubuh Vivi kurasakan mengejang.

Aku pun menghentikan genjotanku. Kontolku yang tegang luar biasa kubiarkan tertanam dalam nonok Vivi. Kontolku merasa hangat luar biasa karena terkena semprotan cairan nonok Vivi. Kulihat mata Vivi memejam beberapa saat dalam menikmati puncaknya. Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tangannya pada lenganku perlahan-lahan mengendur.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Kelopak matanya pun membuka, memandangi wajahku. Sementara jepitan dinding nonoknya pada kontolku berangsur-angsur melemah, walaupun kontolku masih tegang dan keras. Kedua kaki Vivi lalu kuletakkan kembali di atas ranjang dengan posisi agak membuka. Aku kembali menindih tubuh telanjang Vivi dengan mempertahankan agar kontolku yang tertanam di dalam nonoknya tidak tercabut.

“Om… luar biasa… rasanya seperti ke langit ke tujuh,” kata Vivi dengan mimik wajah penuh kepuasan. Kontolku masih tegang di dalam nonoknya. Kontolku masih besar dan keras. Aku kembali mendekap tubuh Vivi. Kontolku mulai bergerak keluar-masuk lagi di nonok Vivi, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding nonok Vivi secara berangsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontolku.

Terasa hangat dan enak. Namun sekarang gerakan kontolku lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya cairan yang disemprotkan oleh nonok Vivi beberapa saat yang lalu.

“Ahhh… om… langsung mulai lagi… Sekarang giliran om… semprotkan peju om di nonok Vivi.. Sssh…” Vivi mulai mendesis-desis lagi. Bibirku mulai memagut bibir Vivi dan melumat-lumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan kiriku ikut menyangga berat badanku, tangan kananku meremas-remas toket Vivi serta memijit-mijit pentilnya, sesuai dengan irama gerak maju-mundur kontolku di nonoknya.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

“Sssh… sssh… sssh… enak om, enak… Terus… teruss… terusss…” desis Vivi. Sambil kembali melumat bibir Vivi dengan kuatnya, aku mempercepat genjotan kontolku di nonoknya. Pengaruh adanya cairan di dalam nonok Vivi, keluar-masuknya kontol pun diiringi oleh suara, “srrt-srret srrrt-srrret srrt-srret…” Vivi tidak henti-hentinya merintih kenikmatan, “Om… ah…”

Kontolku semakin tegang. Kulepaskan tangan kananku dari toketnya. Kedua tanganku kini dari ketiak Vivi menyusup ke bawah dan memeluk punggungnya. Tangan Vivi pun memeluk punggungku dan mengusap-usapnya. Aku pun memulai serangan dahsyatku. Keluar-masuknya kontolku ke dalam nonok Vivi sekarang berlangsung dengan cepat dan bertenaga. Setiap kali masuk, kontol kuhunjamkan keras-keras agar menusuk nonok Vivi sedalam-dalamnya.

Kontolku bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding nonok Vivi. Sampai di langkah terdalam, mata Vivi membeliak sambil bibirnya mengeluarkan seruan tertahan, “Ak!” Sementara daging pangkal pahaku bagaikan menampar daging pangkal pahanya sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar nonok, kontolku kujaga agar kepalanya tetap tertanam di lubang nonok.

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Remasan dinding nonok pada batang kontolku pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya. Bibir nonok yang mengulum batang kontolku pun sedikit ikut tertarik keluar. Pada gerak keluar ini Vivi mendesah, “Hhh…” Aku terus menggenjot nonok Vivi dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak. Tangan Vivi meremas punggungku kuat-kuat di saat kontolku kuhunjam masuk sejauh-jauhnya ke lubang nonoknya. Beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontolku dan nonok Vivi menimbulkan bunyi srottt-srrrt… srottt-srrrt… srottt-srrrt… Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecil Vivi: “Ak! Hhh… Ak! Hhh… Ak! Hhh…”

Kontolku terasa empot-empotan luar biasa.
“Vi… Enak sekali Vi… nonokmu enak sekali… nonokmu hangat sekali… jepitan nonokmu enak sekali…”
“Om… terus om…” rintih Vivi, “enak om… enaaak… Ak! Hhh…”

Tiba-tiba rasa gatal menyelimuti segenap penjuru kontolku. Gatal yang enak sekali. Aku pun mengocokkan kontolku ke nonoknya dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontolku berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. Rasa gatal dan rasa enak yang luar biasa di kontolku pun semakin menghebat.

“Vivi… aku… aku…” Karena menahan rasa nikmat dan gatal yang luar biasa aku tidak mampu menyelesaikan ucapanku yang memang sudah terbata-bata itu.
“Om, Vivi… mau nyampe lagi… Ak-ak-ak… aku nyam…”

Kupuaskan Vivi Istri Keponakanku Yang Tidak Pernah Dipuasi Suaminya – Cerita Becek.

Tiba-tiba kontolku mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Aku tidak mampu lagi menahan rasa gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding nonok Vivi mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat dan enak sekali itu, aku tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan dalam alat kelaminku.

Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontolku terasa disemprot cairan nonok Vivi, bersamaan dengan pekikan Vivi, “nyampee…!” Tubuh Vivi mengejang dengan mata membeliak-beliak. “Vivi…!” aku melenguh keras-keras sambil merengkuh tubuh Vivi sekuat-kuatnya. Wajahku kubenamkan kuat-kuat di lehernya yang jenjang. Pejuku pun tak terbendung lagi. Crottt! Crottt! Crottt! Pejuku bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding nonok Vivi yang terdalam. Kontolku yang terbenam semua di dalam nonok Vivi terasa berdenyut-denyut.

Beberapa saat lamanya aku dan Vivi terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali. Aku menghabiskan sisa-sisa peju dalam kontolku. Cret! Cret! Cret! Kontolku menyemprotkan lagi peju yang masih tersisa ke dalam nonok Vivi. Kali ini semprotannya lebih lemah. Perlahan-lahan baik tubuh Vivi maupun tubuhku tidak mengejang lagi.

Aku menciumi leher mulus Vivi dengan lembutnya, sementara tangan Vivi mengusap-usap punggungku dan mengelus-elus rambut kepalaku. Aku merasa puas sekali berhasil ngentotin Vivi.

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Becek

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online

Silakan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: